Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kenapa Korban Love Scamming Banyak Perempuan? Ini Polanya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Kenapa Korban Love Scamming Banyak Perempuan? Ini Polanya

Secara psikologis, korban love scamming cenderung punya sugestibilitas tinggi. Artinya, mudah terpengaruh dan menerima bujukan. Dalam data statistik, perempuan masuk kelompok yang cukup rentan, meski bukan satu-satunya.

Nugroho P.
Last updated: Januari 12, 2026 9:38 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi penipuan berkedok asmara
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Kasus love scamming kembali bikin geleng kepala. Di Yogyakarta, polisi membongkar sindikat penipuan berkedok asmara yang ternyata menyasar korban lintas negara. Dari Amerika Serikat sampai Australia, semua kena jebakan yang sama: rayuan manis berujung transfer uang.

Pengungkapan ini dilakukan Polresta Yogyakarta lewat operasi tangkap tangan di sebuah kantor di kawasan Gito Gati, Sleman. Tempat itu diduga jadi “pabrik” obrolan palsu yang sengaja dirancang buat memperdaya korban lewat aplikasi. Modusnya rapi, sistematis, dan jelas bukan kerjaan iseng.

Puluhan pekerja diperiksa. Enam orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, mulai dari pemilik perusahaan sampai para team leader. Perannya beda-beda, tapi tujuannya satu: bikin korban jatuh hati, lalu pelan-pelan diminta top up dan kirim gift.

Para admin percakapan ini dilatih buat merayu. Awalnya obrolan biasa, lalu makin intens, makin personal. Begitu korban mulai nyaman, muncullah permintaan kirim gift atau beli koin. Setelah itu, korban “dihadiahi” foto dan video sensual yang ternyata tetap berbayar.

Masalahnya, ini bukan sekadar penipuan receh. Otoritas Jasa Keuangan sudah lama mengendus pola love scamming sebagai kejahatan lintas negara dengan risiko kerugian tinggi. Emosi korban dijadikan senjata utama.

Menurut OJK, korban sering kali mengirim uang tanpa paksaan. Semua dilakukan sukarela karena merasa punya hubungan spesial. Di titik ini, logika kalah sama perasaan. Uang pun mengalir tanpa sadar.

Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menyebut pola ini sebagai grooming. Bukan ancaman, bukan tekanan, tapi pendekatan hangat yang bikin korban merasa aman. Pelaku sengaja menciptakan suasana positif supaya target justru mendekat sendiri.

Secara psikologis, korban love scamming cenderung punya sugestibilitas tinggi. Artinya, mudah terpengaruh dan menerima bujukan. Dalam data statistik, perempuan masuk kelompok yang cukup rentan, meski bukan satu-satunya.

Sebuah studi internasional tahun 2023 mencatat sekitar 60 persen korban love scamming di Indonesia adalah perempuan. Polanya pun hampir mirip: usia di atas 35 tahun, pernah menikah, mandiri secara finansial, dan aktif cari pasangan lewat aplikasi.

Kenapa perempuan? Bukan karena lemah, tapi karena sering kali berada di fase hidup yang sepi secara emosional. Kondisi ini dimanfaatkan pelaku dengan sangat rapi dan penuh perhitungan.

Psikolog klinis A. Kasandra Putranto menegaskan, love scamming sebenarnya bisa menimpa siapa saja. Laki-laki pun bisa jadi korban. Titik rawannya bukan gender, tapi kebutuhan emosional yang lagi kosong.

Pelaku biasanya datang dengan perhatian penuh, kata-kata manis, dan janji masa depan. Hubungan dibuat serba cepat: dari chatting, ngaku serius, sampai ngomongin nikah. Tapi pertemuan nyata? Itu cuma wacana.

Begitu kepercayaan terbentuk, uang jadi target utama. Alasannya bisa macam-macam, dari bisnis, hadiah, sampai keadaan darurat. Korban yang sudah terikat emosional sering kali tak sadar sedang dimanfaatkan.

Sepanjang 2025 saja, ribuan laporan love scam masuk ke Indonesia Anti Scam Center. Total kerugian hampir Rp 50 miliar. Angka itu jadi bukti kalau penipuan asmara bukan sekadar drama online, tapi kejahatan serius.

Jadi, kenapa korban love scamming banyak perempuan? Bukan soal siapa yang paling lemah, tapi siapa yang sedang paling butuh koneksi emosional. Di situlah para pelaku masuk, dengan senyum palsu dan janji yang tak pernah jadi nyata. (*)

You Might Also Like

Momen Kabid Humas Polda Jateng Selamatkan Mobil Mogok di Lintasan Rel KA Madukoro Semarang

Jejak Sunyi Sang Guru Ulama, dari Bangkalan ke Tanah Suci

Senyum Tipis Atalia Muncul, Pilih Diam Soal Proses Cerai

Gunung Semeru Meletus Lagi Pagi Ini, Langit Lumajang Berubah

Paspor Malaysia Geser AS, Dunia Kaget Nih!

TAGGED:korban love scamminglove scammingperempuan korban love scamming
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kasie Tindak Pidana Umum Kajari Kota Semarang Sarwanto saat memberikan keterangan pers terkait dugaan layanan prostitusi terselubung di Mansion Karaoke Semarang. Foto: Bae Masa Transisi KUHP Baru Jaksa Wajib Pilih Hukum Ringan, yang Untung Terdakwa
Next Article Lagi Ngetren Makanan Kukus, Sehat Beneran atau Cuma FOMO?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Langit Jogja Bikin Heboh, Cahaya Oranye Ternyata Belum Tentu Meteor

Juni 12, 2026
Viral

Aksi Pamer Alat Kelamin  di Cilacap, Polisi Gerak Sat-set

Desember 13, 2025
Viral

Tahlilan Berujung Panik Warga Mendadak Lemas Puluhan Dilarikan RS

April 4, 2026
Viral

Viral Banget Bencana Hidrometeorologi, Apa Itu?

November 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kenapa Korban Love Scamming Banyak Perempuan? Ini Polanya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?