BACAAJA, GROBOGAN- Pemerintah Kabupaten Grobogan gerak cepat menyikapi dugaan keracunan massal yang diduga berasal dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Semua korban, termasuk keluarga yang terdampak, dipastikan bebas dari biaya pengobatan selama menjalani perawatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto menegaskan, skema pembiayaan sudah disiapkan agar tak ada warga yang ragu berobat hanya karena soal uang.
“Bagi korban yang aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan, pembiayaan melalui mekanisme BPJS. Sementara yang tidak terdaftar atau tidak aktif, biaya perawatan ditanggung melalui APBN dan/atau APBD,” ujar Anang, Kamis, (15/1/2026). Menurutnya, kebijakan ini diambil supaya seluruh korban mendapat layanan kesehatan maksimal tanpa ribet urusan administrasi atau biaya.
Baca juga: MBG Bikin Mual Massal: 803 Siswa di Grobogan Keracunan
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Djatmiko, menegaskan tak satu pun korban bakal ditarik biaya, meski saat ini penghitungan anggaran masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Biaya masih kami kaji sambil menunggu hasil lab, tapi yang jelas korban keracunan MBG tidak boleh dikenakan biaya. Sampai sekarang, rumah sakit dan puskesmas belum menarik biaya apa pun,” tegasnya.
Data Dinkes Grobogan mencatat, hingga Kamis (15/1/2026), dari total 803 warga yang mengalami gejala keracunan, sebanyak 115 orang sempat menjalani perawatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.
Fasilitas Kesehatan
Mereka tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, RSUD R. Soedjati Purwodadi, RS Permata Bunda, hingga puskesmas di Karangrayung I, Kedungjati, Gubug I, Toroh I, Klambu, Grobogan, dan Godong.
Kabar baiknya, mayoritas korban sudah pulih. Sebanyak 738 warga dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Saat ini tersisa empat pasien yang masih menjalani perawatan, masing-masing dua orang di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, satu orang di RSUD R. Soedjati Purwodadi, dan satu orang di Puskesmas Godong 1.
Peristiwa ini diduga bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sami Aji Food yang berlokasi di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug. Berdasarkan laporan Rabu (14/1) pukul 19.00 WIB, total penerima manfaat MBG mencapai 2.904 orang, dengan 803 di antaranya dilaporkan mengalami gejala keracunan.
Baca juga: MBG di Grobogan Bikin Sekolah Masuk Mode Darurat
Saat ini, Dinkes Grobogan masih terus memantau kondisi pasien yang dirawat dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan berjalan optimal serta kejadian serupa tak terulang.
MBG seharusnya bikin perut kenyang dan badan bugar, bukan antre obat. Untungnya, kali ini yang “gratis” bukan cuma makannya, tapi juga biaya berobatnya. Tinggal satu PR: pastikan menu sehatnya nggak lagi bikin warga deg-degan. (tebe)


