Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Puasa Belum Tentu Bikin Taqwa Naik, UAH Ingatkan Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Puasa Belum Tentu Bikin Taqwa Naik, UAH Ingatkan Ini

Menurutnya, orang yang serius menjalani puasa biasanya terlihat dari perubahan ibadahnya selama Ramadan. Ada peningkatan yang nyata, bukan justru tetap sama seperti bulan-bulan biasa.

Nugroho P.
Last updated: Maret 5, 2026 9:36 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
Ustadz Adi Hidayat (UAH)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bulan Ramadan selalu datang dengan harapan besar. Banyak orang menjalani puasa dengan niat ingin jadi pribadi yang lebih baik dan tentunya berharap derajat taqwanya ikut naik. Tapi ternyata, menurut ustadz Adi Hidayat, hal itu tidak otomatis terjadi pada semua orang.

Dalam salah satu ceramahnya, ustaz yang akrab disapa UAH ini menegaskan bahwa puasa baru benar-benar berdampak pada peningkatan taqwa jika dijalani dengan kesungguhan. Bukan sekadar menahan lapar dan haus dari pagi sampai magrib.

Menurutnya, orang yang serius menjalani puasa biasanya terlihat dari perubahan ibadahnya selama Ramadan. Ada peningkatan yang nyata, bukan justru tetap sama seperti bulan-bulan biasa.

UAH menyebut ada tiga amalan penting yang jadi tanda seseorang benar-benar “all out” memanfaatkan Ramadan. Yang pertama adalah meningkatkan kualitas sholat. Bukan hanya menjaga sholat wajib, tapi juga menambah dengan sholat sunah seperti tarawih, tahajud, hingga duha.

Semakin rajin seseorang memperbanyak sholat sunah, semakin besar peluangnya untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan memperdalam makna ibadah puasanya.

Hal kedua adalah memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Ramadan memang dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Karena itu, membaca, memahami, bahkan mencoba mengamalkan isi Al-Qur’an menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual selama bulan ini.

Selain itu, UAH juga menekankan pentingnya berbagi lewat infak atau sedekah. Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin terasa ketika Ramadan tiba.

Artinya, bulan ini bukan cuma soal ibadah pribadi, tapi juga soal kepedulian kepada orang lain. Semakin banyak seseorang berbagi, semakin terbuka peluangnya untuk meraih nilai taqwa yang lebih tinggi.

Meski begitu, semua amalan itu harus dilakukan dengan niat yang tulus. Kalau puasa hanya dijalani sebagai rutinitas—sekadar menahan lapar dan haus—tanpa memperbaiki ibadah maupun akhlak, maka dampaknya bisa jadi minim.

Puasa yang berkualitas seharusnya membawa perubahan. Mulai dari cara berpikir, kebiasaan sehari-hari, sampai sikap terhadap orang lain.

Karena itu, Ramadan sebenarnya adalah kesempatan emas untuk membentuk kebiasaan baik. Jika dimanfaatkan dengan serius, kebiasaan tersebut bisa terus terbawa bahkan setelah bulan puasa selesai. (*)

You Might Also Like

Kontingen Jateng Siap Berlaga di Pornas Korpri 2025, Sekda: Main Jujur dan Sportif!

Puluhan Ribu Arsip Kuno Jateng Alih ke Digital

Tokoh Agama Kecipratan Duit Korupsi PT CSA Cilacap Rp237 Miliar: Haram di Bibir, Halal di Rekening?

Eks Buruh Sritex Bilang Kerja Kurator Lambat Kayak Kura-kura, PN Semarang: Ada Peluang Diganti!

Begini Profil Kilang Pertamina RU Dumai yang Terbakar, Operasi Sejak 1971, Ini BBM yang Dihasilkan

TAGGED:puasaramadanUAHustadz adi hidayat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Aduh! Cuma Gara-Gara Senggolan, Sopir Taksi Online Ditodong Oknum Tentara
Next Article Wali Kota Solo Respati Ardi mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Solo Periode 2026-2030, di Balai Tawangarum Balai Kota Solo, Kamis (5/3/2026). Duta Pancasila Solo Resmi Dilantik, Respati: Anak Muda Harus Jadi Role Model Nasionalisme

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wali Kota Solo Respati Ardi mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Solo Periode 2026-2030, di Balai Tawangarum Balai Kota Solo, Kamis (5/3/2026).

Duta Pancasila Solo Resmi Dilantik, Respati: Anak Muda Harus Jadi Role Model Nasionalisme

Puasa Belum Tentu Bikin Taqwa Naik, UAH Ingatkan Ini

Aduh! Cuma Gara-Gara Senggolan, Sopir Taksi Online Ditodong Oknum Tentara

Karateka Seluruh Indonesia Siap Adu Skill di KASAL Cup

Angin Sapu Banyumas Semalam, Puluhan Bencana Datang Barengan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku bahwa tunjangan rumah Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR RI lebih efisien. Foto: dok.humas
NasionalPolitik

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri

Agustus 20, 2025
Daerah

Posyandu di Surakarta Buka Layanan Mental Buat Anak Muda

Januari 17, 2026
skuad Timnas Indonesia
Sepak Bola

Indonesia Lolos Piala Dunia 2026, Apabila Keadaannya Begini

Mei 21, 2025
Info

Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik

Januari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Puasa Belum Tentu Bikin Taqwa Naik, UAH Ingatkan Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?