Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sempat Dikritik, Prof Amin Aziz Nilai Kehadiran Menag di Acara JATMA Bagian dari Tugas Kepemimpinan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Sempat Dikritik, Prof Amin Aziz Nilai Kehadiran Menag di Acara JATMA Bagian dari Tugas Kepemimpinan

Pernyataan ini disampaikan menanggapi kritik dari segelintir pihak yang menganggap kehadiran Menag tidak pantas, lantaran acara tersebut diinisiasi oleh lembaga yang tengah menuai sorotan publik. Menurut Prof Amin Aziz, perspektif manajerial bisa menjadi kunci memahami langkah Menag.

Nugroho P.
Last updated: Agustus 13, 2025 12:30 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Prof DR KH Fathul Amin Aziz, MM
SHARE

BACA AJA, CILACAP– Guru Besar Ilmu Manajemen Prof DR KH Fathul Amin Aziz, MM, menilai kehadiran Menteri Agama (Menag) RI Prof DR KH Nasaruddin Umar, MA, dalam acara Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara yang digelar Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah Ahlussunnah Wal Jamaah (JATMA Aswaja) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (10/8/2025), sudah tepat dan sejalan dengan fungsi kepemimpinan yang dijalankannya.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi kritik dari segelintir pihak yang menganggap kehadiran Menag tidak pantas, lantaran acara tersebut diinisiasi oleh lembaga yang tengah menuai sorotan publik. Menurut Prof Amin Aziz, perspektif manajerial bisa menjadi kunci memahami langkah Menag.

“Dalam manajemen, pemimpin adalah sosok yang mengayomi semua pihak, tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau kelompok. Menag hadir sebagai pemimpin tertinggi lembaga yang menaungi semua agama di Indonesia,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Ia mengaitkan hal ini dengan prinsip kepemimpinan yang tercermin dalam Piagam Madinah, di mana seluruh umat dilindungi dan diakomodasi oleh pemimpin negara. “Dalam konteks itu, kehadiran beliau dibenarkan secara manajemen kepemimpinan,” tambahnya.

Selain sebagai Menag, Prof Nasaruddin juga memegang jabatan Imam Besar Masjid Istiqlal. Prof Amin menegaskan, tuan rumah sebuah acara besar justru akan dianggap tidak sopan bila absen.

“Kedatangan beliau juga bentuk penghormatan kepada para tamu,” katanya.

Prof Amin menilai wajar bila Menag hadir di berbagai forum lintas golongan, karena selama ini ia kerap memposisikan diri sebagai pemimpin yang inklusif. Salah satu contoh adalah saat menghadiri peluncuran Pojok Baca Nahdliyin (PBN) di Cilacap, awal Agustus lalu, di mana ia bermalam di rumah warga dan mengikuti istighasah.

“Menag itu orangnya wise, mampu menyesuaikan diri di setiap kondisi. Ini ciri pemimpin yang matang,” tuturnya.

Terkait perdebatan soal alokasi anggaran DIPA Kemenag 2025 yang dinilai tidak seimbang antara Islam dan agama lain, Prof Amin menekankan perlunya analisis berbasis data. Dengan penganut Islam yang mencapai 87,2 persen populasi, wajar bila anggaran pendidikan keagamaan Islam lebih besar.

“Pesantren saja ada lebih dari 39.500 di seluruh Indonesia. Belum madrasah, sekolah diniyah, dan lembaga pendidikan formal lainnya. Secara manajerial, kebutuhan anggarannya memang lebih tinggi,” jelasnya.

Baginya, yang perlu dikritisi bukan nominal anggarannya, tetapi seberapa efektif penggunaannya. Ia juga mengingatkan pentingnya kajian objektif dan menghindari analisis yang tidak berdasar data valid.

Diketahui, dalam acara JATMA tersebut, Menag Nasaruddin mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Indonesia sebagai rumah besar bagi seluruh umat beragama. Ia menekankan, Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Islam, tetapi juga pusat kemanusiaan.

Menurutnya, rumah ibadah seharusnya menjadi tempat yang memberikan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan, tanpa membedakan latar belakang agama. Prinsip ini diyakininya sebagai modal sosial penting bagi Indonesia untuk tampil sebagai pelopor Islam moderat yang damai dan toleran. (*)

You Might Also Like

Semut Datang Terus? Coba Amalkan Doa Nabi Sulaiman AS Ini

Tips Gas Pulang Kampung Naik Motor, Aman Sampai Tujuan

In the Spotlight: Breaking News in Technology and Beyond

Pemilu 2029 Hanya Memilih DPR, DPD dan Presiden/Wakil Presiden

Lima Mahasiswa Tersangka Demo Ricuh May Day Dibebaskan

TAGGED:Imam Besar Masjid IstiqlalJATMAMAmenagmenag dikritikPojok Baca Nahdliyin (PBN)Prof DR KH Nasaruddin UmarZikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Berani Masuk? Ini 8 Desa Paling Angker di Indonesia, Nomor 5 Bikin Merinding!
Next Article Bisa Bikin Mustahik Jadi Muzaki? Begini Cara Baznas Jateng Dorong Ekonomi Umat di Purbalingga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rusunawa Bukan Buat Diperjualbelikan, Pemkot Beresin Calo sampai Oper Sewa Diam-Diam

Samuel Wattimena Ingatkan Ancaman El Nino, Pariwisata dan UMKM Diminta Siaga

Kuota Hangus? DPR Bilang Saatnya Operator Lebih Ramah ke Pelanggan

Widodo C Putro Puas Agresivitas dan Komunikasi Pemain

RAIH PENGHARGAAN - PLN Icon Plus meraih penghargaan Fastest Rising Internet Service Provider dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026.

PLN Icon Plus Catat Prestasi di SBBI Awards 2026, Raih Penghargaan Fastest Rising Internet Service Provider

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Barangkali Lupa, Ini Sosok Pendakwah Muda di Balik Aksi Cium Anak

November 13, 2025
Razia narkoba di tempat hiburan malam oleh BNN Jateng.
Unik

BNN Jateng Gerebek 8 Tempat Hiburan Malam di Semarang, 5 Orang Positif Narkoba

Juli 14, 2025
Unik

Artis Fairuz A Rafiq Diinjak Sapi 1,2 Ton Hadiah Raffi Ahmad, Begini Kondisinya

Juni 5, 2025
Unik

7 Novel Inspiratif yang Bikin Hidup Terasa Lebih Ringan

Agustus 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sempat Dikritik, Prof Amin Aziz Nilai Kehadiran Menag di Acara JATMA Bagian dari Tugas Kepemimpinan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?