Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mau Coba Keong Sawah Rebus Rempah? Ini Takjil Legendaris Purwokerto
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Mau Coba Keong Sawah Rebus Rempah? Ini Takjil Legendaris Purwokerto

Permintaan keong melonjak drastis setiap Ramadan. Jika di hari biasa penjualan hanya sekitar 15 hingga 30 kilogram per hari, saat Ramadan jumlahnya bisa tembus 100 kilogram

Nugroho P.
Last updated: Maret 13, 2026 3:56 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Selama Ramadan, penjualan keong di lapak Danny hampir selalu habis. Dalam sehari, sekitar 100 kilogram keong matang bisa ludes dibeli pelanggan.
SHARE

BACAAJA, PURWOKERTO – Aroma rempah kuat langsung tercium dari dapur sederhana di sudut rumah Danny Alfry di Purwokerto Lor, Banyumas. Wajan besar di atas tungku tampak dipenuhi keong sawah yang sedang direbus hingga warnanya berubah kekuningan. Di bulan Ramadan, olahan keong hangat ini justru makin diburu warga untuk menu berbuka puasa.

Danny mengaku permintaan keong melonjak drastis setiap Ramadan. Jika di hari biasa penjualan hanya sekitar 15 hingga 30 kilogram per hari, saat Ramadan jumlahnya bisa tembus 100 kilogram. Lonjakan ini membuat lapaknya hampir selalu ramai pembeli menjelang waktu berbuka.

Menurut Danny, jenis keong yang digunakan adalah keong sawah yang banyak ditemukan di area persawahan. Keong jenis ini dianggap paling cocok diolah karena teksturnya lebih kenyal dan rasanya gurih. Tak heran jika menu sederhana ini justru menjadi favorit banyak orang.

Proses memasak keong ternyata tidak sebentar. Danny harus merebus keong selama empat hingga enam jam agar bumbu meresap sempurna. Perebusan lama juga membuat daging keong menjadi lebih empuk saat dimakan.

Ia biasanya mulai memasak sejak subuh agar keong siap dijual pada siang hingga sore hari. Selama proses memasak, berbagai rempah dimasukkan ke dalam wajan besar. Campuran bumbu itulah yang membuat aroma masakan tercium dari jauh.

Bumbu dasar yang dipakai cukup beragam. Mulai dari cabai, bawang merah, bawang bombay, serai, hingga kunyit. Meski sekilas terlihat seperti rica-rica, Danny menegaskan racikan keong buatannya tidak menggunakan merica.

Cita rasa rempah yang kuat menjadi daya tarik utama menu ini. Kuahnya berwarna kemerahan dengan aroma khas yang menggoda. Banyak pembeli mengaku langsung lapar hanya dari mencium aromanya.

Selama Ramadan, penjualan keong di lapak Danny hampir selalu habis. Dalam sehari, sekitar 100 kilogram keong matang bisa ludes dibeli pelanggan. Pembeli biasanya datang sejak sore untuk membeli keong sebagai lauk berbuka.

Namun di awal Ramadan tahun ini, Danny sempat mengalami kendala pasokan bahan baku. Hujan deras membuat pencarian keong di sawah menjadi lebih sulit. Akibatnya, pasokan yang datang sempat menurun drastis.

Pada salah satu hari di awal Ramadan, ia hanya mendapatkan sekitar 50 kilogram keong. Jumlah itu tentu jauh dari kebutuhan biasanya. Meski begitu, ia tetap berusaha memenuhi permintaan pelanggan.

Untuk menutupi kekurangan stok, Danny akhirnya mendatangkan keong dari luar daerah. Sebagian pasokan didatangkan dari wilayah Kabupaten Demak. Kerja sama dengan pemasok lama membuat usahanya tetap berjalan.

Setelah bahan baku tersedia, keong langsung dibersihkan sebelum dimasak. Proses ini penting agar keong benar-benar bersih sebelum masuk ke wajan. Setelah itu barulah dimasak dengan bumbu rempah yang sudah disiapkan.

