Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: PSIS ke Sleman Bukan Cari Sunrise, Tapi Tiga Poin
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

PSIS ke Sleman Bukan Cari Sunrise, Tapi Tiga Poin

Kalau ada rombongan turun gunung ke Sleman akhir pekan ini, jangan salah sangka. Itu bukan komunitas healing, bukan juga wisata Maguwoharjo. Itu PSIS Semarang datang rame-rame, bawa koper besar, isinya bukan outfit liburan tapi 14 pemain anyar yang siap bikin tuan rumah mikir ulang soal pesta kemenangan.

T. Budianto
Last updated: Januari 10, 2026 11:31 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PRESS CONFERENCE: Pelatih PSIS, Jafri Sastra dan Habil Akbar dalam press conference jelang laga lanjutan Liga 2 Championship lawan PSS Sleman, Jumat (9/1/2026). (Foto: PSIS Official)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang bakal mampir ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/1/2026) sore buat menghadapi PSS Sleman di pekan ke-15 Liga Championship.

Statusnya memang tim tamu, posisinya juga masih di papan bawah. Tapi urusan niat, Mahesa Jenar datang nggak setengah-setengah. Di satu sisi, PSS Sleman lagi santai tapi serius. Mereka nangkring di posisi kedua klasemen Grup B dengan 30 poin dari 14 laga.

Menang lebih sering, kalah jarang, dan targetnya jelas: kejar puncak, lalu balik ke Liga 1. Lawan di depannya? PSIS yang baru kumpulin 8 poin. Di atas kertas sih kelihatan jomplang. Tapi sepak bola jarang nurut sama kertas.

Buktinya, laga ini langsung bikin heboh. Sebanyak 13.000 tiket Maguwoharjo ludes cuma dalam 75 menit. Kayak rebutan tiket konser, bukan pertandingan liga. Antusiasme tinggi, tensi naik.

Buat PSIS, laga ini bukan sekadar tandang biasa. Ini misi bertahan hidup. Zona degradasi masih dekat, dan poin di Sleman bisa jadi penyambung napas. Makanya, manajemen PSIS ambil langkah nekat tapi niat: nyiapin 14 pemain anyar buat langsung dites di laga panas.

COO PSIS, Fariz Julinar Maurisal blak-blakan. Begitu bursa transfer dibuka pukul 00.00 WIB, pemain baru langsung didaftarkan. Nggak pakai lama, nggak pakai nunggu chemistry sempurna. Logikanya sederhana: stagnan itu lebih bahaya daripada berani.

“Risiko pasti ada, tapi ini pesan bahwa PSIS pilih bergerak,” kurang lebih begitu sikapnya. Di sisi lain, PSS Sleman juga nggak mau kecolongan. Mereka kabarnya siap menurunkan rekrutan anyar seperti Lucas Gama, Figo Dennis, dan Jehan Pahlevi.

Adu Cepat

Manajemen PSS bahkan harus adu cepat sama jam, karena urusan administrasi pemain balapan langsung dengan jadwal kick-off. Pelatih PSIS, Jafri Sastra, juga datang dengan nada tenang tapi penuh isi.

Timnya dalam kondisi fit, mental naik setelah menang di laga sebelumnya, dan pemain baru dinilai cepat adaptasi. “Mereka profesional,” katanya singkat kode bahwa alasan “belum nyetel” nggak berlaku.

Nama-nama di koper PSIS juga nggak main-main. Dari Alberto Goncalves, Otavio Dutra, Esteban Vizcarra, sampai Rafinha dan Denilson Rodriguez. Campuran lokal, asing, naturalisasi skuad rasa update versi terbaru.

PSS Sleman memang lebih unggul di klasemen. Stadion penuh, dukungan masif, target besar. Tapi PSIS datang dengan satu senjata yang sering bikin kejutan: nekat dan lapar poin.

Jadi kalau Sabtu sore Maguwoharjo mendadak tegang, jangan heran. Soalnya ada tamu yang datang bukan buat sopan-santun. PSIS ke Sleman bukan mau healing, bukan mau foto-foto. Mereka datang buat ribut sebentar di lapangan lalu, kalau semesta mendukung, pulang bawa tiga poin sambil senyum tipis. (tebe)

You Might Also Like

Agro Expo 2025: Pertanian di Semarang Nggak Cuma Soal Sawah, tapi Juga Inovasi Kekinian

Prabowo di PBB: Indonesia Siap Jadi “Player” Global

Diduga Kasih Sabu di Pengadilan, Pengunjung Sidang ‘Salam Tempel’ ke Terdakwa Kasus Narkoba

Masinton Blak-blakan, Akui Ribuan Kayu Gelondongan Hasil Pembalakan Liar

Misteri Glamping Posong Terjawab, ‘Silent Killer’ Jadi Penyebab

TAGGED:headlineliga 2panser biruPSISPSS Slemansnex
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Patung RM Bambang Soeprapto berdiri tegak di Taman Gajahmungkur, Kota Semarang. Taman Gajahmungkur Semarang Kini Dijaga ‘Polisi’ Teladan, Ini Sosoknya
Next Article Prediksi Pemain PSIS vs PSS, Ajang Pembuktian Pemain Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kemarau Makin Seret, Polres Banjarnegara Kirim 25 Ribu Liter

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Drama Kurir Narkoba di Demak Dibongkar

Mei 11, 2026
Sepak Bola

Jejak Pemilik Nomor 10 Real Madrid Sebelum Era Kylian Mbappe

Juli 23, 2025
Sepak Bola

Deri Corfe Resmi Pemain Asing Pertama PSIS

Juli 14, 2026
Ilustrasi personel TNI yang menjalankan tugas menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB.
Info

2 Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Total 3 TNI Gugur Diserang Militer Israel

Maret 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: PSIS ke Sleman Bukan Cari Sunrise, Tapi Tiga Poin
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?