Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bakorwil Naik Level, Solo Raya Disatukan Biar Kompak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Bakorwil Naik Level, Solo Raya Disatukan Biar Kompak

Ekonomi regional itu nggak cocok pakai ego wilayah. Kalau masih sibuk jalan sendiri, ya susah ngebut. Makanya, Pemprov Jateng punya ide simpel tapi strategis: semua dikumpulin di satu meja, biar arah sama dan gas bareng.

T. Budianto
Last updated: Februari 4, 2026 5:53 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAMBUTAN GUBERNUR: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memberikan sambutan pada acara Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Rabu (4/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA– Pemprov Jateng resmi menjadikan Kantor Bakorwil Surakarta sebagai pusat koordinasi pengembangan ekonomi Solo Raya. Targetnya jelas: ekonomi regional tumbuh bareng, bukan saling sikut.

Gagasan ini disampaikan langsung Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat membuka acara Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (4/2/2026). Menurut Luthfi, Bakorwil bakal difungsikan sebagai ruang konsolidasi para pelaku ekonomi lintas daerah, lintas sektor, sampai lintas kepentingan.

Baca juga: Akademisi: Ekonomi Jateng On The Track, Tapi……

“Bakorwil kita manfaatkan sebagai pusat aglomerasi Solo Raya. Nggak perlu repot-repot panggil bupati dan wali kota satu-satu, cukup disatukan di satu tempat buat nyamain persepsi,” kata Luthfi. Ia pun mengajak semua unsur ikut nimbrung. Mulai dari pemerintah daerah, Kadin, PHRI, Apindo, Hipmi, sampai akademisi diminta aktif menjadikan Bakorwil sebagai pusat koordinasi.

Pemprov Jateng menyiapkan Solo Raya sebagai pilot project aglomerasi ekonomi, yang nantinya bakal ditiru wilayah lain seperti Pekalongan Raya, Kedu Raya, hingga Banyumas Raya. “Kita nggak mungkin maju sendiri-sendiri. Mungkin lajunya beda, tapi yang penting maju bareng,” tegas Luthfi.

Satu Kekuatan

Lewat skema ini, Pemprov berharap potensi lintas daerah bisa dikunci jadi satu kekuatan: investasi makin solid, kebijakan pembangunan nyambung, dan arah pengembangan wilayah nggak lagi terpecah oleh batas administrasi. Luthfi menekankan, tugas pemerintah provinsi adalah menyatukan arah agar kabupaten dan kota bergerak sebagai satu mesin ekonomi, bukan mesin kecil yang jalan sendiri-sendiri.

Menurutnya, kekuatan Solo Raya nggak cuma di industri, tapi juga pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Kalau semua sektor dikolaborasikan, efek gandanya bakal terasa ke mana-mana. Perguruan tinggi juga kita gandeng. Potensi wilayah kita satukan. Inilah yang akan jadi ekonomi baru Solo Raya,” ujarnya.

Ketua Kadin Surakarta, Ferry Septha Indrianto sepakat. Ia menilai Solo Raya punya modal kuat untuk tampil sebagai kawasan ekonomi kolektif. “Solo Raya punya sumber daya, budaya, dan aktivitas usaha yang kuat,” katanya. Menurut Ferry, pendekatan aglomerasi adalah pilihan paling realistis untuk mendongkrak daya saing kawasan. “Solo Raya harus tampil sebagai satu kekuatan, bukan daerah-daerah yang saling bersaing,” tegasnya.

Baca juga: Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari menjelaskan pola investasi di Solo Raya sudah terbagi cukup jelas. Kota Surakarta dominan di sektor horeka karena kuat di pariwisata dan ekonomi kreatif. “Sedangkan Karanganyar, Sragen, dan Boyolali justru jadi magnet PMA karena kawasan industrinya,” jelas Sakina.

Sebagai gambaran, sepanjang 2025 realisasi investasi di Jawa Tengah tembus Rp88,50 triliun. Angka itu terdiri dari PMA Rp50,86 triliun dan PMDN Rp37,64 triliun, dengan total 105.078 proyek dan serapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Kalau masih jalan sendiri-sendiri, ekonomi regional bakal terus jalan di tempat. Di Solo Raya, mejanya sudah disiapkan. Tinggal para pemainnya mau duduk bareng atau tetap sibuk bawa kursi masing-masing. (tebe)

You Might Also Like

Polisi Tangkap Bjorka, tapi Gak Yakin Sosok Itu ‘Bjorka’ yang Pernah Hebohkan Indonesia

14 Desa di Grobogan Kebanjiran

Yos Sudarso Mau Jadi Song Wat Road-nya Solo, Arus Lalin Lagi Dirembuk

Dari Rokok ke Raket: Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Warisannya Nggak Main-Main

Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya

TAGGED:ahmad luthfibakorwilheadlinepemprov jatengsolo raya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 12 WBP Lapas Purwokerto wisuda teologi, Rabu (4/2/2026). Foto: Dok. Ditjenpas Jateng. Kuliah di Tengah Masa Pidana,12 WBP Lapas Purwokerto Wisuda Teologi
Next Article Kartu Zilenial Lagi Ramai, 25 Ribu Anak Muda Jateng Ikut Naik Kelas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

LAYANI PELANGGAN - Pelaku usaha fotokopi di Ngaliyan, Semarang, sedang melayani pelanggan. Mereka mengaku empot-empotan menghadapi harga kertas yang terus melambung tinggi, dampak melemahnya rupiah. (dul)

Harga Kertas Melambung Tinggi, Pelaku Usaha Fotokopi Ketar-ketir

KETUA PERADI SAI SEMARANG - Ketua DPC Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) mengumumkan perubahan nama dan logo organisasi dalam acara buka bersama anggota di Aroem Resto Semarang, Selasa (3/3/2026). (bae)

Luhut Sagala Kembali Pimpin Peradi SAI Kota Semarang, Ini Fokus Agenda Kerjanya

ROKOK - Ilustrasi produk turunan tembakau berupa rokok.

Harga Rokok Ikut Terkerek Naik Meski Tak Ada Penyesuaian Tarif Cukai

KANTONG PLASTIK - Ilustrasi pedagang memasukkan barang yang dibeli pelanggan ke dalam kantong plastik.

Kelihatannya Sepele, tapi Jadi Beban Banget Buat Pelaku UMKM: Harga Plastik Naik Gila-gilaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Santri Diajak Sukseskan Program Pemerintah

April 5, 2026
Plesir

Benteng Pendem Ambarawa: Kini Tak Lagi Sunyi

Januari 26, 2026
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Kemenkeu Tepuk Meja, Isu Purbaya Dalang Duit Korupsi

Desember 29, 2025
Info

Mau Haji Gratis Tapi Nggak Mau Kerja? 13 Petugas Dicoret

Januari 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bakorwil Naik Level, Solo Raya Disatukan Biar Kompak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?