BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung merespons laporan warga soal tumpahan sampah di Jalan Sultan Agung, dekat pertigaan pos polisi. Kejadian ini sempat viral di media sosial pada Selasa (24/3), bikin warganet auto komentar.
Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani memastikan tim kebersihan langsung turun ke lokasi begitu laporan masuk. Nggak pakai lama, proses pembersihan dilakukan secara cepat biar lalu lintas tetap lancar dan lingkungan nggak terganggu.
Baca juga: Sampah Numpuk? Pemkot Langsung Gercep
“Kami bergerak cepat, bahkan tidak sampai satu jam lokasi sudah kembali bersih,” ujar Glory. Dari hasil penelusuran CCTV, ternyata insiden ini melibatkan truk pengangkut sampah milik DLH yang sedang membawa muatan dari TPS Pasar Jangli menuju TPA. Di tengah perjalanan, sebagian sampah tumpah ke jalan.
Yang bikin kejadian ini terjadi, sopir diketahui melaju cukup kencang, hampir 60 km/jam, padahal batas yang ditentukan hanya 40 km/jam. Alasannya? Kejar setoran jadwal pengangkutan di dua titik lain yang juga lagi overload sampah.
Bersih Total
Penanganan awal dilakukan manual dulu, petugas nyapu sampah ke pinggir jalan sambil nunggu armada tambahan datang. Begitu truk pendukung tiba, sampah langsung diangkut kembali. Sekitar pukul 13.00 WIB, area sudah bersih total.
Meski sudah ditangani cepat, DLH tetap mengakui ini jadi kesalahan yang mengganggu kenyamanan warga. Permintaan maaf pun disampaikan secara terbuka.
Baca juga: Pemkot Semarang Gandeng Pesantren Kelola Sampah, Wujudkan Habit Lingkungan Bersih
“Selaku Kepala DLH, saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” tegas Glory. Nggak cuma minta maaf, tindak lanjut juga langsung jalan. Sopir yang terlibat sudah dipanggil dan diberi teguran, baik lisan maupun tertulis.
Meski punya rekam jejak kerja yang baik, aturan tetap ditegakkan. Kalau kejadian serupa terulang? DLH nggak main-main, sanksi berat sampai pemecatan siap dijatuhkan.
Selain itu, DLH juga bakal evaluasi total SOP pengangkutan sampah. Tujuannya jelas: biar kejadian kayak gini nggak keulang dan semua petugas makin disiplin soal keselamatan dan kebersihan.
Kadang yang bikin jalan kotor bukan sampahnya, tapi keburu-buru ngejar waktu. Untungnya, yang beresin juga nggak kalah cepat, kalau semua gercep, yang viral cuma sebentar, bersihnya yang tahan lama. (tebe)


