BACAAJA, SEMARANG– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I 2026 di Kota Semarang resmi ditutup. Tapi yang ditinggal bukan cuma seremoni, melainkan sederet perubahan di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati.
Lewat program ini, TNI, Pemerintah Kota Semarang, dan warga bahu-membahu membangun lingkungan yang lebih layak. Mulai dari infrastruktur sampai kegiatan pemberdayaan masyarakat, semuanya dirancang biar manfaatnya langsung kerasa di kampung.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut, TMMD sebagai contoh nyata kolaborasi yang bukan cuma sekadar jargon. “Kita menyaksikan betapa indahnya kemanunggalan TNI bersama rakyat,” kata Agustina saat menghadiri penutupan TMMD di Ruang Lokakrida lantai 8 Gedung Moch Ihsan, Balaikota Semarang, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Perubahan APBD Jateng 2025: Tetap Fokus Infrastruktur dan Dukung Swasembada Pangan
Fokus program tahun ini memang diarahkan ke Mangunsari. Beberapa pekerjaan fisik langsung digarap, seperti perbaikan saluran drainase, pembangunan talud, hingga penambahan satu tandon air untuk kebutuhan warga.
Bukan cuma itu, ada juga renovasi 10 rumah tidak layak huni (RTLH) yang mendapat dukungan dari Baznas Kota Semarang. Rumah yang sebelumnya jauh dari kata nyaman kini mulai berubah jadi tempat tinggal yang lebih manusiawi.
Kegiatan Sosial
Tapi TMMD nggak melulu soal bangunan. Ada juga rangkaian kegiatan sosial yang bikin kampung makin hidup. Mulai dari donor darah, seminar kebangsaan, sosialisasi dari berbagai dinas, Gebyar TMMD, bazar UMKM, sampai pelayanan KB keliling.
Program lain yang ikut digulirkan antara lain simulasi makanan bergizi lewat program Dashat untuk penanganan stunting, pelatihan budidaya jamur, hingga edukasi pengolahan sampah organik.
Menurut Agustina, semua kegiatan itu dirancang supaya pembangunan bukan cuma terlihat, tapi juga terasa manfaatnya bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan warga untuk ikut menjaga hasil pembangunan yang sudah ada.
Baca juga: Wali Kota Agustina Paparkan Enam Prioritas Pembangunan 2026, Tekankan Peran Aktif Warga
Sebab menurutnya, keterlibatan TNI dalam TMMD bukan sekadar membangun jalan atau talud, tapi juga membantu penataan lingkungan hingga pengendalian banjir di Kota Semarang.
Jadi kalau suatu hari Mangunsari makin rapi, drainase lancar, rumah warga makin layak, dan kampungnya makin hidup, jangan kaget. Kadang pembangunan memang butuh satu hal sederhana: tentara yang turun ke kampung… dan warga yang nggak cuma nonton. (tebe)


