BACAAJA, SOLO – Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan masa depan atlet disabilitas di Kota Bengawan bakal lebih terjamin.
Nggak cuma didukung saat masih aktif bertanding, perhatian juga bakal diberikan setelah mereka pensiun dari dunia olahraga.
Komitmen ini disampaikan Respati saat acara menuju Jakarta International Marathon 2026 bertema “Run for Disabilities, Run for Inclusivity” di Stadion Manahan, Sabtu (7/2/2026).
Bacaaja: Peduli Kaum Rentan, Respati Jamin Hidup Anak Yatim dan Dhuafa di Solo
Bacaaja: Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, Respati: Kerukunan Etnis di Solo Makin Solid
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
Respati menegaskan Pemkot Solo serius mengapresiasi atlet disabilitas yang sudah mengharumkan nama kota.
Ia bahkan sudah meminta dinas terkait buat segera mendata para atlet agar karier mereka punya kepastian.
“Support system akan sangat luar biasa untuk Kota Solo, termasuk layanan kesehatan disabilitas, sekolah inklusif, sampai setelah rekan-rekan ini selesai jadi atlet. Mereka akan kita tempatkan, kita intervensi ke perusahaan-perusahaan yang bisa menerima rekan-rekan disabilitas,” ujarnya.
Menurut Respati, langkah ini diharapkan bisa jadi motivasi buat atlet maupun masyarakat penyandang disabilitas lainnya.
Sekaligus memperkuat identitas Solo sebagai kota ramah disabilitas.
Ke depan, ia juga bakal mendorong berbagai event olahraga di Solo supaya makin inklusif.
Artinya, ajang seperti Mangkunegaran Run dan Solo Run Fest direncanakan membuka kelas khusus disabilitas.
“Ini bagian dari penguatan kami mencanangkan Kota Solo sebagai kota inklusif,” jelasnya.
Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa penyandang disabilitas berhak mendapat kesempatan yang sama seperti masyarakat lain, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga pekerjaan.
“Karena masyarakat disabilitas harus mendapatkan hak layanan kesehatan, layanan pendidikan dan pekerjaan yang sama,” imbuhnya. (*)

