Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Tanggul Sungai Cacaban Jebol: 900 KK Warga Demak Terdampak, 350 Ha Sawah Terendam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tanggul Sungai Cacaban Jebol: 900 KK Warga Demak Terdampak, 350 Ha Sawah Terendam

R. Izra
Last updated: Februari 16, 2026 6:52 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Tanggul Sungai Cacaban jebol, merendam ratusan rumah dan ratusan hektare sawah, di Karangawen, Demak, Senin (16/2/2026).
Tanggul Sungai Cacaban jebol, merendam ratusan rumah dan ratusan hektare sawah, di Karangawen, Demak, Senin (16/2/2026).
SHARE

BACAAJA, DEMAK – 900 Kepala Keluarga (KK) dengan ribuan jiwa terdampak banjir. Ratusan hektare sawah terendam. Entah seperti apa jadinya.

Pagi yang mencekam hadi bagi warga di Desa Tlogoweru, Kecamatan Karangawen, Demak, . berubah jadi momen panik, Senin (16/2/2026).

Ratusan rumah mendadak terendam banjir setelah tanggul Sungai Cabean jebol usai dihantam hujan deras dan kiriman air dari hulu.

Bacaaja: 351 KK di Semarang Terendam Banjir, Dampak Tanggul Plumbon Jebol
Bacaaja: 14 Desa di Grobogan Kebanjiran

Tanggul yang berada di wilayah Kecamatan Karangawen tak kuat menahan debit air. Dampaknya paling terasa di permukiman warga, dengan ketinggian banjir dilaporkan mencapai hingga satu meter.

Kepala Desa Tlogoweru, Jaryanto, mengatakan laporan mulai berdatangan sekitar pukul 04.00 WIB. Tak lama setelah tanggul jebol, air langsung masuk ke kampung-kampung.

“Air meluap di dua titik, satu ke arah Tajemsari dan satu ke barat Tlogoweru. Potensinya bisa melebar sampai Dukuhseri dan Guntur,” jelasnya.

Data sementara mencatat sekitar 900 kepala keluarga terdampak, dengan tinggi air bervariasi antara 70 sentimeter hingga satu meter.

Meski situasinya cukup genting, belum ada evakuasi resmi ke posko desa. Banyak warga memilih menyelamatkan diri secara mandiri, numpang di rumah saudara atau tetangga yang posisinya lebih tinggi.

Salah satu warga, Jumiati, mengaku air mulai naik sejak dini hari.

“Sekitar jam 03.30 WIB air sudah masuk. Di depan rumah setinggi lutut. Saya masih bertahan, semoga cepat surut,” ujarnya.

Sayangnya, bukan cuma rumah yang terdampak. Sekitar 350 hektare lahan pertanian ikut terendam, padahal petani dijadwalkan panen raya pekan depan. Harapan panen pun terancam berubah jadi kerugian besar.

Hingga kini, BPBD Kabupaten Demak masih melakukan asesmen untuk menghitung total dampak serta kemungkinan perluasan banjir.

Sementara itu, warga berharap ada gerak cepat dari pemerintah untuk memperbaiki tanggul agar air tak semakin meluas. Karena kalau tanggul belum beres, rasa was-was jelas belum akan ikut surut.

You Might Also Like

Akhirnya Adem! Dimediasi Bupati, Ojol-Taksol dan Opang di Stasiun Klaten Sepakat Damai

Saat Kata Menari, Anak Muda Banyumas Bangun Semangat Literasi

Wali Kota Semarang Dorong Koperasi Merah Putih Jadi “Gudang Kulakan” Kios Warga

Agustina Siap Bangun Jembatan di Bandarharjo

Yellow Fun Walk: Cara Santai Wakil Ketua DPRD Jateng Ajakin Warga Hidup Sehat

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Polisi melakukan olah TKP ledakan bahan mercon di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Minggu (15/2/2026). (Dok Polsek Toroh) Dor! Eksperimen Brutal Tiga Remaja Grobogan: Coba Bikin Bubuk Petasan, 3 Rumah Meledak
Next Article Dugderan 2026: Tradisi Lama, Energi Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basar Yanuarso.

Kritik Berujung Pemecatan, Nasib Dokter Piprim usai Kritisi Kebijakan Menkes soal Kolegium

Ilustrasi korban keracunan massal.

Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare

Imlek di Sam Poo Kong Tak Sekadar Barongsai

Dugderan 2026: Tradisi Lama, Energi Baru

Tanggul Sungai Cacaban jebol, merendam ratusan rumah dan ratusan hektare sawah, di Karangawen, Demak, Senin (16/2/2026).

Tanggul Sungai Cacaban Jebol: 900 KK Warga Demak Terdampak, 350 Ha Sawah Terendam

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Bekali Kader PKK untuk Lebih Dekat dengan Warga, PKK Jateng Gelar Pelatihan Penguatan Kelembagaan di Banjarnegara

Oktober 8, 2025
Hukum

601 Kursi Desa di Pati Kosong, KPK: Ini Desa atau Ruang Tunggu?

Februari 4, 2026
Info

Imlek Bukan Cuma Barongsai: Menpar Sidak Sam Poo Kong

Februari 13, 2026

Potensi Menggiurkan Usaha Ternak Sapi hingga Ayam Pedaging di Jateng

September 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tanggul Sungai Cacaban Jebol: 900 KK Warga Demak Terdampak, 350 Ha Sawah Terendam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?