Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Masjid Raya Baiturrahman Stop Speaker Luar Pukul 21.00
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Masjid Raya Baiturrahman Stop Speaker Luar Pukul 21.00

Ramadan itu bukan hanya soal ibadah yang khusyuk, tapi juga soal hidup bareng tetangga. Di Semarang, Masjid Raya Baiturrahman di kawasan Simpanglima bikin aturan yang bikin adem: syiar tetap jalan, tapi speaker luar nggak boleh kebablasan. Biar tarawih tetap khidmat, warga sekitar juga tetap bisa istirahat.

T. Budianto
Last updated: Februari 19, 2026 8:17 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Masjid Raya Baiturrahman di kawasan Simpanglima. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pengurus Masjid Baiturrahman Semarang resmi membatasi penggunaan pengeras suara luar selama Ramadan. Kebijakan ini disampaikan Ketua Takmir, Dr KH Multazam Ahmad, MPd, Kamis (19/2/2026).

Intinya simpel: azan tetap pakai pengeras suara luar, tadarus juga boleh. Tapi lewat pukul 21.00 WIB? Speaker luar istirahat dulu. Kalau kegiatan tadarus masih lanjut setelah jam 21.00, suara bakal dialihkan ke pengeras suara dalam masjid. Jadi nggak ada lagi cerita semalaman full speaker luar. “Tidak semalam suntuk menggunakan pengeras suara luar,” kata Multazam.

Keputusan ini bukan ujug-ujug. Sudah lewat kesepakatan dewan masjid dengan satu tujuan: ibadah jalan, lingkungan tetap nyaman. Termasuk soal tradisi membangunkan sahur yang tetap ada, tapi dilakukan dengan bijak dan nggak berlebihan.

Berusaha Fleksibel

Multazam mengakui, pernah ada warga yang menyampaikan kondisi tertentu, seperti anggota keluarga yang sakit. Karena itu, pihak masjid berusaha fleksibel dan terbuka kalau ada pengaduan.

“Kalau ada warga sakit, tentu kita jelaskan dan atur agar tidak mengganggu,” ujarnya. Pengurus juga mengingatkan jamaah supaya nggak mentang-mentang di masjid lalu volume digeber maksimal. Aturan sudah ada: speaker luar dibatasi sampai pukul 21.00 WIB untuk tarawih dan tadarus. Selebihnya, cukup pakai speaker dalam.

Pesannya jelas: Ramadan bukan cuma soal kerasnya suara syiar, tapi juga lembutnya sikap saling memahami. Karena ibadah yang indah itu bukan yang paling lantang terdengar, tapi yang paling bikin sekitar merasa nyaman. (tebe)

You Might Also Like

Polda Jateng Bongkar Praktik Oplosan Gas Melon di Semarang

Layer Cukai Mau Ditambah, Gappri: Kami Jangan Cuma Jadi Penonton

Menteri Perencanaan Pembangunan Bilang Lebih Penting MBG daripada Lapangan Kerja

Mahesa Jenar vs Joko Tingkir, Siapa Menang?

Sekda Jateng: Enam Hari Sekolah Masih Dikaji

TAGGED:headlinemasjid raya baiturrahmanpemkot semarangspeaker luar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lurah Jangan Main-Main! Ada Jaga Desa, Salah Ketik Anggaran Bisa Ketahuan
Next Article Galau, Tahajud atau Sahur Dulu? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Adzan Maghrib Belum Kedengeran, Buka Puasanya Nunggu Apa?

Buka Puasa Nggak Harus Kurma, Santai Aja, Kata Gus Baha Ini juga Bisa

Mau Gratis Buka dan Sahur di Masjid Kampus UGM? Ini Caranya

Ilustrasi pencairan uang BLT.

THR Lebaran 2026 Wajib Cair, Karyawan Swasta Ini Jadwalnya

Gara-Gara Eks Kapolres Bima, Urine Anggota Polri Dites Serentak 

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Separuh Kota Semarang Sudah CKG, Sisanya Jangan Ngumpet

Januari 9, 2026
Kandang babi di Sragen telah beroperasi jauh sebelum SPPG dibangun di sebelahnya.
Info

Datang Pengennya Gusur Ternak Babi, SPPG di Sragen Akhirnya Malah Direlokasi

Januari 8, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut, kemeriahan Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, menjadi bukti kesolidan antaretnis di Solo kian mantap.
Info

Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, Respati: Kerukunan Etnis di Solo Makin Solid

Februari 6, 2026
Daerah

Pemkot Semarang Dorong Perda Pesantren

Oktober 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Masjid Raya Baiturrahman Stop Speaker Luar Pukul 21.00
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?