Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Libur Ramadhan Nggak Full, Sekolah Tetap Jalan Santai
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Libur Ramadhan Nggak Full, Sekolah Tetap Jalan Santai

Di awal puasa, tanggal 18 sampai 21 Februari 2026, siswa belajar mandiri di rumah. Tugasnya ringan dan nggak bikin stres.

Nugroho P.
Last updated: Februari 17, 2026 11:26 am
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
ilustrasi anak sekolah
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pemerintah akhirnya ngasih format jelas soal sekolah selama bulan puasa 2026. Jadi bukan libur full, tapi juga bukan belajar berat kayak hari biasa.

Aturannya keluar lewat surat edaran bareng tiga kementerian. Tujuannya biar belajar tetap jalan tapi anak nggak kelelahan.

Edaran itu ditandatangani Abdul Mu’ti, Nasaruddin Umar, dan Tito Karnavian. Semua daerah diminta ngikutin pola yang sama.

Menurut Abdul Mu’ti, Ramadhan bukan cuma soal ibadah pribadi. Sekolah juga dipakai buat ngebangun karakter anak.

“Ramadhan itu momen memperkuat iman, akhlak, dan kepedulian sosial,” katanya. Karena itu pembelajaran dibuat lebih humanis.

Di awal puasa, tanggal 18 sampai 21 Februari 2026, siswa belajar mandiri di rumah. Tugasnya ringan dan nggak bikin stres.

Sekolah diminta nggak kebanyakan PR digital. Pemakaian gadget juga ditekan seminim mungkin.

Mulai 23 Februari sampai 14 Maret 2026, murid masuk sekolah lagi. Tapi nuansanya beda dari hari biasa.

Selain pelajaran, bakal ada kegiatan keagamaan dan sosial. Fokusnya pembentukan sikap, bukan sekadar nilai.

Untuk siswa muslim dianjurkan ikut tadarus dan pesantren kilat. Sementara yang nonmuslim ikut bimbingan rohani sesuai keyakinannya.

“Pembelajaran tetap bermakna tanpa membebani,” ujar Abdul Mu’ti.

Libur Idul Fitri berlangsung 16 sampai 20 Maret dan lanjut 23 sampai 27 Maret. Waktunya dipakai silaturahmi keluarga.

Sekolah normal lagi mulai 30 Maret 2026. Aktivitas kembali seperti kalender biasa.

Sekolah juga diminta mengurangi kegiatan fisik berat. Pelajaran olahraga nggak dibuat terlalu menguras tenaga.

Guru fokus ke asesmen ringan dan perhatian ke siswa yang tertinggal. Anak berkebutuhan khusus juga dapat perhatian khusus.

Orang tua punya peran besar selama belajar di rumah. Mereka diminta dampingi anak dan atur penggunaan internet.

Anak juga diajak ikut kegiatan sosial dan ibadah lingkungan. Sekaligus dijaga dari kekerasan maupun risiko pernikahan dini.

Pemerintah berharap puasa jadi ruang pendidikan karakter. Bukan cuma nahan lapar, tapi juga belajar jadi pribadi lebih matang. (*)

You Might Also Like

Laksana Aksara: Gerak Baru Bedana Nyetel Bareng Warga

RUU Sisdiknas dan “PR Besar” Papua Pegunungan: Ketika Pendidikan Tak Cukup Sekadar Regulasi

Wagub Taj Yasin: Kampus Harus Jadi Markas Toleransi, Bukan Ajang Perundungan

Mahasiswa Unwahas KKN ke Malaysia, Bawa Misi Literasi Bantu Anak Migran

Sekolah Kemitraan, Andalan Jateng Atasi Keterbatasan Kuota

TAGGED:libur sekolahpuasaramadhan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua Golkar Jateng M Saleh meraih gelar doktor bidang hukum dari Universitas Islam Sultan Agung, Sabtu (14/2/2026). Disertasinya terkait keadilan ekologis PSN menuai apresiasi. Dinilai Implementatif, Gagasan Mohammad Saleh Layak Diaplikasikan dalam PSN
Next Article Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Semarang (tengah) menerima Remisi Khusus Hari Raya Imlek, Selasa (17/2/2026). Foto: Dok. Lapas Semarang. Warga Binaan Lapas Semarang Terima Remisi Khusus Imlek

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PDIP: Imlek Bukan Cuma Bagi Angpao, Tapi Bagi Solidaritas

Akses Grobogan-Semarang Putus, Pemprov Kebut Pemasangan Jembatan Armco

Kemenpar Dorong Shiva Festival Naik Level Nasional

Penanganan Longsor Ungaran Ditarget Rampung Seminggu

MUI Jateng: Jangan Sampai Ramadan Jadi Ajang Adu Argumen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Jagung Unwahas Tinggal Nunggu Lampu Hijau

Januari 17, 2026
Pendidikan

Aduh Pak Muis, Niat Bantu Sekolah, Malah Berujung di Meja Hijau

November 11, 2025
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum di Gedung DPR Kompleks Senayan Jakarta
Pendidikan

RUU Sisdiknas, Wajib Belajar Jadi 13 Tahun

Juli 25, 2025
Ilustrasi teknologi deepfake AI.
Pendidikan

Heboh Deepfake ‘Smanse’, Disdik Jateng Masih Ngumpulin Informasi

Oktober 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Libur Ramadhan Nggak Full, Sekolah Tetap Jalan Santai
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?