Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: LLDIKTI VI: Saatnya Kampus Swasta Naik Kelas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

LLDIKTI VI: Saatnya Kampus Swasta Naik Kelas

Di tengah persaingan kampus yang makin ketat, status “swasta” bukan lagi alasan buat biasa-biasa aja. Pesannya jelas: PTS di Jawa Tengah harus naik level. Bukan cuma soal akreditasi, tapi soal cara kampus ngelola diri, riset, dan masa depan mahasiswanya.

T. Budianto
Last updated: Februari 12, 2026 4:26 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERI SAMBUTAN: Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi, MPd memberikan sambuta di Kampus FEB UMS Solo, Rabu (11/2/2026). (Foto: UMS)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA- Satu benang merah menguat dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Jawa Tengah: kampus swasta Jateng harus naik kelas. Nggak ada opsi lain.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi, MPd bilang, naik kelas itu bukan mimpi satu-dua kampus, tapi cita-cita kolektif. Kampus swasta idealnya punya magnet kuat buat narik mahasiswa sekaligus sanggup mencetak lulusan yang kualitasnya relevan sama zaman.

“PTS naik kelas itu cita-cita kita bersama,” tegas Aisyah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, Rabu, (10/2/2026). Tapi naik kelas versi Aisyah bukan sekadar urusan nilai akreditasi di kertas. Yang lebih penting justru fondasinya: tata kelola yang sehat dan berkelanjutan, kepemimpinan yang adaptif, serta budaya mutu yang beneran dijalankan, bukan cuma jargon di banner.

Baca juga: Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah

Indikatornya juga jelas, kampus patuh regulasi, Tridharma jalan, reputasi publik naik, dan lulusan punya daya saing. Kalau itu semua ketemu, barulah PTS bisa dibilang naik level.

Soal akselerasi, kuncinya satu: kolaborasi. PTS nggak bisa jalan sendirian. Harus gandeng pemda, dunia usaha dan industri, lembaga riset, sampai masyarakat. Di titik ini, kampus swasta didorong jadi katalis pembangunan daerah, bukan cuma menara gading akademik.

Ekosistem Riset

“Kita bukan bersaing, tapi berkoordinasi. Naik kelas bukan pilihan, tapi keharusan,” ujar Aisyah mantap. Biar transformasi nggak setengah jalan, penguatan ekosistem riset juga jadi PR besar.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, Prof apt I Ketut Adnyana menegaskan, riset PTS harus terintegrasi dan berdampak nyata.

Fondasinya ada dua: publikasi kelas dunia dan produk industri bernilai tinggi. Tapi semua itu balik lagi ke satu hal, SDM. “Tidak mungkin bangun ekosistem riset tanpa talenta unggul yang adaptif dan inovatif,” kata Ketut.

Baca juga: Tim Ekspedisi Patriot IPB Gelar FGD Bahas Pengembangan Sagu di Kawasan Transmigrasi Salor

Universitas, lanjutnya, harus jujur mengenali kekuatannya sendiri, berani berinvestasi di riset, dan konsisten membangun budaya inovasi. Pemerintah pun sudah nyiapin banyak “amunisi”, mulai dari PUI-PT, riset konsorsium unggulan berdampak, joint funding internasional, sampai program mahasiswa berdampak.

Ketut bahkan mendorong UMS buat membangun Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi. Menurutnya, UMS punya modal kuat buat jadi pusat inovasi dan inkubator startup. “Program ini bukan hadiah, tapi peluang. Lembaganya harus dibentuk dulu,” katanya.

Dan kalau PTS masih sibuk debat naik kelas tapi organisasinya belum sehat, risetnya jalan di tempat, dan kolaborasi cuma wacana, jangan-jangan yang naik cuma spanduk visinya, bukan kualitas kampusnya. (tebe)

You Might Also Like

Unwahas Terima 4.663 Maba, dari Timor Leste hingga Thailand

42 Ribu Pesantren, Cuma 51 yang Legal. Serius Nih?

Membumikan Nilai-nilai Soegija, Rektor Ungkap Makna Rebranding Unika Soegijapranata Jadi SCU

Ribuan Mahasiswa Undip Turun ke Desa

Jas Almet Undip Ganti Warna, Rektor: Masa Keren Gini Dibilang Mirip Terpal

TAGGED:LLDIKTIperguruan tinggiPTS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jateng Lagi Serius Garap Pariwisata
Next Article Sepanjang 2025, Backlog Jateng Turun 274 Ribu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemprov Relokasi 900 Rumah di Kawasan Tanah Gerak Tegal

Jelang Lebaran, Kepala Daerah Diingatkan Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan

Ilustrasi gerakan sosial 'Setop Bayar Pajak'.

Viral Gerakan ‘Setop Bayar Pajak’ di Jateng, Warga: Ekonomi sedang Tidak Baik-baik Saja

Rawa Pening Disiapkan Jadi Proyek Percontohan

Kursi Kosong di PN Solo: Gusti Moeng dan PB XIV Purbaya Sama-sama Absen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Trip Akademik FAI Unwahas ke Kamboja, Bahas Sertifikasi Halal sampai Beasiswa

Agustus 21, 2025
Pendidikan

Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu

November 27, 2025
Pendidikan

Semarang Dukung PAUD Emas, Siapkan Bocil Jadi Generasi 2045

Oktober 18, 2025
Pendidikan

Undip Bantu Kopi Sekipan Naik Kelas Lewat Inovasi Kemasan dan Branding

Juli 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: LLDIKTI VI: Saatnya Kampus Swasta Naik Kelas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?