Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

Di Gang Gambiran, Semarang, aroma kuliner Imlek bercampur obrolan lintas bahasa dan tawa warga. Tapi lebih dari sekadar festival, ada pesan yang ditegaskan: Semarang bisa maju bukan karena ramai acaranya, tapi karena warganya rukun tanpa drama.

T. Budianto
Last updated: Februari 14, 2026 5:12 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
IMLEK SEMAWIS: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri Gelar Tuk Panjang Pasar Imlek Semawis 2577 di Gang Gambiran, Jumat (13/2/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng membuka Gelar Tuk Panjang Pasar Imlek Semawis 2577 dengan satu garis besar: kedamaian adalah fondasi kesejahteraan kota.

Dalam acara yang digelar di Gang Gambiran itu, Agustina menyebut Semarang sudah sampai pada level kematangan sosial. Keberagaman bukan lagi sekadar slogan, tapi sudah jadi “sistem operasi” harian warga.

Menurutnya, berdampingannya Pasar Imlek Semawis dengan persiapan Pasar Dugderan adalah bukti akulturasi berjalan alami. Tionghoa, Jawa, Melayu, hingga komunitas Arab Muslim di Kauman hidup berdampingan untuk tujuan yang sama: sejahtera bareng.

Baca juga: Imlek dan Ramadan Datang Bersamaan, Agustina: Momentum Perkuat Toleransi

“Saya berharap tanpa harus dipuji atau ditonton, keberagaman itu memang sudah jadi perilaku sehari-hari,” ujarnya, Jumat (14/2/2026). Ia kemudian menarik filosofi Warak Ngendok sebagai simbol kuat hubungan damai dan ekonomi. Telur (ngendok), katanya, hanya bisa keluar kalau suasana tenang.

“Kalau congkrah nggak bakal bisa kerja. Kalau gelutan, ora iso metu ndog’e. Semarang damai itu tujuannya supaya semua bisa beraktivitas dengan tenang,” tegasnya.

Destinasi Wisata

Bagi Agustina, toleransi bukan cuma nilai moral, tapi mesin penggerak ekonomi. Pedagang bisa jualan tanpa rasa waswas, anak sekolah belajar nyaman, dan investasi masuk tanpa ragu. Ia juga mengungkapkan bahwa penataan kawasan cagar budaya seperti Pecinan, Kampung Melayu, hingga Bustaman mulai dilirik dunia internasional. Bahkan, Duta Besar Prancis disebut merespons positif pengembangan kampung-kampung tematik sebagai destinasi wisata global.

“Kawasan Pecinan ini sudah siap jadi destinasi wisata dunia. Kalau budaya dirawat, ekonomi ikut bergerak, dan generasi muda punya kebanggaan,” katanya. Momentum bulan ini pun terasa spesial. Perayaan Imlek 2577 berdekatan dengan persiapan Ramadan 1447 H dan masa Prapaskah umat Kristiani.

Nuansa Spiritual

Tiga nuansa spiritual hadir hampir bersamaan, sebuah “simfoni religi” yang jarang terjadi. “Inilah Semarang, kita dapat momentumnya. Tiga agama bersiap hari besar bersama. Semoga Semarang selalu jadi rumah yang teduh bagi siapa pun,” tutupnya.

Di tengah hiruk-pikuk kota yang terus tumbuh, pesan yang disampaikan sederhana tapi dalam: damai itu bukan bonus, tapi syarat utama. Karena kalau kota sibuk bertengkar, jangankan wisatawan datang, telur pun nggak bakal netas. (tebe)

You Might Also Like

Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

Masa Transisi KUHP Baru Jaksa Wajib Pilih Hukum Ringan, yang Untung Terdakwa

Dua Anak Kotim Terpapar Paham Ekstrem dari Game Online, Terkait Bom SMA Jakarta?

Jateng 80 Tahun: Dari Fun Run, Konser NDX AKA, Sampai 10 Ribu Mangkok Soto!

Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa

TAGGED:agustina wilujengheadlinepasar imlekpasar semawispemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sensus Ekonomi 2026: BPS Ajak Pengusaha Buka Data Tanpa Drama
Next Article Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik: Semarang Mulai Move On dari Asap Hitam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Andri Ramawi Pelatih PSIS: Misi Bertahan Dimulai

Keris Bukan Cuma Mistis: Kemenbud Dorong Edukasi Biar Nggak Salah Kaprah

Viral 11 Detik, Berujung Tersangka: Kasus Kucing di Blora Naik ke Meja Hijau

Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik: Semarang Mulai Move On dari Asap Hitam

Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Longsor Cisarua: 17 Meninggal, 11 Teridentifikasi

Januari 26, 2026
Info

Pesangon Sritex: Kurator Jalan Pelan, Buruh Jalan Terus

Januari 12, 2026
Suasana Sidang Umum PBB yang kosong karena ditinggal para diplomat daru negara peserta saat PM Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato
Unik

Netanyahu Serang Balik, Prabowo Tegas Soal Palestina: Dunia Beri “Cold Shoulder” ke Israel di PBB

September 27, 2025
Daerah

Kasus Laka Kerja Jateng Tembus 32 Ribu

Januari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?