BACAAJA, PRAMBANAN- Fenomena arus mudik dan balik tahun ini benar-benar di luar ekspektasi. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa pergerakan kendaraan Lebaran 2026 jadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Hal ini disampaikan dalam video conference bareng pejabat penting seperti Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menko PMK Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, hingga Dirut Jasa Marga Rivan A. Purwantono. Lokasinya di Pos Terpadu Exit Tol Prambanan, Jateng.
Menurut Agus, Operasi Ketupat 2026 bukan cuma soal ngatur lalu lintas biar nggak macet total. Lebih dari itu, ini adalah “operasi kemanusiaan” yang ngawal semua aktivitas masyarakat, dari Ramadan sampai Idul Fitri bahkan Nyepi.
Baca juga: Semarang Nggak Drama: Mudik Padat, Balik Ramai, Tapi Lalu Lintas Tetap “Waras”
“Bukan cuma arus mudik dan balik, tapi semua momentum masyarakat harus aman,” jelasnya. Kalau ngomongin angka, ini yang bikin geleng kepala. Diperkirakan sekitar 3,5 juta kendaraan tumpah ruah ke jalur Trans Jawa, Jawa Barat, sampai Sumatera.
Puncak mudik aja tembus 270 ribu kendaraan dalam sehari, naik dari tahun lalu. Nah, pas arus balik? Lebih “gila” lagi. Angkanya nyentuh 256 ribu sampai 388 ribu kendaraan dalam satu hari. Naik sekitar 14,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Singkatnya: jalanan bukan padat lagi, tapi “overload versi Lebaran”.
Angka Kecelakaan
Tapi ada kabar yang cukup melegakan. Meski kendaraan membludak, angka kecelakaan justru turun. Data menunjukkan fatalitas korban meninggal berkurang sampai 28,30 persen, dan jumlah kecelakaan juga turun sekitar 2,30 persen. Artinya, padat iya, tapi tetap lebih aman.
Operasi Ketupat sendiri bakal resmi selesai 26 Maret. Tapi jangan salah, polisi nggak langsung “checkout”. Mereka lanjut dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama empat hari ke depan buat antisipasi gelombang arus balik susulan, terutama tanggal 28-29 Maret 2026. “Kami tetap di lapangan sampai arus balik benar-benar selesai,” tegas Agus.
Baca juga: Mudik 2026: Sepuluh Tol Fungsional Disiapkan
Langkah ini diambil supaya pemudik yang belum kebagian “jalan lengang” tetap bisa pulang dengan aman dan nyaman. Mudik tahun ini ngajarin satu hal: yang sabar bukan cuma hati, tapi juga kaki di pedal rem. Jalan boleh macet berjamaah, yang penting jangan sampai pulang tinggal nama. (tebe)


