BACAAJA, BANYUMAS – Malam di Banyumas mendadak berubah jadi penuh drama. Hujan deras yang datang bareng angin kencang pada Rabu malam bikin daerah ini dihantam rentetan bencana dalam waktu singkat.
Data dari BPBD Banyumas mencatat sedikitnya 44 kejadian bencana hanya dalam beberapa jam hingga sekitar pukul 21.27 WIB. Mulai dari pohon tumbang, atap rumah beterbangan, sampai akses jalan yang sempat tertutup total.
Di tengah situasi itu, dua warga dilaporkan terluka setelah tertimpa pohon tumbang saat melintas di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran. Supit (52) mengalami luka ringan, sementara Henry (56) merasakan nyeri di bagian dada. Keduanya langsung dilarikan ke RS Sinar Kasih untuk mendapatkan perawatan.
Menurut BPBD Banyumas, sebagian besar kejadian malam itu dipicu pohon tumbang yang menutup jalan serta kerusakan rumah akibat terpaan angin kencang.
Dari data sementara, sekitar 32 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda. Ada yang hanya atapnya copot, tapi ada juga rumah yang benar-benar tertimpa pohon besar.
Wilayah yang paling terasa dampaknya adalah Kecamatan Kedungbanteng. Sedikitnya 12 rumah warga rusak di beberapa desa seperti Kutaliman, Dawuhan Kulon, Baseh, Kalikesur hingga Windujaya. Di Windujaya sendiri, enam rumah dilaporkan kehilangan sebagian atapnya.
Di Kecamatan Lumbir situasinya juga tak kalah kacau. Tujuh rumah warga dan sebuah kios pupuk ikut rusak diterjang angin. Bahkan dua pohon besar sempat menutup jalur nasional Wangon–Lumbir–Karangpucung sebelum akhirnya berhasil dibersihkan oleh petugas.
Ada juga kejadian yang cukup bikin warga kaget di Desa Karanggayam. Rumah milik seorang warga bernama Hadi tertimpa empat pohon jati sekaligus. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakannya.
Bencana malam itu ternyata juga menyasar fasilitas umum. Atap SMP Negeri 2 Cilongok di Desa Panembangan ikut rusak diterjang angin, sementara di Desa Langgongsari pohon tumbang sempat mengenai jaringan listrik.
BPBD Banyumas langsung menurunkan tim gabungan untuk membersihkan pohon tumbang sekaligus melakukan pendataan di berbagai lokasi.
Yang perlu diingat, ancaman cuaca ekstrem belum sepenuhnya lewat. BMKG memperkirakan potensi hujan deras dan angin kencang masih bisa terjadi hingga 7 Maret mendatang.
Karena itu warga diminta tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin. Hindari berteduh di bawah pohon besar dan segera laporkan jika ada potensi bahaya di sekitar lingkungan. (*)


