Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Trans Semarang Udah Lumayan, tapi Halte Perlu Diperbanyak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Trans Semarang Udah Lumayan, tapi Halte Perlu Diperbanyak

Katanya mau hemat BBM sampai puluhan miliar, ASN didorong naik transportasi umum. Tapi di Semarang, problemnya masih klasik: busnya ada, tapi haltenya… kadang kayak main petak umpet.

T. Budianto
Last updated: April 7, 2026 9:25 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BUS LISTRIK: Armada bus listrik milik Pemkot Semarang. (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Dorongan ASN naik transportasi umum mulai digaungkan Pemprov Jawa Tengah. Bahkan, kebijakan ini diklaim bisa menghemat BBM sampai hampir Rp50 miliar per tahun. Tapi di lapangan, masih ada PR yang belum kelar.

Bus Rapit Transit (BRT) Trans Semarang merupakan salah satu transportasi umum di Ibu Kota Jateng yang dikelola pemerintah kota.  Akademisi Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, Djoko Setijowarno menilai, Trans Semarang sebenarnya sudah cukup oke dibanding kota lain. Tapi masalah klasiknya masih sama, halte kurang, akses belum merata.

“Semarang itu sudah bagus. Dibanding kota lain cukup bagus. Saya sering bandingkan, dia nomor dua setelah Jakarta,” ujarnya saat dimintai komentar, Minggu (5/4/2026).

Meski begitu, Djoko bilang masih banyak yang harus dibenahi di level operasional. Terutama soal halte yang jadi titik krusial bagi penumpang. Ia mencontohkan kondisi di Jalan Pahlawan. Kawasan tempat kantor Pemprov Jateng ini justru belum punya halte yang memadai, padahal jadi salah satu jalur penting di pusat kota.

Pengadaan halte sebenarnya tidak memerlukan biaya tinggi jika didesain sederhana. Kalau pun itu belum sanggup, bisa dengan memberi tanda agar bus bisa berhenti minimal di depan kantor Pemprov.

Baca juga: BRT Mogok-Mogok? Wali Kota: Servis Total Mulai Sekarang!

“Kalau Trans Semarang akan digunakan ASN Pemprov, cukup tancapkan enam rambu bus stop di sepanjang Jalan Pahlawan. Tidak perlu bangun halte yang mahal,” katanya.

Menurutnya, langkah sederhana itu sudah cukup untuk mulai mendorong ASN beralih ke transportasi umum. Apalagi ada dua koridor Trans Semarang yang melintasi jalur tersebut. Rute itu di antaranya Meteseh-PRPP-Bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas-Simpang Lima-RS Elisabeth. Tinggal bagaimana akses naik-turun penumpang dipermudah.

Djoko juga sempat menyentil wacana ASN wajib naik angkutan umum. Ia menilai kebijakan itu terkesan belum melihat kondisi di lapangan. “Kalau disuruh naik angkutan umum, berarti enggak paham. Wong di Jalan Pahlawan saja enggak ada halte,” celetuknya.

Jumlah Armada

Selain halte, persoalan lain ada di armada dan kapasitas. Saat ini, jumlah bus dinilai belum cukup kalau seluruh ASN benar-benar beralih ke Trans Semarang. “Kalau ASN disuruh naik, enggak cukup busnya. Sekarang saja sudah penuh, nanti tambah sumuk,” katanya.

Di sisi lain, Djoko tetap mengapresiasi komitmen Pemkot Semarang dalam pendanaan transportasi publik. Bahkan menurutnya, Semarang termasuk yang paling serius di Indonesia.

“Pendanaannya luar biasa. Bandung kalah, Surabaya kalah. Semarang itu sudah kuat, punya perda,” tegasnya. Ia menyebut, hanya segelintir daerah di Indonesia yang punya payung hukum kuat soal transportasi umum. Semarang jadi salah satunya.

Baca juga: Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik: Semarang Mulai Move On dari Asap Hitam

Meski begitu, distribusi layanan masih belum merata. Dari ratusan kawasan perumahan, belum semuanya terlayani dengan baik oleh Trans Semarang. Kondisi ini bikin akses warga jadi timpang. Ada wilayah yang halte-nya berjejer, tapi ada juga yang nyaris tidak tersentuh layanan.

Di tengah dorongan penghematan energi, pembenahan ini jadi penting. Tanpa halte yang cukup dan armada yang memadai, ajakan pindah ke transportasi umum bakal sulit terealisasi.

Busnya sudah jalan, kebijakannya juga sudah jalan. Tinggal penumpangnya yang masih bingung, harus naik dari mana. (bae)

You Might Also Like

Husein Pati ‘Si Penjilat’ Teriak Lantang di Tipikor Semarang: Sudewo Korban Politik!

Musorprov Jateng Mundur, Tapi Calonnya Udah Fix Satu

Tiga Orang Meninggal karena Banjir Semarang

Pemprov: Jumat Boleh WFH, Kecuali Eselon 1 dan 2

PDIP Haramkan Korupsi, Kader Bandel Langsung Out

TAGGED:brtheadlinetrans semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pengunjung Semarang Zoo Keluhkan Matinya Halte BRT
Next Article Ahmad Husein Pati tumbang di ring Combat Sport di Simpanglima Purwodadi, Minggu (5/4/2026). Husein Pati Kembali Jadi Sorotan! Kalah KO dari Eko di Ring Combat Sport Purwodadi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kader HMI Didorong Ciptakan Lapangan Kerja

7,26 Juta Penumpang Padati Jalur KAI Semarang dalam Enam Bulan

Semarang Unjuk Jati Diri di MTQ Nasional

Saatnya Tinju Jateng Bangkit

Borobudur Playon Bukan Cuma Kejar Finish, Rp600 Juta Disumbangkan untuk Desa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Golkar Jateng M Saleh meraih gelar doktor bidang hukum dari Universitas Islam Sultan Agung, Sabtu (14/2/2026). Disertasinya terkait keadilan ekologis PSN menuai apresiasi.
Unik

Dinilai Implementatif, Gagasan Mohammad Saleh Layak Diaplikasikan dalam PSN

Februari 17, 2026
Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Info

Korban Keracunan MBG di Majene Merata: Mulai Ibu Hamil, Balita, hingga Siswa Sekolah

Januari 15, 2026
Ilustrasi warga korban bencana tidur berdesakan di tenda pengungsian.
Info

Bayi di Aceh Makan Mi Instan, Wartawan Menangis Saksikan Anak-anak Kelaparan

Desember 18, 2025
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan para kementerian teknis dalam rangka evaluasi pelaksanaan MBG, Minggu (28/9/2025) malam. Foto: dok/BiroPersKepresidenan
Info

Prabowo Klaim Pemimpin Dunia Ingin Belajar MBG ke Indonesia, Faktanya TNI AD Belajar MBG ke Singapura

Oktober 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Trans Semarang Udah Lumayan, tapi Halte Perlu Diperbanyak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?