Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jumlah Pedagang Bakso di Jateng Tembus 17 Ribu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jumlah Pedagang Bakso di Jateng Tembus 17 Ribu

Di balik semangkuk bakso yang kita makan santai, ada ribuan orang yang lagi berjuang muter roda ekonomi. Di Jateng, jumlahnya nggak main-main, belasan ribu. Tapi pertanyaannya: mereka cuma bertahan… atau bisa benar-benar berkembang?

T. Budianto
Last updated: April 19, 2026 2:36 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
SILAHTURAHMI APMISO: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menghadiri acara silaturahmi Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara Bersatu (Apmiso) Jateng di Wisma Perdamaian, Jumat (17/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Jumlah pedagang bakso di Jateng tembus sekitar 17.500 orang. Data dari Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara Bersatu (Apmiso) ini nunjukin satu hal: bakso bukan cuma makanan favorit, tapi juga tulang punggung ekonomi mikro.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyebut para pedagang bakso sebagai “pejuang ekonomi rakyat” yang kontribusinya besar banget. “Ini pelaku ekonomi mikro terbesar di Jateng,” katanya saat menghadiri acara silaturahmi Apmiso di Wisma Perdamaian, Jumat (17/4/2026).

Baca juga: Pemprov Jateng Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Tapi di balik jumlah yang besar, ada PR yang nggak kecil. Banyak pedagang masih stuck di level usaha kecil. Makanya, menurut Luthfi, mereka butuh pendampingan serius biar bisa naik kelas.

Mulai dari hal yang kelihatannya simpel tapi krusial, seperti sertifikasi halal, pengolahan daging yang standar, sampai manajemen usaha.  “Sertifikasi halal itu nggak gampang. Perlu alat, standar, dan pendampingan dari dinas,” ujarnya.

Sistem Usaha

Tujuannya jelas: biar pedagang bakso nggak cuma jualan harian, tapi punya sistem usaha yang lebih rapi dan bisa berkembang lebih jauh.

Di sisi lain, Ketua Umum Apmiso, Lasiman ngasih gambaran realita di lapangan. Persaingan makin ketat, harga bahan baku naik-turun, dan akses pembiayaan masih jadi tantangan utama.

Baca juga: Koperasi Gandeng UMKM, Bangetayu Kulon Jadi Bukti Ekonomi Bisa Jalan Bareng

Kalau mau naik level, kata dia, pedagang butuh modal, bukan cuma uang, tapi juga ilmu. Makanya, dia juga dorong kolaborasi dengan kampus supaya pelaku usaha lebih melek teknologi, pemasaran, dan produksi.

Bakso selalu jadi “penyelamat lapar” di segala situasi. Tapi ironisnya, yang jual justru sering masih berjuang buat bertahan. Kalau negara bangga dengan jumlahnya, harusnya juga serius bantu mereka naik kelas, biar nggak selamanya cuma jadi legenda gerobak di pinggir jalan, tapi bisa jadi pemain besar di meja ekonomi. (tebe)

You Might Also Like

Lawan TBC, Pemprov Gas Kolaborasi

Belum Sebulan Jadi Menteri, Ini Polah Menkeu Purbaya yang Bikin Geger

Rakyat Gak Butuh Dolar tapi Ukuran Tempe Jadi Kecil, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli

Perbaikan Jalan Kaligawe Semarang Dikebut

Prabowo Gas Utang Jumbo Rp781,9 T, Pecahin Rekor Sejak Pandemi

TAGGED:apmiso jatengpemprov jatengUMKM
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nggak Cuma Ngaji, Santri Digembleng Jadi Entrepreneur
Next Article Dari Hobi Jadi Cuan: Pemprov Siapin Guide Gunung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

1,2 Juta NIK Diduga Bocor, Pemprov Bilang Aman: “Belum Ada Korban”

WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

BMKG Sebut Kemarau 2026 Punya Pola Tak Biasa

TURNAMEN FREE FIRE - Komunitas e-sport RIKAS bersama Warmindo Mayoritas kembali menggelar turnamen Free Fire Clash Squad 4v4, dengan kuota terbatas hanya 64 tim.

Slot Cuma 64 Tim, Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas Kembali Dibuka

KEMBALIKAN MAHAR--Kades Kayen, Agus Riyanto (baju batik dan berpeci) menjelaskan pengembalian mahar seleksi perangkat desa, saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi Bupati Pati nonaktif Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). (bae)

Seusai OTT Sudewo, Kades di Pati Bergegas Kembalikan Mahar Seleksi Perangkat Desa

RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.

Massa Jateng Guyub Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Satgas Pangan Sidak, Harga Beras Naik Diam-Diam

Oktober 24, 2025
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim saat memimpin kunjungan kerja spesifik di PT Chandra Asia Pasific. Dalam kesempatan ini, DPR menyoroti kondisi Indonesia yang sedang kekurangan garam industri. Foto: dok.
Ekonomi

Garam, Gas, dan Gagal Paham: Industri Ngeluh, Pemerintah Bingung

Agustus 25, 2025
Info

Malam 1 Muharam di Dongos: Obor Menyala, Semangat Hijrah Dikobarkan

Juni 16, 2026
Info

Jateng Ngebut Tekan Kemiskinan, Tapi Udah Cukup Belum?

April 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jumlah Pedagang Bakso di Jateng Tembus 17 Ribu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?