BACAAJA, SEMARANG – Libur Lebaran memang selalu identik dengan jalan-jalan. Tapi di balik ramainya tempat wisata, ada juga cerita soal pengunjung yang tetap datang meski sudah ada larangan. Itu yang terjadi di Pancuran 13, Objek Wisata Guci, pada libur lebaran 2026.
Sejak H+3 lebaran, kawasan ini sudah dipenuhi orang. Padahal, statusnya masih ditutup karena kondisi pasca-banjir bandang belum benar-benar pulih. Tapi kenyataannya, banyak pengunjung tetap masuk, bahkan ikut berendam di pancuran darurat.
Pemandangan di lokasi terasa campur aduk. Di satu sisi, orang-orang terlihat santai menikmati air panas, tertawa bareng keluarga, seolah tidak ada masalah. Tapi di sisi lain, kondisi tempatnya sendiri masih jauh dari aman. Akses menuju pancuran saja masih pakai jembatan seadanya dari bambu dan kayu.
Bacaaja: Guci Kembali Dilanda Banjir Bandang: Kali Ini Lebih Parah, Tiga Jembatan Putus
Bacaaja: Giliran Wisata Guci Mendadak Luluh Lantak, Begini Gambarannya
Larangan sebenarnya sudah jelas terpampang di beberapa titik. Tapi ya begitu, tidak semua orang menggubris. Selama masih bisa masuk, pengunjung tetap berdatangan.
Iis Trisnawati (38), wisatawan asali Bumi Jawa, Tegal, mengaku cukup kaget melihat kondisi sekarang. Ia bilang suasananya sudah jauh berubah dibanding beberapa tahun lalu.
“pancuran 13 yang sempat porak poranda Sudah di pakai lagi menggunakan palaron ” katanya. Saat di konfirmasi Via WA. Selasa (24/03/2026).
Yang menarik, di tengah kondisi seperti ini, pedagang justru mulai ramai berdatangan. Jajanan, minuman, sampai oleh-oleh khas Guci dijajakan di sekitar lokasi. Suasananya jadi seperti pasar dadakan yang ikut hidup karena kerumunan wisatawan.
Dari pihak pengelola sendiri, sebenarnya sudah menegaskan bahwa Pancuran 13 masih belum boleh digunakan. Keputusan itu juga hasil koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, yang mempertimbangkan faktor keselamatan.
Tapi membatasi pengunjung di momen libur Lebaran memang bukan perkara mudah. Akhirnya, pengelola hanya bisa mengimbau agar wisatawan tidak berlama-lama di area tersebut.
Padahal, ada pilihan yang lebih aman. Pengunjung bisa menggunakan pemandian air panas tertutup yang sudah disediakan dan gratis. Sayangnya, banyak yang tetap memilih pancuran alami karena dianggap lebih seru dan “asli”.
Cerita ini jadi gambaran sederhana. kadang, keinginan untuk menikmati liburan bisa mengalahkan rasa waspada. Padahal, di tempat seperti ini, sedikit lengah saja bisa berisiko. (dul)


