BACAAJA, JAKARTA- Pemerintah resmi menetapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan lima hari dalam seminggu, mengikuti jadwal sekolah yang sekarang kebanyakan sudah full Senin-Jumat.
Keputusan ini dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Prabowo Subianto. Tapi jangan salah, aturan ini nggak berlaku kaku buat semua daerah. Menurut Dadan Hindayana selaku Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), ada pengecualian khusus buat wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan daerah dengan angka stunting tinggi.
Di wilayah-wilayah ini, MBG tetap dikasih sampai hari Sabtu. Tujuannya simpel tapi krusial: biar anak-anak tetap dapat asupan gizi setiap hari tanpa bolong. “Ini langkah strategis supaya kebutuhan gizi tetap terpenuhi,” kira-kira begitu penjelasannya.
Baca juga: Joget Boleh, Tapi Bukan di Dapur! SPPG Ini Langsung Disetop BGN
Menariknya lagi, kalau masih ada sekolah yang masuk enam hari, program ini juga bakal ikut ritme, alias ikut jalan enam hari. Jadi fleksibel, nggak one rule for all.
BGN sendiri lagi ngebut pendataan. Mulai dari jumlah sekolah, siswa, sampai tingkat stunting di tiap daerah. Data ini salah satunya mengacu pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan.
Tepat Sasaran
Biar programnya nggak zonk di lapangan, BGN juga bakal gandeng dinas pendidikan dan kesehatan daerah buat memastikan distribusinya tepat sasaran.
Di sisi anggaran, skema lima hari ini juga bukan tanpa alasan. Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, pengurangan frekuensi ini bisa bikin penghematan sampai sekitar Rp40 triliun per tahun.
Meski begitu, Presiden Prabowo tegas: program MBG ini bukan buat dikorbanin, bahkan di tengah tekanan ekonomi global. “Jangan sampai karena krisis malah dihentikan,” jadi garis besarnya.
Baca juga: Wakil Kepala BGN Kena Prank Pas Sidak, Ternyata Dapur MBG di Dekat Kandang Sapi
Selain bantu kesehatan anak, program ini juga punya efek domino ke ekonomi, dari rantai pasok pangan sampai peluang kerja di berbagai sektor.
Kadang yang namanya efisiensi itu identik sama “dipotong”. Tapi di kasus ini, yang dipotong cuma harinya, bukan niatnya. Karena kalau urusan gizi ikut libur, yang rugi bukan cuma hari ini… tapi masa depan juga ikut “ngedrop”. (tebe)


