Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Geber Dapur Umum, Bupati Pekalongan Pastiin Perut Pengungsi Aman
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Geber Dapur Umum, Bupati Pekalongan Pastiin Perut Pengungsi Aman

Di tengah air yang belum juga pamit dari Pekalongan, satu hal dipastikan tetap aman: urusan perut. Senin (19/1/2026), Bupati Pekalongan Fadia Arafiq turun langsung ke dapur umum. Bukan cuma nengok, tapi juga nyicipin. Karena bantuan itu bukan cuma soal ada, tapi juga layak disantap.

T. Budianto
Last updated: Januari 20, 2026 1:31 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
DAPUR UMUM: Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (tengah) mencicipi menu untuk korban banjir di Dapur Umum PT Sukun, Tirto, Kabupaten Pekalongan, Senin, (19/1/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, PEKALONGAN- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meninjau langsung dapur umum korban banjir yang berlokasi di Gudang PT Sukun, Kecamatan Tirto, Senin, (19/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan logistik warga terdampak banjir benar-benar terpenuhi dan berjalan lancar.

Dapur umum tersebut melayani kebutuhan makanan untuk 12 titik posko pengungsian yang tersebar di wilayah Pantura. Dalam tinjauannya, Fadia mengecek langsung proses masak, stok bahan pangan, sampai alur distribusi makanan ke para pengungsi.

Baca juga: Banjir Kepung Pekalongan, Wagub Soroti Penanganan Berlapis

Tak cuma itu, Fadia juga menyempatkan ngobrol dengan petugas dapur umum dan para relawan. Tujuannya satu: memastikan kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari makan sampai kesehatan nggak ada yang terlewat.

Saat ini, banjir masih cukup serius melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Pekalongan, seperti Tirto, Siwalan, Wonokerto, dan Sragi. Dari hasil pantauan di lapangan, Kecamatan Tirto disebut sebagai salah satu wilayah dengan dampak paling parah. “Dari hasil pantauan, Tirto termasuk yang paling terdampak,” ujar Fadia.

Geber Bantuan

Pemkab Pekalongan, lanjutnya, terus menggeber bantuan maksimal untuk warga. Bentuknya beragam, mulai dari operasional dapur umum, makanan siap saji, kebutuhan bayi dan anak, susu, selimut, hingga layanan kesehatan.

Data Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan mencatat, hingga hari ketiga banjir, sebanyak 2.392 jiwa terpaksa mengungsi dan tersebar di empat kecamatan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, mengatakan dapur umum di PT Sukun sudah beroperasi sejak Minggu, (18/1/2026).

“Hari pertama banjir, Sabtu 17 Januari, sambil menyiapkan dapur umum kita beli nasi bungkus dulu untuk pengungsi. Sekarang sudah masak sendiri dengan melibatkan dinas terkait,” jelasnya.

Baca juga: Dua Pertiga Pekalongan Tenggelam, Pengungsi Tembus 2.400 Orang

Selain Fadia, Wakil Bupati Pekalongan Sukirman juga turun ke lapangan. Ia meninjau sejumlah lokasi pengungsian, mulai dari Kelurahan Sragi, Kecamatan Siwalan, hingga kawasan pengungsian di pabrik Lokatex.

Banjir boleh bikin rumah tergenang, tapi jangan sampai bikin perut keroncongan. Selama dapur masih ngebul dan nasi tetap hangat, setidaknya warga tahu: di tengah genangan, perhatian pemerintah masih ikut mengalir. (tebe)

You Might Also Like

Fans Qatar vs UEA Saling Lempar iPhone 17 Pro Max

Kesaksian Korban Selamat Bus Maut PO Cahaya Trans: Jalan Menikung, Sopir Malah Ngegas

Next Indonesia: Perluasan Jargas Jadi Kunci Tekan Subsidi LPG

Bandingnya Kandas, Aipda Robig Masih Ngotot Mau Kasasi?

Polda Jateng Warning: Demo Damai Silakan, Perusuh Siap Kena Gas!

TAGGED:banjir pekalonganbpbdbupati pekalonganheadline
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article HP Infinix Note 60 yang bisa tersambung dengan satelit saat sinyal hilang. Infinix Note 60: HP Murah Gak Bikin Kamu Tersesat, Bisa Nyambung Satelit Anti-Lost Contact!
Next Article Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin. (ist)) Gus Yasin Respons OTT KPK Bupati Pati Sudewo: Pelayanan Publik Tetap Jalan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)

IPK Indonesia Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh (kanan), meminta pemerintah dan pihak terkait memperkuat mitigasi bencana.

Dampak Bencana Beruntun di Jateng Kian Luas, Saleh Minta Mitigasi Diperkuat

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana, memberi pemaparan tentang fungsi eksekutif anak.

Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau TPA Putri Cempo, Senin (11/2/2026).

Respati Turun Gunung ke Putri Cempo Solo, Bawa Alat Berat Buat Beresin Drama Sampah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Polisi nggelar olah TKP kecelakaan yang menewaskan Iko mahasiswa Unnes, Sabtu (6/9/2025). (Istimewa)
Hukum

Polisi Olah TKP Kecelakaan Iko di Samping Mapolda, Logis Gak Anggota Gak Tahu Nama Jalan?

September 7, 2025
Menteri Perdagangan Tahun 2015-2016 Tom Lembong, divonis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat bersalah dan dihukum 4,5 tahun penjara.
Unik

Tom Lembong Divonis 4,5 Tahun Penjara

Juli 18, 2025
Wali Kota Solo Respati Respati Ardi hadiri acara menuju Jakarta International Marathon 2026 bertema “Run for Disabilities, Run for Inclusivity” di Stadion Manahan, Sabtu (7/2/2026).
Info

Respati Siap Jamin Karier Atlet Disabilitas Solo, Diperhatiaan Nggak Cuma Pas Lagi Jaya

Februari 7, 2026
Kondisi hutan yang sudah diubah menjadi lahan sawit. Sayangnya, lahan-lahan ini dikuasai oligarki dan sekarang dalam kondisi mangkrak. Menteri Nusron hanya menonton?. Foto: Greenpeace Indonesia
Info

Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

Desember 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Geber Dapur Umum, Bupati Pekalongan Pastiin Perut Pengungsi Aman
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?