Keong yang sudah matang kemudian dijual dengan harga Rp60 ribu per kilogram. Harga tersebut sudah termasuk bumbu lengkap yang meresap ke dalam daging keong. Bagi banyak pelanggan, harga ini masih dianggap cukup terjangkau.

Dengan penjualan sekitar 100 kilogram per hari, omzet Danny bisa mencapai jutaan rupiah selama Ramadan. Dalam sehari, pendapatannya bisa menyentuh sekitar Rp6 juta. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.

Usaha keong ini ternyata bukan usaha baru bagi keluarga Danny. Bisnis tersebut sudah dirintis oleh sang ayah sejak era 1990-an. Kini Danny melanjutkan usaha keluarga setelah ayahnya meninggal dunia pada Desember lalu.

Bagi Danny, usaha ini bukan sekadar mencari nafkah. Ia juga ingin mempertahankan kuliner yang sudah dikenal warga sejak lama. Banyak pelanggan yang datang karena sudah mengenal keong racikan keluarganya.

Ia juga memastikan masakan keong ini cukup tahan lama. Jika disimpan dalam kondisi dingin, keong matang bisa bertahan hingga dua hari. Saat ingin dimakan kembali, cukup dipanaskan agar rasanya kembali nikmat.

Menjelang sore, suasana lapak Danny biasanya mulai ramai. Pembeli berdatangan sekitar pukul dua siang untuk memesan lebih dulu. Bahkan tak jarang dagangannya sudah habis sebelum waktu berbuka.

Salah satu pelanggan setia, Putra, mengaku selalu membeli keong di tempat ini setiap Ramadan. Menurutnya, rasa rempahnya berbeda dibanding keong di tempat lain. Baginya, berbuka puasa terasa kurang lengkap jika belum menyantap keong racikan Danny. (*)

You Might Also Like

Dijamin Bikin Nagih! 7 Kreasi Udang Paling Hits dari Saus Padang sampai Crispy

Dataran Tinggi Dieng Ramai Banget, Wisatawan Serbu Sekali Lagi

Purwokerto Biasa Saja Katanya, Tapi Bikin Orang Betah Lama Tinggal

Biar Turis Nggak Cuma Lewat, Waka DPRD Jateng Dorong Destinasi Satu Jalur Aglomerasi

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

TAGGED:kracakulinerkuliner ramadanpurwokerto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. BREAKING NEWS: Giliran Bupati Cilacap Kena OTT KPK
Next Article Jalan Semarang-Godong Rampung Diperbaiki

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEDULI KESEHATAN PERSONEL - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah membangun kebiasaan peduli kesehatan personel melalui pelaksanaan Daily Health Checking sebelum memulai aktivitas kerja.

PLΝ Icon Plus Bangun Kebiasaan Peduli Kesehatan Personel melalui Daily Health Checking

PSHAT TEMUI JOKOWI - Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Murjoko, dan jajaran pengurus bertemu dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Jokowi, di Solo, Senin (14/9/2026).

Ketua PSHT Pusat Madiun Temui Jokowi di Sumber, Bahas Agenda Politik?

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Detik-detik Purbaya ‘Dipecat’ Prabowo, Masih Pimpin Rapat hingga Telepon dari ‘Bapak’ Berdering

BERSIAP LOMBA - Tiga peserta MTQ Nasional Cabang Fahmil Qur'an dari Maluku Utara sedang menyiapkan diri untuk lomba, Senin (14/9/2026). Satu di antaranya adalah Saifullah, yang mengaku jatuh cinta akan indahnya Semarang. (dul)

Peserta MTQ Nasional dari Ternate Jatuh Cinta Keindahan Semarang

MENKEU BARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet lagi. Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).

BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle Kabinet, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Ribuan Pil Terlarang Disita dari Penghuni Kos di Purwokerto

September 23, 2025
Kepala Disbudpar Kota Semarang
Plesir

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Maret 28, 2026
Plesir

Senja, Jajan, dan Jalan Santai: Ngabuburit Seru Purwokerto

Februari 20, 2026
Hukum

Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto Jadi Tersangka Investasi Bodong

Juni 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mau Coba Keong Sawah Rebus Rempah? Ini Takjil Legendaris Purwokerto
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?