BACAAJA JAKARTA – Persiapan ibadah haji 2026 makin mendekati garis finish. Pemerintah memastikan semua tahapan sudah berjalan sesuai jalur dan kini tinggal sentuhan akhir sebelum jemaah mulai berangkat.
Hal ini disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat bertemu jajaran Kemenhaj Jawa Timur di Jombang, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, progres persiapan sudah hampir 100 persen. Mulai dari teknis pemberangkatan sampai skema layanan di Tanah Suci, semuanya dipastikan siap jalan.
“Fokus kami jelas, keamanan dan keselamatan jemaah harus nomor satu,” ujarnya.
Jawa Timur sendiri punya peran penting, karena jadi penyumbang jemaah haji terbanyak di Indonesia. Jadi, kesiapan di wilayah ini ikut menentukan kelancaran keseluruhan.
Untuk jadwal, pemerintah sudah ngunci timeline resmi. Jemaah mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026, lalu diberangkatkan bertahap dalam dua gelombang. Puncaknya, wukuf di Arafah bakal berlangsung 26 Mei 2026, dilanjut Iduladha keesokan harinya.
Setelah rangkaian ibadah selesai, pemulangan jemaah dijadwalkan mulai awal Juni hingga awal Juli 2026.
Selain soal teknis, perhatian juga diarahkan ke pengelolaan dana haji yang jumlahnya nggak main-main, tembus sekitar Rp18 triliun. Pemerintah menegaskan bakal menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Bahkan, pengawasannya nggak tanggung-tanggung. Lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi ikut dilibatkan bareng aparat penegak hukum lainnya.
“Setiap rupiah harus balik jadi layanan terbaik buat jemaah,” tegas Irfan.
Targetnya, penyelenggaraan haji tahun ini bukan cuma lancar, tapi juga jadi contoh layanan publik yang bersih dan profesional. Arahnya jelas: transparan, aman, dan bikin jemaah merasa nyaman dari berangkat sampai pulang.
Menjelang hari H, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat. Harapannya, nggak ada drama teknis di lapangan, dan seluruh proses bisa berjalan mulus sesuai rencana.
Dengan persiapan yang hampir kelar, pemerintah optimistis haji 2026 bakal jadi salah satu yang paling rapi—nggak cuma soal jadwal, tapi juga soal pelayanan yang makin “niat” buat para jemaah. (*)

