BACAAJA, MAGELANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).
Peresmian ini jadi sinyal kuat kalau Indonesia makin serius masuk ke era kendaraan listrik, terutama di sektor transportasi dan energi bersih. Dalam kesempatan itu, Prabowo secara terbuka mengapresiasi langkah sejumlah pemerintah kota/kabupaten di Jateng yang sudah lebih dulu “gercep” memesan puluhan bus listrik.
Baca juga: Transportasi Hijau? Semarang Pilih Bus Listrik!
“Saya terima kasih kepada Gubernur Jateng. Pemerintah harapkan daerah lain ikut beli produk dalam negeri,” kata Prabowo. Langkah ini dinilai bukan cuma soal transportasi, tapi juga bagian dari strategi besar industrialisasi nasional. Apalagi sektor kendaraan komersial, bus dan truk punya pasar gede banget di Indonesia.
Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya Bakrie menyebut, pabrik di Magelang ini punya kapasitas produksi hingga 3.000 unit per tahun, bahkan bisa digenjot sampai 10.000 unit.
Hemat Subsidi
Menurutnya, kalau elektrifikasi kendaraan komersial ini jalan masif, dampaknya bisa “gila-gilaan”. Indonesia berpotensi hemat hingga 5 miliar dolar AS per tahun dari subsidi BBM.
Nggak cuma itu, proyek ini juga jadi bagian dari kebangkitan industri otomotif lokal berbasis listrik. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga terus didorong naik, dari 40 persen di 2025 ke target hampir 60 persen tahun ini.
Kehadiran pabrik ini di Magelang juga diharapkan jadi “magnet” baru buat investasi dan tumbuhnya industri pendukung di sektor kendaraan listrik. Di sisi lain, Pemprov Jateng juga nggak tinggal diam.
Baca juga: Dorong Transportasi Hijau, Pemkot Semarang dengan Bus Masifkan Bus Listrik
Infrastruktur mulai disiapkan, mulai dari ratusan SPKLU di berbagai titik, insentif pajak kendaraan listrik, sampai penyiapan SDM lewat sekolah vokasi dan politeknik.
Di saat dunia lagi ngebut ke arah energi bersih, pilihan kita sebenarnya simpel: ikut naik bus listrik… atau tetap berdiri di halte masa lalu sambil nunggu perubahan yang nggak pernah datang. (tebe)


