BACAAJA, SEMARANG- Pelatih PSIS Semarang, Andri Ramawi nggak pelit pujian setelah anak asuhnya tampil trengginas dan menang telak 6-1 atas Persipal Palu di pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/2026, Minggu (29/3/2026) malam.
“Sekali lagi terima kasih untuk kerja keras tim,” kira-kira begitu vibe apresiasi dari sang pelatih. Tapi di balik senyum puas itu, Andri tetap ngingetin: fokus jangan kendor.
Dan ya, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa. Ini momen “naik kelas” buat PSIS yang akhirnya cabut dari zona merah dan ngegeser Persiba Balikpapan ke posisi sembilan.
Baca juga: Beto Hattrick, Setengah Lusin Gol PSIS Banding 1 Gol Persipal
Laga Minggu malam tersebut memang jadi panggungnya Alberto “Beto” Goncalves. Striker senior ini ngegas dengan hattrick di menit 22, 73, dan 91. Sisanya disumbang Esteban Vizcarra (46’), Dani Ibrohim (69’), dan penalti Otavio Dutra (84’). Persipal cuma bisa bales lewat penalti di menit akhir. Sisanya? Ya… lebih banyak jadi penonton.
Tambahan tiga poin bikin PSIS sekarang nangkring di posisi delapan dengan 19 poin. Sementara Persiba Balikpapan harus rela turun ke zona degradasi dengan 17 poin setelah tumbang dari Persela.
Lima Laga Sisa
Buat PSIS, ini kayak keluar dari lubang jarum, setelah sebelumnya langganan posisi buncit atau dua terbawah. Eits, jangan terlalu santai dulu. Lima laga sisa PSIS malah isinya “boss fight” semua.
Skuad Mahesa Jenar bakal ketemu Barito Putera, Persipura Jayapura, Kendal Tornado, dan PSS Sleman. Cuma Persiku Kudus yang bisa dibilang sedikit lebih “adem”. Artinya? PSIS wajib curi poin di laga-laga berat kalau mau tetap hidup di Championship musim depan.
Kalau dilihat dari jadwal, Persiba Balikpapan juga nggak lebih santai. Mereka harus menghadapi tim-tim berat yang hampir sama. Bedanya, PSIS lagi di momentum. Kalau bisa konsisten, peluang bertahan jelas lebih terbuka.
Baca juga: PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri
Di sisi lain, nasib Persipal Palu makin suram. Dari 22 laga, belum sekalipun menang. Total cuma 7 poin, hasil dari 7 imbang dan 15 kalah. Posisi juru kunci? Fix. Bersama Sriwijaya FC, mereka jadi kandidat kuat “turun kasta”.
PSIS sekarang lagi ngebut keluar dari jurang degradasi, masalahnya, di depan masih banyak tikungan tajam. Jadi ya, kata Coach Andri bener juga: gas boleh, tapi rem jangan ilang… karena di Liga 2, yang lengah dikit aja bisa langsung balik ke bawah lagi. (tebe)


