Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mulai April Ada Daftar Baru, BPJS Nggak Tanggung Semua Lagi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mulai April Ada Daftar Baru, BPJS Nggak Tanggung Semua Lagi

Secara garis besar, ada 21 jenis penyakit dan layanan yang masuk daftar pengecualian. Artinya, kalau peserta mengalami kondisi tertentu, biaya pengobatan nggak ditanggung BPJS.

Nugroho P.
Last updated: April 1, 2026 8:43 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Mulai April 2026, ada aturan yang bikin banyak peserta BPJS Kesehatan harus lebih teliti. Soalnya, nggak semua penyakit dan layanan medis bisa langsung diklaim seperti yang dibayangkan.

Kebijakan ini sebenarnya bukan hal baru, tapi sekarang kembali ditegaskan biar nggak ada salah paham di lapangan. Aturannya mengacu pada Perpres No. 82 Tahun 2018 yang jadi dasar program Jaminan Kesehatan Nasional.

Secara garis besar, ada 21 jenis penyakit dan layanan yang masuk daftar pengecualian. Artinya, kalau peserta mengalami kondisi tertentu, biaya pengobatan nggak ditanggung BPJS.

Yang pertama, kasus yang berkaitan dengan tindak pidana. Misalnya luka akibat perkelahian atau kejadian kriminal lainnya.

Termasuk juga kecelakaan yang terjadi karena pengaruh alkohol atau tindakan melanggar hukum. Ini dianggap di luar tanggungan karena ada unsur kesengajaan atau pelanggaran.

Selain itu, layanan estetika juga masuk daftar hitam. Operasi plastik untuk kecantikan, perawatan gigi kosmetik, hingga prosedur serupa harus ditanggung sendiri.

Hal lain yang cukup sering bikin kaget adalah soal infertilitas. Program bayi tabung atau perawatan kesuburan tidak termasuk dalam jaminan.

Begitu juga dengan pengobatan alternatif yang belum terbukti secara medis. BPJS hanya menanggung layanan yang sudah sesuai standar kesehatan resmi.

Untuk kasus kecelakaan kerja, penanganannya dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Jadi bukan BPJS Kesehatan yang menanggung.

Sementara kecelakaan lalu lintas biasanya masuk ke ranah Jasa Raharja. Ini penting biar peserta tahu harus klaim ke mana.

Ada juga kondisi tertentu seperti wabah atau bencana besar yang penanganannya dilakukan lewat mekanisme khusus pemerintah, bukan BPJS langsung.

Kasus yang melibatkan perang atau konflik bersenjata juga termasuk yang tidak ditanggung. Begitu pula cedera akibat penggunaan senjata.

Penyakit akibat kecanduan alkohol dan narkoba juga masuk pengecualian. Termasuk jika seseorang dengan sengaja melukai dirinya sendiri.

Hal lain yang sering dianggap sepele adalah layanan non-medis. Misalnya, bikin surat keterangan sehat untuk melamar kerja—ini juga tidak ditanggung.

Perawatan di luar negeri juga otomatis tidak masuk dalam skema BPJS. Peserta harus menanggung sendiri biaya tersebut.

Selain itu, kalau prosedur layanan tidak sesuai aturan BPJS, klaim juga bisa ditolak. Jadi penting banget mengikuti alur yang benar.

Kebijakan ini sebenarnya punya tujuan jelas. Pemerintah ingin menjaga agar sistem jaminan kesehatan tetap berjalan dan tidak jebol secara finansial.

Dengan membatasi layanan tertentu, BPJS bisa fokus pada kebutuhan medis yang benar-benar penting dan mendesak.

Namun di sisi lain, masih banyak masyarakat yang belum paham detail aturan ini. Akibatnya, muncul rasa kecewa saat klaim tidak disetujui.

Kurangnya informasi sering jadi pemicu utama kesalahpahaman. Padahal, aturan ini sudah lama ada dan hanya ditegaskan ulang.

Karena itu, edukasi ke masyarakat jadi kunci. Peserta perlu tahu sejak awal apa saja yang ditanggung dan tidak.

Koordinasi antar lembaga juga penting. Terutama antara BPJS, Jasa Raharja, dan BPJS Ketenagakerjaan agar tidak terjadi tumpang tindih.

Dengan pemahaman yang lebih baik, peserta bisa menghindari kejutan saat membutuhkan layanan kesehatan.

Pada akhirnya, BPJS tetap jadi andalan banyak orang untuk akses layanan kesehatan.

Tapi sekarang, pesannya jelas: nggak semua hal bisa ditanggung, jadi harus makin paham aturan mainnya. (*)

You Might Also Like

60 UMKM Siap Buka Lapak Takjil di Wisma Perdamaian

Kuota Haji Jateng 2026 Tembus 34 Ribu

Kota Semarang Siap Sambut 8.000 Kafilah

Tol Klaten-Prambanan Resmi Dibuka, Bupati Dorong Lonjakan Wisatawan

Saling Sleding! Polda Jateng Minta Pengelola SPPG Polri Tak Penuhi Panggilan Kejaksaan

TAGGED:21 penyakitbpjspenyakit tak ditanggung bpjs
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Rumah Ono Surono Disisir KPK, Kasus Ijon Bekasi Makin Panas
Next Article Ilustrasi koruptor. Dana Desa Dipakai Bayar Pinjol, Bendahara Bundesma Kini Tersangka

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo.
Nasional

Kebebasan Berekspresimu Terancam Dibatasi, Komdigi akan Panggil TikTok dan Meta Buntut Demo di DPR

Agustus 28, 2025
Pendidikan

Dari NIB Sampai QRIS, Mahasiswa KKN Undip Kini Tak Hanya Bawa Proposal

Mei 26, 2026
GODOG STRATEGI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.
Ekonomi

Bisnis PV Rooftop Menggiurkan, PLN Icon Plus Siapkan Strategi lewat PV Academy

Agustus 13, 2026
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Politik

Gebrakan Baru Prabowo: Orang Asing Boleh Jadi Bos BUMN!

Oktober 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mulai April Ada Daftar Baru, BPJS Nggak Tanggung Semua Lagi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?