Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Dijamin Geger! 105 Ribu Pikap di Impor dari India, Siapa Untung Siapa Waswas?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Dijamin Geger! 105 Ribu Pikap di Impor dari India, Siapa Untung Siapa Waswas?

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, akhirnya buka suara. Ia menegaskan, impor kendaraan jenis mobil, termasuk pikap, tidak memerlukan Persetujuan Impor atau PI.

Nugroho P.
Last updated: Februari 22, 2026 2:34 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Mahindra Scorpio , asal India.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Isu impor 105 ribu pikap buat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih lagi ramai banget dibahas. Angkanya nggak main-main, nilainya juga bikin orang melongo. Warganet mulai tanya-tanya, ini sebenarnya gimana ceritanya?

Sorotan makin tajam karena pengadaannya datang dari India, bukan dari pabrikan dalam negeri. Padahal kebutuhan kendaraan niaga di Indonesia juga bisa dipenuhi industri lokal.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, akhirnya buka suara. Ia menegaskan, impor kendaraan jenis mobil, termasuk pikap, tidak memerlukan Persetujuan Impor atau PI.

“Kalau mobil kan bebas. Mobil kan tidak perlu PI, tidak perlu rekomendasi,” ujar Budi saat ditemui wartawan di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, secara aturan perdagangan, kendaraan utuh memang tidak masuk kategori yang wajib rekomendasi teknis dari kementerian lain. Jadi dari sisi regulasi, langkah itu dinilai tidak menabrak aturan.

Impor ini dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih. Total yang dikontrak mencapai 105.000 unit, dengan nilai sekitar Rp 24,66 triliun.

Dua raksasa otomotif India kebagian pesanan besar itu, yakni Mahindra & Mahindra Ltd dan Tata Motors. Pembagiannya pun sudah jelas.

Mahindra disebut menerima pesanan 35.000 unit single cabin Scorpio Pick Up. Sementara Tata Motors mengantongi 70.000 unit, terdiri dari 35.000 pikap Yodha dan 35.000 truk Ultra T.7.

Pihak Mahindra bahkan sudah mengumumkan kontrak tersebut lewat situs resminya. Kerja sama ini disebut bakal mendongkrak volume ekspor internasional mereka secara signifikan.

CEO Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, menyatakan optimisme. Ia menyebut volume besar dari Indonesia akan memperkuat performa ekspor perusahaan pada tahun fiskal berikutnya.

Di sisi lain, Direktur Distribusi Tata Motors Indonesia, Asif Shamim, juga menekankan bahwa produk mereka dirancang untuk daya tahan tinggi dan efisiensi operasional.

Meski begitu, keputusan impor ini nggak lepas dari kritik. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyindir bahwa industri otomotif dalam negeri sebenarnya mampu memproduksi kendaraan pikap.

Menurut Agus, kualitas pikap buatan dalam negeri juga sudah teruji dan diterima luas oleh pelaku usaha. Jadi secara kapasitas dan mutu, bukan hal yang mustahil untuk dipenuhi lokal.

Ia mengingatkan, kalau seluruh kebutuhan dipenuhi lewat impor, maka nilai tambah ekonomi justru mengalir ke luar negeri. Dampaknya bukan cuma soal uang, tapi juga peluang kerja yang hilang.

“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri,” tegasnya dalam keterangan resmi.

Di titik ini, perdebatan jadi makin seru. Satu sisi bicara soal aturan perdagangan yang memang membolehkan impor tanpa PI, sisi lain menyoroti keberpihakan pada industri nasional.

Buat pemerintah, pengadaan ini disebut demi memperkuat logistik Kopdes Merah Putih agar distribusi barang di desa-desa makin lancar. Tapi publik tetap bertanya, kenapa bukan produksi dalam negeri yang diutamakan?

Angka 105 ribu unit jelas bukan jumlah kecil. Dengan nilai kontrak puluhan triliun rupiah, wajar kalau publik ingin transparansi dan penjelasan detail.

Akhirnya, isu ini bukan sekadar soal pikap dari India. Ini tentang arah kebijakan, keberpihakan industri, dan bagaimana negara menyeimbangkan kebutuhan cepat dengan kepentingan jangka panjang.

Sekarang bola ada di pemerintah untuk menjelaskan lebih rinci. Karena di tengah kebutuhan desa yang mendesak, pertanyaan publik juga nggak bisa dianggap angin lalu. (*)

You Might Also Like

Stok Beras Bulog Tembus 4,2 Juta Ton! Tapi Serapan Gabah Seret, Petani Masih Kena “Tusuk” Tengkulak?

4 Kandidat Driver Bus Profesional JIDS LPK Hiro-LPK Kamisora Disambut Langsung Sacho Osaka Bus Jepang

Gaji Cuma “Nempel” di Kalender

Sri Mulyani Direshuffle, IHSG Langsung Goyang. Pasar Panik?

Urusan Pajak, Jateng Naik Podium Nasional

TAGGED:asal India.ilustrasi Mahindra Scorpioimpor mobilpick uppt agrinas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Puasa Jalan, Umbar Aurat Terbuka Kemana mana, Batal Nggak Puasanya?
Next Article Remaja Perang Sarung Tengah Malam, Rawalo Nyaris Ricuh

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mayat Tangan Terikat Lakban di Sungai Citandui Bikin Geger

Rp8 Juta, Kapal Asing, Vonis Mati Mengintai

Remaja Perang Sarung Tengah Malam, Rawalo Nyaris Ricuh

Dijamin Geger! 105 Ribu Pikap di Impor dari India, Siapa Untung Siapa Waswas?

Puasa Jalan, Umbar Aurat Terbuka Kemana mana, Batal Nggak Puasanya?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Anak Jateng Didorong Naik Level di Jepang

Januari 24, 2026
Ilustrasi keindahan Bali.
Ekonomi

Bali Makin Sepi? Koster Sentil Penerbangan Domestik Jadi Pemicu Menurunnya Wisatawan

Januari 1, 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Ambisi Purbaya Pakai AI di Bea Cukai, Berapa Sih Total Biayanya?

Desember 12, 2025
Ekonomi

Penerbangan Solo-Bandung & Solo-Surabaya Comeback

Desember 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dijamin Geger! 105 Ribu Pikap di Impor dari India, Siapa Untung Siapa Waswas?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?