Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Perpus Jateng Nggak Lagi Sepi: Tembus 4,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Perpus Jateng Nggak Lagi Sepi: Tembus 4,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025

Siapa bilang perpustakaan itu tempat sepi dan ngebosenin? Di Jateng, konsep itu kayaknya sudah usang. Dengan sentuhan inovasi, Perpusda justru jadi spot baru buat “nongkrong produktif”, bahkan tembus 4,3 juta kunjungan sepanjang 2025. Yes, baca buku sekarang bisa sekalian ngopi santai.

T. Budianto
Last updated: April 9, 2026 5:40 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BOOK FAIR PERPUSDA: Bunda Literasi Jateng memberikan sambutan pada acara Book Fair 2026 di Perpustakaan Daerah Jateng, Jl Sriwijaya, Semarang, Kamis (9/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Jawa Tengah mencatat total kunjungan Perpustakaan Daerah Jateng sepanjang 2025 mencapai 4.377.263 orang. Angka ini jelas bukan kaleng-kaleng, bahkan melampaui target yang cuma 3,1 juta kunjungan.

Kepala Dinas Arpus Jateng, Rahmah Nur Hayati bilang, tingginya angka ini karena perpustakaan sekarang nggak lagi monoton. “Yang datang langsung aja penuh terus. Mahasiswa, peneliti, sampai masyarakat umum,” ujarnya.

Dari total itu, sekitar 4,2 juta orang datang langsung ke lokasi di Jalan Sriwijaya, Semarang. Sisanya, lebih dari 122 ribu pengunjung memanfaatkan layanan digital lewat aplikasi iJateng.

Baca juga: Bus Pintar Nongkrong di Kota, Surakarta Gaspol Tingkatkan Budaya Literasi

Menariknya, kunjungan bulanan bisa tembus 200 ribu sampai 400 ribu orang. Bahkan, Juli jadi bulan paling rame dengan hampir 700 ribu pengunjung, kayak lagi musim diskon, tapi yang dicari buku.

Soal koleksi, Perpusda Jateng juga nggak main-main. Ada lebih dari 178 ribu judul buku cetak dengan ratusan ribu eksemplar. Belum lagi e-book, titik baca digital di ruang publik, sampai koleksi braille buat penyandang disabilitas.

Cara Menjual

Tapi yang bikin beda bukan cuma jumlah buku, melainkan cara “menjual” pengalaman literasinya. Sejak direvitalisasi pada 2024, gedung perpustakaan makin luas dan estetik. Ada ruang audiovisual, JPO ikonik, sampai interior yang lebih nyaman buat betah berlama-lama.

Masuk 2025, inovasi makin “niat” dengan hadirnya Aksara Kafe D’ Rooftop. Konsepnya angkringan tapi vibes-nya literasi, jadi pengunjung bisa baca buku sambil ngopi santai. “Di sini orang bisa diskusi sambil ngopi. Jadi literasi itu nggak kaku,” tambah Rahmah.

Nggak berhenti di fasilitas, berbagai event juga rutin digelar. Mulai dari lomba resensi, bazar buku, lomba puisi, sampai pameran, biar literasi terasa lebih hidup dan relate buat semua kalangan.

Baca juga: Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

Bunda Literasi Jateng, Nawal Arafah Yasin juga ikut mendorong agar gerakan ini terus jalan dengan melibatkan banyak pihak, dari pemerintah sampai komunitas. Menurutnya, literasi itu bukan kerja sendirian, tapi butuh “rame-rame” biar dampaknya makin luas.

Di saat banyak orang betah berjam-jam di kafe cuma buat scroll tanpa arah, perpustakaan justru naik level jadi tempat nongkrong yang lebih “berisi”. Mungkin sekarang bukan zamannya lagi pamer kopi mahal, tapi pamer insight yang nggak semua orang punya. (tebe)

You Might Also Like

Polisi Bilang Tahun Baru Nggak Boleh Ada Pesta Kembang Api di Jateng

Prabowo Segera Lantik Komisi Reformasi Polri, Listyo Sigit Dicopot dari Kapolri?

Kantor Baru Megawati Institute Rampung

Adu Kencang Tengah Malam, Puluhan Pemuda Semarang Kena Sikat

Izin TikTok Dibekukan Komdigi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

TAGGED:budaya literasibunda literasipemprov jatengperpusda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bunda Literasi Jateng: Nggak Cuma Bikin Pintar, Baca Buku Juga Biar Nggak Mudah Ketipu
Next Article Keputusan Sejumlah Pemda di Jateng Beli Bus Listrik Dipuji Prabowo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Bupati Sukoharjo Kejar Setoran! Diduga Peras Perangkat Daerah

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK, Diperiksa Semalam Suntuk di Mapolresta Solo

Rambut Tetap Fresh Meski Berhijab, Ini Trik Simpel Biar Gak Apek

Nama Tatar Sunda Ramai Dibahas, DPR Ingatkan Kerja Nyata Tetap Prioritas

Isu Pasukan TNI ke Polda Ramai, Mabes Tegaskan Itu Hoaks Provokatif

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Silayur Lagi-Lagi Bikin Drama, Pemkot: Sopir Nggak Bisa Modal Nekat

Mei 13, 2026
Surat perjanjian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi klausul “tanggung risiko sendiri” bikin geger netizen. Dari risiko keracunan hingga denda Rp80 ribu untuk wadah makan hilang, semuanya dibebankan ke orang tua. Foto: dok
InfoPendidikan

Surat Sakti MBG: Orang Tua Tanggung Risiko, Negara Cuci Tangan?

September 17, 2025
Daerah

Wagub Jihan Minta Orang Tua Melek Digital

Januari 26, 2026
Pendidikan

Ngurus Diabetes Nggak Cuma Soal Gula: Belajar Bareng Undip dan King’s College London

Januari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Perpus Jateng Nggak Lagi Sepi: Tembus 4,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?