BACAAJA, KUDUS- Kodam IV Diponegoro lagi gaspol ngejar pembangunan 720 jembatan di wilayah terpencil Jateng dan DIY. Targetnya simpel tapi krusial: biar akses pendidikan, ekonomi, dan mobilitas warga nggak lagi ribet.
Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat bilang, ratusan jembatan ini bukan asal bangun. Semua berdasarkan usulan dari berbagai pihak, lalu dipilah mana yang paling urgent. “Masih banyak wilayah yang akses jalannya terputus, baik antar dukuh maupun desa,” ujarnya saat groundbreaking serentak yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali.
Baca juga: Puluhan Jembatan Jabar Nunggu Perbaikan, Warga Waswas
Acara ini juga diikuti jajaran daerah lain lewat video conference, termasuk dari Kabupaten Kudus. Intinya, proyek ini nggak jalan sendiri, kolaborasi banyak pihak biar cepat kelar. Salah satu titik yang langsung kebagian pembangunan ada di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus.
Di sini bakal dibangun jembatan gantung sepanjang sekitar 18 meter, menyesuaikan kondisi sungai yang lebarnya 10 meter dan sering banjir. Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Yuusufa Allan Andriasie bilang, proyek ini nggak cuma soal infrastruktur, tapi juga soal hidup warga yang lebih layak.
Target Pembangunan
Sekitar 40 personel TNI bakal turun langsung, bareng masyarakat setempat. Targetnya? Satu bulan beres. Selain itu, pihak Kodim juga siap ngajuin tambahan titik jembatan baru. Soalnya, masih banyak desa yang “keisolasi” cuma gara-gara nggak ada penghubung.
Program ini jadi bagian dari strategi pemerintah buat ngebuka akses wilayah terpencil. Harapannya, anak sekolah nggak lagi telat karena muter jauh, pedagang bisa lebih gampang ke pasar, dan ekonomi desa bisa ikut naik.
Baca juga: 800 Warga Sumowono Terisolasi, Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol
Kadang yang bikin warga desa “tertinggal” bukan karena nggak mau maju, tapi karena jalannya aja belum ada. Jadi ya, sebelum ngomongin mimpi tinggi, minimal jangan sampai masih kalah sama sungai tanpa jembatan. (tebe)


