BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang akhirnya kembali memetik kemenangan di kandang. Menjamu Persela Lamongan pada pekan ke-17 Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri, Sabtu (24/1/2026), Laskar Mahesa Jenar menang tipis 1-0.
Gol tunggal PSIS dicetak Otavio Dutra lewat sundulan tajam hasil sepak pojok. Gol ini terasa spesial karena lahir saat PSIS sudah kehilangan satu pemain.
Sejak peluit awal, PSIS langsung tampil berani. Denilson sempat mengancam di menit ke-10, namun sepakannya masih membentur bek Persela. PSIS terlihat lebih ngotot, meski belum mampu memecah kebuntuan di awal laga.
Baca juga: Mahesa Jenar vs Joko Tingkir, Siapa Menang?
Petaka datang di tengah babak pertama. Safna Delpi harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua usai melanggar Jhon Mena. PSIS pun harus bertahan dengan 10 orang.
Unggul jumlah pemain, Persela coba mengambil kendali permainan. Namun rapatnya barisan belakang PSIS membuat serangan Laskar Joko Tingkir seperti “membentur tembok tebal”. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua berjalan lebih keras. Persela sempat mengancam di menit 49 lewat tembakan jarak jauh, namun bola masih nyasar. Justru PSIS yang mendapat berkah lebih dulu.
Jadi Pembeda
Menit 54, Otavio Dutra tampil sebagai pembeda. Bola sundulan hasil sepak pojok sukses merobek gawang Persela. Jatidiri bergemuruh, seolah ikut meniupkan semangat untuk Mahesa Jenar.
Tertinggal, Persela tancap gas. Peluang emas didapat Luan Dias di menit 56, tapi penyelesaiannya masih belum nemu arah. Tekanan berlanjut hingga menit 62, namun Mario Londok tampil tenang dan kokoh menjaga gawang PSIS.
PSIS hampir menambah gol di menit 70 lewat serangan balik cepat Rafinha, tapi peluang tersebut masih bisa diamankan kiper Persela. Hingga peluit akhir berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan. PSIS kini mengoleksi 11 poin dan berada di peringkat sembilan, sementara Persela masih tertahan di posisi enam dengan 26 poin.
Baca juga: COO PSIS: Enam Poin Harga Mati
Laga yang mentas di Stadion Jatidiri, Sabtu (24/1/2026) malam memang bukan sekadar laga biasa. Kedua tim sama-sama butuh kemenangan untuk menggaransi posisi di papan klasemen. Namun, kali ini ajian Sasra Birawa Mahesa Jenar lebih unggul. Bikin badan kebal meski jumlah pemain kurang.
Sementara ajian Lembu Sekilan Laskar Joko Tingkir seperti belum “diijabahi”. Sepuluh lawan sebelas, tapi yang tumbang justru yang merasa lebih kuat. Kadang, di tanah Jawa, tekad, tuah, dan restu leluhur memang suka ikut turun ke lapangan. (tebe)


