Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengamat Lingkungan Beri Peringatan: Laju Pembangunan Jangan Korbankan Alam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Pengamat Lingkungan Beri Peringatan: Laju Pembangunan Jangan Korbankan Alam

R. Izra
Last updated: April 1, 2026 2:26 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
ALIH FUNGSI LAHAN - Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)
ALIH FUNGSI LAHAN - Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Laju pembangunan terus melesat, kebutuhan hunian ikut naik. Tapi di balik itu, ada hal penting yang mulai terpinggirkan: lingkungan.

Pengamat lingkungan dari Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Prof. Rita Dwi Ratnani, mengingatkan agar pembangunan tidak berjalan tanpa kendali. Menurutnya, keseimbangan harus tetap dijaga.

Dia menegaskan, aturan soal tata ruang dan lingkungan sebenarnya sudah jelas. Bahkan disusun oleh para ahli yang memahami dampaknya secara menyeluruh.

Bacaaja: Sampah Jateng Tembus 6,4 Juta Ton Per Tahun, Baru 30 Persen Terurus
Bacaaja: Citra Satelit Nunjukin Ada Pembukaan Lahan Baru Dekat Danau BSB Seluas Ratusan Hektar

“Jadi kalau menurut saran saya, aturan sudah ada dan dibuat dengan benar. Tetapi pelaksanaan dan tanggung jawab moral itu yang masih kurang,” ujarnya kepada BacaAja.

Menurut dia, problem utamanya ada di lapangan. Banyak pihak menjalankan pembangunan, tapi abai terhadap dampak jangka panjang.

Guru Besar Ilmu Teknologi Pengelolaan Lingkungan ini menekankan, menjaga lingkungan bukan cuma tugas pemerintah. Masyarakat dan pengembang juga punya tanggung jawab yang sama.

“Lingkungan ini harus kita jaga bersama. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja atau masyarakat saja, tapi keduanya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap wilayah tidak berjalan sendiri-sendiri. Pembangunan harus melihat dampak yang lebih luas, bukan sekadar kepentingan kawasan tertentu.

Contohnya, kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) City yang dinilai cukup baik dari sisi perencanaan. Namun ia mengingatkan, keseimbangan harus tetap dijaga saat ada pengembangan baru.

“Kalau tidak seimbang, ya pasti akan berpengaruh,” katanya.

Di sisi lain, ia menyoroti praktik pengembang kecil yang kerap asal bangun. Fokus utama mereka sering hanya pada harga murah dan cepat terjual.

“Pengembang kecil itu seringnya asal bangun, asal laku, sesuai budget. Tapi tidak mempertimbangkan lingkungan,” ujarnya.

Padahal, menurutnya, perumahan yang baik tidak harus mahal. Harga bisa menyesuaikan kemampuan masyarakat, tapi tetap wajib memperhatikan kualitas lingkungan.

Ia menekankan pentingnya ruang hijau dan area resapan air. Tanpa itu, kawasan permukiman akan kehilangan kesejukan dan berisiko menimbulkan masalah baru.

“Harusnya tetap mempertimbangkan supaya lingkungan itu tetap dingin, sejuk, asri, dan air masih bisa meresap,” jelasnya.

Jika semua lahan dihabiskan untuk bangunan dan jalan, dampaknya akan terasa cepat atau lambat. Suhu meningkat, daya serap air menurun, dan potensi banjir makin besar.

“Jalannya memang bagus, bersih. Tapi kalau tidak ada penghijauan, lama-lama akan panas,” pungkasnya.

Ia berharap, ke depan pembangunan tidak hanya mengejar kuantitas. Tapi juga kualitas, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. (bae)

You Might Also Like

Bos Minyak Riza Chalid Jadi Tersangka Tapi Sudah di Singapura

Mantan Presiden AS Joe Biden Diduga Kena Kanker Prostat Agresif, Kondisi Mengkhawatirkan

Tentara Bayaran Rusia Nangis-nangis Ingin Jadi WNI (Lagi)!

Kasbon Ditolak, Karyawan Ngamuk dan Habisi Nyawa Bos Sembako 

Synthetic Biology: Shaping the Future

TAGGED:alamkerusakan lingkunganlaju pembangunanpengamat lingkungan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat
Next Article Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengisi tumbler saat launching layanan Air Siap Minum “Toya Wening” di Pasar Gede Surakarta, Rabu (1/4/2026). Bawa Tumbler, Respati Launching Kran Air Siap Minum ‘Toya Wening’ di Pasar Gede Solo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TITIK GEMPA--BMKG merilis titik lokasi gempa di Banjarnegara, Jateng. (ist)

Hari Ini Banjarnegara Diguncang Gempa, BMKG Sebut Dampak Sesar Aktif

Macan Kumbang Batang Dirawat Tim Dokter, Dipantau 24 Jam

Pemprov Bagikan Ratusan Kursi Roda Adaptif, Buka Jalan untuk Penyandang Disabilitas

34 Hoaks Terdeteksi di Semarang, Pemkot: Jangan Sampai Kejar Viral Malah Kena Masalah

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Mandi Junub Tak Pakai Shampo dan Sabun, Apakah Sah ?

Oktober 8, 2025
Unik

Langit Wonosobo Siap Berpesta! Java Balloon Attraction 2025 Sambut Dua Abad Kabupaten dengan Warna dan Tradisi

Juli 1, 2025
Kaprodi PPDS Undip, Taufik Eko Nugroho keluar ruang kejaksaan dengan kondisi tangan terborgol dan memakai rompi tahanan, Kamis (15/5/2025).
Unik

Kaprodi PPDS Anestesi Undip Ditahan Kejaksaan, Tersangka Kasus Bullying

Mei 15, 2025
Unik

Jadi Sopir Gaji Rp116 Juta Per Bulan Mau?

November 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengamat Lingkungan Beri Peringatan: Laju Pembangunan Jangan Korbankan Alam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?