Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Jateng Lagi Serius Garap Pariwisata
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Jateng Lagi Serius Garap Pariwisata

Kalau pariwisata mau naik kelas, urusannya nggak bisa cuma soal spot foto dan baliho promosi. Hotel harus rame, restoran harus hidup. Itu yang lagi dikejar Pemprov Jawa Tengah, ngajak pengusaha hotel dan restoran buat turun gunung, barengan ngebut sektor wisata.

T. Budianto
Last updated: Februari 12, 2026 4:13 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
RAKORNAS PHRI: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana dan Wakil Mendagri Bima Arya menghadiri Rakornas I PHRI di Hotel PO Semarang, Selasa (10/2/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai main serius soal pariwisata. Nggak setengah-setengah, Pemprov langsung gandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) buat jadi partner strategis ngedorong roda wisata biar muter makin kencang.

Masuk akal. Hotel dan restoran itu bukan sekadar tempat tidur dan perut kenyang. Efek dominonya panjang: UMKM ikut jalan, transportasi kebagian rezeki, perdagangan hidup, lapangan kerja kebuka.

Data juga ngomong. Kontribusi sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum ke PDRB Jateng terus naik. Dari 3,41 persen di 2023, melonjak jadi 3,74 persen di 2025. Angkanya mungkin kelihatan kecil, tapi dampaknya kerasa ke mana-mana.

Baca juga: Sebelas Event Wisata Jateng Masuk KEN 2026

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi pun pasang harapan besar ke PHRI. Apalagi, pariwisata bakal jadi fokus pembangunan Jateng mulai 2027. Targetnya jelas: hotel dan restoran nggak jalan sendiri-sendiri, tapi tumbuh bareng sektor wisata.

“Ini tantangan dan PR kita bersama. Bagaimana investasi hotel dan restoran bisa jadi yang utama,” kata Luthfi saat buka Rakornas I PHRI di Hotel PO Semarang, Selasa (10/2/2026). Modal Jateng sebenernya udah banyak. Ada sekitar 1.000 desa wisata di 35 kabupaten/kota. Destinasi baru juga terus digenjot, termasuk wisata ramah muslim yang butuh jaminan halal dari dapur sampai meja makan.

Anglomerasi Wisata

Belum lagi konsep aglomerasi wisata yang lagi digarap, mulai dari Borobudur, Kopeng, sampai Rawa Pening. Konsep ini bukan wacana doang—Soloraya udah ngebuktiin lewat Soloraya Great Sale 2025. Hasilnya? Dalam sebulan, transaksi lintas sektor tembus Rp10,7 triliun. Hotel dan penginapan full, ekonomi lokal kebagian efeknya. “Nah, ini yang pengin kita ciptakan. Bisa jadi gambaran buat pembangunan nasional,” ujar Luthfi.

Rakornas PHRI ini juga dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Wardhana, Wakil Mendagri Bima Arya, sampai Ketua Kadin. Dari pusat, sinyalnya juga positif. Widiyanti bilang sektor akomodasi dan makan-minum lagi on fire. Pertumbuhannya tembus 7,41 persen dan nyumbang 0,24 persen ke pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025.

Baca juga: Jateng Jadi Provinsi Paling Cuan dari Pariwisata, Kalahkan Bali dan Jogja

“Kami optimistis kontribusi pariwisata ke PDB akan terus naik. Terima kasih ke pelaku usaha hotel dan restoran yang terus jadi motor ekonomi,” ujarnya. Ujung-ujungnya, pariwisata memang nggak bisa berdiri sendirian. Tanpa hotel yang nyaman dan restoran yang niat, destinasi secantik apa pun cuma jadi tempat mampir sebentar. Karena wisatawan bisa saja datang buat foto tapi mereka bakal betah kalau bisa tidur enak dan makan enak. (tebe)

You Might Also Like

Gubernur: Jangan Biasakan yang Biasa, ASN Harus Berani Berinovasi

Gubernur Jateng soal Desakan Mundur Bupati Pati: Mekanismenya Lewat DPRD

Pemprov Terjunkan Dokter Speling ke Lokasi Bencana

Perdana! Flight Internasional Kuala Lumpur-Semarang Ludes Terjual

Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata

TAGGED:ahmad luthfimenparpariwisata indonesiarakornas phri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sejumlah “calon haji cilik” dari TK Roudlotul Abidin Blanten, Nyatnyono, Ungaran Barat yang sedang menjalani manasik haji di Fatimah Zahra Semarang. Gemes Maksimal! Puluhan ‘Calon Haji Cilik’ Ini Bikin Suasana Manasik Jadi Super Seru
Next Article LLDIKTI VI: Saatnya Kampus Swasta Naik Kelas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemprov Relokasi 900 Rumah di Kawasan Tanah Gerak Tegal

Jelang Lebaran, Kepala Daerah Diingatkan Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan

Ilustrasi gerakan sosial 'Setop Bayar Pajak'.

Viral Gerakan ‘Setop Bayar Pajak’ di Jateng, Warga: Ekonomi sedang Tidak Baik-baik Saja

Rawa Pening Disiapkan Jadi Proyek Percontohan

Kursi Kosong di PN Solo: Gusti Moeng dan PB XIV Purbaya Sama-sama Absen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Ahmad Luthfi ngeluncurin Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) di Pasar Legi Solo, Rabu (8/10).
Info

Luthfi Luncurkan Kios JTAB untuk Tekan Inflasi: Harga Sembako Stabil, tapi Gak Ngorbanin Petani

Oktober 9, 2025
Daerah

Bukan Pajangan: 40 Piala Ini Jadi Kompasnya Jateng

Desember 30, 2025
Info

Luthfi Cek Rest Area, Biar Liburan Nataru Nggak Jadi Drama

Desember 24, 2025
Daerah

Speling Jateng Deteksi Ribuan Warga Alami Gangguan Jiwa

Juli 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Lagi Serius Garap Pariwisata
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?