Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Kritik Berujung Pemecatan, Nasib Dokter Piprim usai Kritisi Kebijakan Menkes soal Kolegium
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kritik Berujung Pemecatan, Nasib Dokter Piprim usai Kritisi Kebijakan Menkes soal Kolegium

R. Izra
Last updated: Februari 17, 2026 7:16 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basar Yanuarso.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basar Yanuarso.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Dunia medis lagi panas-panasnya. Dokter anak sekaligus figur vokal, dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengaku dipecat oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Pengakuan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu disampaikan lewat video di Instagram pada Sabtu (15/2/2026), dan langsung bikin publik bertanya-tanya: ini soal disiplin kerja atau suara kritis yang “dibungkam”?

“Akhirnya saya dipecat oleh Pak Menteri Kesehatan,” ujar Piprim.

Bacaaja: Viral! Detik-detik Dokter Selamatkan Nyawa Balita di Pesawat, IDAI Sampaikan Ini
Bacaaja: 62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini

Dalam video yang sama, ia juga meminta maaf kepada pasien serta para peserta didiknya karena tak lagi bisa mendampingi mereka, khususnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Kepada pasien, murid, mahasiswa, residen, sampai calon dokter anak, saya mohon maaf karena tidak lagi bisa mendampingi perjalanan pendidikan kalian,” katanya.

Berawal dari mutasi karena kritis, berujung pemecatan

Secara tersirat, Piprim mengaitkan pencopotannya dengan sikapnya yang menolak mutasi. Ia dipindahkan dari RSCM ke RSUP Fatmawati, namun menilai keputusan itu tak sejalan dengan prinsip meritokrasi ASN.

“Karena saya menolak mutasi yang tidak sesuai asas meritokrasi, kemudian saya dipecat,” tegasnya.

Bukan cuma soal mutasi. Piprim juga dikenal lantang mengkritik kolegium bentukan Kementerian Kesehatan yang menurutnya tidak independen.

Perlu diketahui, Kolegium adalah badan yang terdiri dari kumpulan ahli pada disiplin ilmu kesehatan tertentu, yang bertugas mengampu, menyusun standar pendidikan, kurikulum pelatihan, serta melakukan evaluasi kompetensi.

Menariknya, belakangan Mahkamah Konstitusi memang memutuskan bahwa kolegium tenaga kesehatan harus bersifat independen, sebuah poin yang sebelumnya diperjuangkan oleh organisasi profesi yang ia pimpin, IDAI. Pertanyaannya sekarang: kebetulan atau konsekuensi?

Di sisi lain, manajemen RSUP Fatmawati punya cerita berbeda. Direktur Utama Wahyu Widodo menjelaskan bahwa polemik ini bermula dari kebutuhan penguatan layanan jantung anak di rumah sakit mereka.

Nama Piprim masuk daftar dokter yang diharapkan mengisi posisi tersebut. Bahkan pihak rumah sakit mengaku senang, spesialis jantung anak bukan tenaga yang mudah didapat.

Namun masalah muncul ketika Piprim disebut tak pernah hadir setelah mutasi ditetapkan.

“Kami sudah panggil, diingatkan lewat Zoom, bahkan diberi teguran tertulis,” kata Wahyu.

Menurutnya, gaji dan tunjangan bahkan sudah dialihkan ke Fatmawati, tanda bahwa status kerja telah resmi berpindah.

Yang bikin situasi makin tegang, Piprim disebut siap menerima risiko dari keputusannya.

Akhirnya, ia dinilai melanggar aturan disiplin berat PNS karena tidak masuk kerja tanpa alasan sah sejak 26 Maret 2025. Aturan itu merujuk pada PP Nomor 94 Tahun 2021, yang membuka jalan bagi pemberhentian.

Kritik jadi barang haram di birokrasi?

Kasus ini cepat memantik diskusi. Di satu sisi, ada narasi soal profesionalisme dan aturan birokrasi. Di sisi lain, muncul kekhawatiran lama: apakah ruang kritik di sektor kesehatan memang sempit?

Apalagi, keputusan pemecatan datang setelah perdebatan panjang soal independensi kolegium, isu yang langsung menyentuh masa depan pendidikan dan standar tenaga medis.

Kalau dokter yang vokal bisa tersingkir, sebagian publik bertanya: siapa berikutnya yang berani bersuara?

Untuk saat ini, polemik Piprim bukan sekadar soal mutasi atau absensi. Ini sudah menjelma jadi debat lebih besar, tentang batas antara kedisiplinan, kekuasaan, dan kebebasan berpendapat di dunia kesehatan Indonesia. (*)

You Might Also Like

Imlek dan Ramadan Datang Bersamaan, Agustina: Momentum Perkuat Toleransi

Masih Ingat Chiko, Pengedit Konten Cabul Smanse? Bentar Lagi Dia Disidang

Daftar Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak

Sarasehan Diaspora NU di 5 Benua, ISNU Jateng: Santri Go Global, Indonesia Maju!

Republik Sawit? Dinas Pertanian Cirebon Kaget, Tiba-tiba Ada Kebun Sawit di Cigobang

TAGGED:budi gunadi sadikindipecatheadlinekemenkesketua umum idaimenkespiprim basarah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi korban keracunan massal. Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare
Next Article Ilustrasi proses pengamatan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan. Sidang Isbat Digelar Hari Ini: Penentu Awal Bulan Ramadan Versi Pemerintah, Bisa Ditonton Live

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

WR III UIN Walisongo: Soal Merger Ormawa, Tunggu Pejabat Baru

Api melahap ruang lab SMK 5 Semarang. (ist)

SMKN 5 Semarang Terbakar, Seluruh Peralatan Praktik Siswa Ludes

Syawal Datang, Yuk Gas Pol Ibadah Enak-Enak!

Gunung Slamet Makin Hangat, Pendaki Diimbau Jaga Jarak Aman

Sepeda motor remuk dihantam KA Harina di perlintasan Kokrosono, Semarang, Jumat (3/4/3306) sore. (ist)

Sudah Diperingatin Tetap Nekat, Pemotor Tewas Ketabrak KA Harina di Kokrosono Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi energi baru terbarukan (ebt) pembangkit listrik tenaga angin dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (narakita/grafis/tera)
Sirkular

90 Persen Proyek Energi Terbarukan Lebih Murah daripada Listrik Fosil, tapi . . .

Juli 28, 2025
Ekonomi

Ojol Kebagian BHR Lebaran! Bonus Lebih Gemuk Buat Mitra

Maret 4, 2026
Daerah

Longsor Pejawaran Bikin Jalur Banjarnegara–Dieng Lumpuh Total

Maret 5, 2026
Daerah

Pimpin HNSI Jateng, Bambang Wuragil Angkat Isu Kesejahteraan Nelayan

Juli 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kritik Berujung Pemecatan, Nasib Dokter Piprim usai Kritisi Kebijakan Menkes soal Kolegium
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?