Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tangis Anak Wartawan yang Tewas Dibakar karena Berita Pecah di MK: ‘Saya Sebatang Kara!’
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Tangis Anak Wartawan yang Tewas Dibakar karena Berita Pecah di MK: ‘Saya Sebatang Kara!’

R. Izra
Last updated: Januari 15, 2026 11:29 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Tangis Eva Pasaribu pecah di MK, saat menjadi saksi penggugat UU TNI. Eva adalah anak wartawan, ayahnya tewas dibakar karena berita.
Tangis Eva Pasaribu pecah di MK, saat menjadi saksi penggugat UU TNI. Eva adalah anak wartawan, ayahnya tewas dibakar karena berita.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) mendadak hening. Suara Eva Miliani br Pasaribu bergetar, matanya basah, saat menyampaikan kesaksian yang bikin dada sesak. Ia adalah anak wartawan yang tewas dibakar hidup-hidup di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Rabu (14/1/2026), Eva hadir sebagai saksi dalam sidang uji materiil UU TNI. Tapi yang ia bawa bukan cuma argumen hukum—melainkan luka yang belum pernah sembuh.

“Sekarang, Majelis, saya tinggal sebatang kara,” ucap Eva sambil terisak.

Bacaaja: Prabowo Maunya Petugas Haji Mayoritas Dikasih ke TNI-Polri Saja
Bacaaja: MaTA Kritik ‘Uang Lelah’ TNI di Lokasi Bencana, Bisa Bikin APBN Jebol?

Eva kehilangan empat anggota keluarganya sekaligus. Ayahnya, Rico Sempurna Pasaribu, seorang jurnalis Tribrata TV Kabanjahe, tewas bersama istri, anak, dan cucunya setelah rumah mereka dibakar pada Juni 2024.

Di hadapan hakim MK, Eva menyoroti satu hal yang menurutnya paling menyakitkan: hukum terasa timpang.

Pelaku sipil sudah diproses terbuka dan divonis penjara seumur hidup. Tapi ketika kasus ini menyentuh dugaan keterlibatan anggota TNI, semuanya terasa gelap, tertutup, dan tanpa kejelasan.

“Fakta bahwa Koptu Herman Bukit masih tetap bertugas, padahal namanya muncul dalam banyak bukti dan kesaksian, bagi saya adalah bukti nyata ketimpangan hukum,” kata Eva, nyaris tak sanggup menahan tangis.

Eva menyebut, peristiwa tragis yang menewaskan keluarganya kuat diduga berkaitan langsung dengan pekerjaan jurnalistik ayahnya. Rico diketahui mengungkap bisnis judi ilegal yang diduga dibekingi oknum TNI.

Ia membeberkan kronologi dengan suara lirih tapi tegas. Ayahnya menurunkan berita soal judi tersebut berturut-turut pada 21, 22, 23, dan 26 Juni 2024. Sehari setelah berita terakhir tayang, rumah mereka dibakar.

Eva mengatakan ayahnya sempat didatangi Koptu Herman Bukit dan diminta menurunkan berita. Rico merasa terancam dan berniat melapor ke Polda Sumut.

Ancaman itu juga sudah disampaikan ke polisi dan pimpinan redaksi tempat ia bekerja. Namun, waktu keburu habis.

Keterlibatan oknum TNI

Dalam sidang, Eva juga mengungkap kesaksian Bebas Ginting, pengawas lokasi judi yang diberitakan ayahnya. Menurut Eva, Bebas bahkan mengaku bahwa pembakaran dilakukan atas perintah pihak lain.

“Dia bilang Koptu Herman Bukit yang menyuruh melakukan pembakaran,” ujar Eva.

Bahkan dalam sidang pidana, disebutkan ada aktor intelektual di balik kejadian ini dan para eksekutor menerima bonus Rp1 juta setelah membakar rumah korban.

Eva mengatakan keluarganya sudah melapor ke Puspom TNI AD dan Pomdam I/Bukit Barisan. Tapi sampai sekarang, prosesnya seperti jalan di tempat.

“Penyidiknya ganti-ganti terus. Kasusnya jadi lambat,” katanya.

Gugat UU TNI

Lewat uji materiil UU TNI ini, Eva berharap ada perubahan besar: anggota TNI yang terlibat perkara pidana umum harus diperiksa setara dengan warga sipil, bukan berlindung di balik proses tertutup.

Menutup kesaksiannya, Eva berkata keberaniannya berdiri di MK hari itu adalah warisan dari ayahnya—seorang wartawan yang tak takut pada kebenaran.

“Saya mohon, jangan ada lagi wartawan seperti ayah saya yang dibungkam, sementara aktor intelektual masih bebas karena berseragam,” ucapnya.

Sidang ini merupakan bagian dari perkara Nomor 197/PUU-XXIII/2025 yang diajukan koalisi masyarakat sipil, termasuk YLBHI, KontraS, AJI Indonesia, dan IMPARSIAL.

Mereka menggugat sejumlah pasal dalam UU TNI yang dinilai membuka celah impunitas dan melemahkan kontrol sipil.

Hari itu, Eva tidak sekadar bersaksi. Ia melawan lupa, melawan sunyi, dan melawan ketidakadilan—dengan air mata dan keberanian. (*)

You Might Also Like

Jelang Ramadan Polda Jateng Gelar Operasi Lalu Lintas: Ini Cara Bedakan Surat Tilang Asli dan Palsu

Dua Sekda Klaten Terseret Korupsi Plasa yang Bikin Negara Rugi Rp6 Miliar

Polisi Musnahkan Narkoba, dari Enam Kasus

Agustina Pastikan Dana Rp25 Juta per RT Benar-Benar Dipakai Warga

Jawaban Purbaya saat Dicecar Dasco soal Dana Pemulihan Bencana Sumatra

TAGGED:anak wartawanbekingberitagugat uu tniheadlinejudiMKtangis evatewas dibakartniwartawan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bonatua Silalahi menangkan gugatan soal keterbukaan ijazah Jokowi. Gugatan Bonatua Menang! KIP Minta KPU Buka Data Ijazah Jokowi ke Publik
Next Article Wali Kota Solo Respati Ardi ngecek langsung pegawai Pemkot yang lagi WFA di Shelter Manahan, Rabu (14/1/2026). Respati Targetkan WFA Bisa Efisiensi Anggaran hingga 29 Persen: untuk Bangun Solo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Sepuluh Bus Baru Trans Semarang Siap Mengaspal

April 25, 2026
Menteri Supratman Andi Agtas didampingi Dirjen AHU berfoto bersama Pengurus DPP PDI Perjuangan periode 2025-2030 usai menyerahkan SK pengurus DPP PDI Perjuangan, Kamis (11/9/2025) Foto: dok.
Nasional

SK Pengesahan Kepengurusan DPP PDIP 2025-2030 Resmi Diserahkan Kemenkum

September 11, 2025
Ilustrasi perbandingan karyawan SPPG dan guru honorer.
Info

Pendidikan Kalah Sama Makan Siang? Guru Honorer Curhat Sulitnya jadi PPPK saat SPPG Diprioritaskan

Januari 23, 2026
Unik

Puan: Perwira Muda Harus Jadi Benteng Rakyat yang Cerdas dan Humanis

Juli 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tangis Anak Wartawan yang Tewas Dibakar karena Berita Pecah di MK: ‘Saya Sebatang Kara!’
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?