Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pelajar Semarang Mulai Vokal dan Kritis, Forum Anak Jateng Beri Catatan Khusus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Pelajar Semarang Mulai Vokal dan Kritis, Forum Anak Jateng Beri Catatan Khusus

R. Izra
Last updated: April 9, 2026 8:42 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Anggota Forum Anak Jawa Tengah, Emir Luqman Amanullah (berjemper biru) saat menjadi narasumber diskusi bertema 'No Chaos, No Justice?' dalam Program Titik Kumpul 2 SKS di kantor BacaAja, Semarang, Rabu (8/4/2026). (bae)
Anggota Forum Anak Jawa Tengah, Emir Luqman Amanullah (berjemper biru) saat menjadi narasumber diskusi bertema 'No Chaos, No Justice?' dalam Program Titik Kumpul 2 SKS di kantor BacaAja, Semarang, Rabu (8/4/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Fenomena pelajar yang makin berani bersuara diakui langsung siswa SMAN 4 Semarang, Emir luqman. Emir yang juga aktivis Forum Anak Jawa Tengah ini melihat tren itu terjadi di lingkungan sekolahnya.

Ia bilang, sekarang banyak anak SMA mulai tertarik untuk ikut menyuarakan pendapat. Bahkan, keberanian untuk vokal sering dianggap sebagai sesuatu yang keren di kalangan pelajar.

“Tapi memang belum semua paham cara yang tepat,” ujarnya saat diskusi bertema ‘No Chaos, No Justice?’ dalam program Titik Kumpul 2 SKS hasil kerja sama Peradi SAI dengan media BacaAja, di Semarang, Rabu (8/4/2026).

Bacaaja: Ihwal Unjukrasa Pelajar, Disdikbud Jateng: Demo Boleh tapi Jangan Gampang Kena Hasutan
Bacaaja: Ribuan Pelajar Papua Kembali Demo Tolak MBG, Serempak Bilang Setuju!

Menurut Emir, situasi ini terlihat jelas sejak momen Demo MayDay hingga “Agustus Kelabu” kemarin. Banyak pelajar ikut terlibat, meski tidak semuanya benar-benar mengerti tujuan dan risikonya.

Dari hasil diskusi Forum Anak Jateng bersama DP3A P2KB, terungkap alasan pelajar ikut aksi beragam. Ada yang penasaran, ada juga yang mengira turun ke jalan adalah satu-satunya cara menunjukkan kepedulian.

Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Ia menyoroti adanya pelajar di Semarang yang sampai berurusan dengan hukum karena ikut aksi anarkis saat Agustus lalu.

Hal ini jadi bukti kalau keberanian tanpa pemahaman bisa berujung masalah. Banyak yang akhirnya justru dirugikan karena ikut-ikutan.

“Memang mungkin cara yang kemarin dilakukan masih kurang tepat. Nah, sehingga harapannya dapat diberikan edukasi-edukasi bagaimana sebenarnya tata cara agar anak-anak ini juga bisa menyampaikan aspirasi,” kata Emir.

Menurutnya, menyampaikan aspirasi tidak harus lewat aksi di jalan. Masih banyak cara lain yang lebih aman dan tetap bisa didengar.

Selain itu, ia juga menyoroti peran media sosial. Menurutnya, banyak ajakan aksi yang tersebar, tapi tidak semuanya sehat atau benar.

Karena itu, pelajar perlu punya kemampuan menyaring informasi. Penting untuk bisa membedakan mana yang membangun dan mana yang sekadar provokasi.

Soal edukasi, ia mengaku di sekolahnya belum ada pembahasan khusus. Terutama soal cara menyampaikan aspirasi yang benar dan aman menjelang aksi MayDay 2026.

Kondisi ini jadi catatan penting. Ia berharap ke depan ada edukasi lebih jelas, supaya pelajar tetap bisa vokal tanpa harus terjebak cara-cara yang berisiko. (bae)

You Might Also Like

SPBE Bekasi Meledak saat Beroperasi, 12 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Kasus Sudewo: KPK Cium Ada “Main Belakang” di Jalur Kereta

BRT Semarang Mulai Ganti Napas, 41 Bus Baru Sudah Jalan

Update Longsor Pandanarum Banjarnegara: 26 Warga Masih Hilang

Prabowo Heran, Rakyat Indonesia Bahagia Padahal Hidup Sangat-sangat Sederhana

TAGGED:bacaajademonstrasiforum anak jatengheadlinepelajarSemarangtitik kumpul 2 sksunjuk rasa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Staf Bidang SMA Disdikbud Jateng, Subeno saat saat menjadi narasumber diskusi bertema 'No Chaos, No Justice?' di Titik Kumpul 2 SKS, kantor BacaAja, Semarang, Rabu (8/4/2026). (bae) Ihwal Unjuk Rasa Pelajar, Disdikbud Jateng: Demo Boleh tapi Jangan Gampang Kena Hasutan
Next Article Tampang Dito (baju oranye), begal sadis yang tega membacok korbannya dengan pisau lipat digiring polisi ke tahanan, Rabu (8/4/2026). (bae) Demi Sebotol Congyang, Aksi Brutal Begal Sadis di Halmahera Semarang Terungkap

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

NOBAR - Penonton antusias menyaksikan nonton bareng film Pesta Babi di Semarang, yang juga dihadiri oleh sejumlah mahasiswa asal Papua, Sabtu (23/5/2026). (dul)

Papua Ternyata Semengerikan Itu, Penonton Nobar Film Pesta Babi di Semarang Syok

TERTAWA ALA NEGERI WACANDA - Pertunjukan tetaer Keraton Siluman yang penuh kritik sosial yang dibungkus dalam canda tawa, sukses mengocok perut penonton di UPGRIS, Sabtu (23/5/2026). (dul)

Tawa Renyah Pecah di UPGRIS! Keraton Siluman Bikin Penonton Gergeran Gak Bisa Diam

TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol.

Pigai Bilang Jangan Asal Dor, Polisi Tetap Gas Kejar Begal

IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.

Haji Belum Mulai Puncak, Ribuan Pendatang Ilegal Sudah Dipulangkan

Megawati Menangis Nonton Pesta Babi, Papua Mendadak Jadi Sorotan Lagi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Polri Tambah Empat Hari Jaga Arus Balik

Maret 25, 2026
Info

Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri

Mei 22, 2026
Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)
Hukum

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

Februari 11, 2026
Mbak Ita duduk bareng Alwin saat menunggu sidang PK bersama penasihat hukumnya, Kamis (23/4/2026). (bae)
Hukum

Mbak Ita-Alwin Kembali Melawan! Babak Baru Kasus Eks-Wali Kota Semarang, Ajukan PK

April 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pelajar Semarang Mulai Vokal dan Kritis, Forum Anak Jateng Beri Catatan Khusus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?