BACAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan Posko Kemanusiaan Lebaran 2026 untuk membantu para pemudik yang melintas di wilayah Kota Semarang.
Posko tersebut mulai beroperasi sejak 13 hingga 20 Maret 2026 dan disiapkan sebagai titik layanan bagi pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan. Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martantono menjelaskan, ada dua titik posko utama yang disiapkan untuk melayani pemudik, khususnya pengguna kendaraan roda dua dan roda empat.
Posko pertama berada di halaman Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah di Jalan Setiabudi, tepat di seberang Batalyon Arhanud Banteng Raiders. Menurut Endro, lokasi tersebut dipilih karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, banyak pemudik roda dua yang melintas dan beristirahat di kawasan itu.
Baca juga: Mudik Gratis Jateng 2026 Siap Diluncurkan
“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, banyak pemudik roda dua yang singgah di lokasi tersebut karena mereka tidak menggunakan jalur tol,” ujar Endro. Ia menjelaskan, pemudik yang melintas di titik tersebut umumnya berasal dari wilayah barat Indonesia seperti Jabodetabek, Lampung, hingga Sumatera Selatan.
Setelah singgah di Semarang, mereka biasanya melanjutkan perjalanan menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Solo, Yogyakarta, Magelang, Wonogiri hingga Sragen.
Sementara itu, posko kedua berada di Kantor BPBD Kota Semarang di Jalan Brigjen Sudiarto, kawasan Terminal Penggaron, yang juga menjadi salah satu jalur strategis perlintasan pemudik. “Jadi ada dua posko utama yang kami siapkan untuk membantu para pemudik,” kata Endro.
Layanan Pemudik
Menurutnya, keberadaan Posko Kemanusiaan Lebaran ini diharapkan dapat membantu kelancaran arus mudik sekaligus memberikan layanan bagi pemudik yang membutuhkan tempat istirahat maupun bantuan darurat.
“Harapan kami posko ini bisa membantu memperlancar arus mudik, khususnya bagi pemudik kendaraan bermotor. Semua layanan yang kami sediakan gratis,” jelasnya. Di posko tersebut, BPBD menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari pengecekan kendaraan gratis, mekanik darurat, hingga bantuan bagi kendaraan yang mengalami mogok di perjalanan.
Jika ada pemudik yang mengalami masalah kendaraan, petugas juga siap m embantu penanganan seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya itu, pemudik juga bisa memanfaatkan tempat istirahat dengan kapasitas sekitar 10 tempat tidur, makan dan minum gratis untuk sahur maupun berbuka puasa, dapur umum, layanan kesehatan, hingga akses Wifi gratis.
Baca juga: Mudik Gratis Pemprov, 346 Bus dan 17 Kereta Siap Antar Pemudik ke Kampung Halaman
Endro menegaskan, keberadaan posko ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan mudik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. “Ini menunjukkan bahwa Kota Semarang selalu siap menyambut dan melayani para pemudik yang melintas. Kami ingin mewujudkan mudik Lebaran 2026 yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian,” pungkasnya.
Mudik memang identik dengan perjalanan panjang, bensin yang cepat habis, dan badan yang mulai protes di tengah jalan. Tapi setidaknya di Semarang, ada satu tempat di mana pemudik bisa berhenti sebentar, ngecas tenaga, ngecek motor, bahkan numpang wifi sebelum kembali melanjutkan tradisi tahunan paling ramai di negeri ini: pulang kampung. (tebe)


