BACAAJA, SEMARANG — Gerakan bersih-bersih lingkungan di Jawa Tengah makin digas. Lewat peluncuran Gerakan Jateng ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah), semua pihak diajak turun tangan langsung jaga kebersihan.
Acara launching digelar di Pantai Jodo, Batang, dan dihadiri langsung Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, serta jajaran Forkopimda.
Nggak cuma seremoni, acara ini langsung diisi aksi nyata. Lebih dari 1.000 orang turun ke pantai buat bersihin sampah, mulai dari TNI, Polri, mahasiswa, relawan, sampai masyarakat umum.
Bacaaja: Sampah Jateng Tembus 6,4 Juta Ton Per Tahun, Baru 30 Persen Terurus
Saleh bilang, gerakan kayak gini nggak boleh cuma jadi acara simbolis doang.
“Ini harus jadi gerakan bareng yang berkelanjutan. Bukan berhenti di seremonial aja,” tegasnya, Selasa (7/4/2026).
Soalnya, masalah sampah di Jateng masih cukup serius. Produksi sampah tembus hampir 6,36 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, baru sekitar 60 persen yang bisa diolah, sisanya masih jadi PR besar.
Menurut Saleh, kunci utamanya ada di perubahan kebiasaan masyarakat. Mulai dari hal simpel kayak mengurangi sampah, memilah dari rumah, sampai pengolahan mandiri.

Bacaaja: Apresiasi Penurunan Angka Kemiskinan di Jateng, M Saleh: Kabar Baik, tapi Jangan Kendor!
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, sampai masyarakat harus jalan bareng kalau mau masalah ini benar-benar beres.
“Lingkungan bersih itu bukan cuma tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” lanjutnya.
Harapannya, Gerakan Jateng ASRI ini bisa jadi pemicu kesadaran kolektif. Nggak cuma di kota besar, tapi juga sampai ke desa-desa.
Intinya, kalau mau Jateng tetap adem, sehat, dan enak dipandang, ya harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan bareng-bareng. (*)


