BACAAJA, JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ngumumin kabar yang lumayan bikin optimistis: bauran energi baru dan terbarukan (EBT) di sektor ketenagalistrikan sudah tembus 16,3 persen.
Angka ini bahkan lebih tinggi dari target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang cuma pasang target 15,9 persen. “Kalau khusus di ketenagalistrikan, itu tercapai 16,3 persen. Di atas target RUKN,” ujar Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, usai konferensi pers capaian kinerja sektor ESDM 2025 di Jakarta, Kamis, (8/1/2026).
Tapi jangan keburu euforia dulu. Kalau dihitung secara keseluruhan, termasuk biodiesel dan sektor energi lainnya, angka bauran EBT nasional masih di 15,75 persen. Meski begitu, capaian ini tetap naik 1,1 persen dibanding 2024 yang berada di level 14,65 persen.
Baca juga: Gaskeun Energi Bersih: Jateng Resmi Luncurkan ‘Forum Anti Emisi’
Menurut Eniya, angka ini masih punya peluang naik lagi di 2026. Soalnya, ada sejumlah pembangkit EBT yang bakal mulai operasi komersial alias COD, seperti PLTA Merangin dan PLTA Batang Toru. “Kalau itu semua jalan, pasti naik ke 16 sekian. Target di renstra kan 17 persen,” katanya.
Penambahan Terbesar
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai, penambahan kapasitas EBT sepanjang 2025 sebenarnya sudah cukup ngebut. Total kapasitas terpasang pembangkit EBT hingga Desember 2025 tercatat mencapai 15.630 MW yang disebut sebagai penambahan terbesar dalam lima tahun terakhir.
“Sebenarnya penambahan EBT ini besar, cuma kalau dilihat persentasenya seperti turun karena ada tambahan dari gas dan batu bara juga,” ujar Bahlil.
Baca juga: Transisi Energi atau Transisi Bencana?
Sepanjang 2025, total kapasitas pembangkit nasional bertambah sekitar 7 GW, dari 100,65 GW menjadi 107,51 GW. Tapi ya itu, pembangkit berbasis fosil masih mendominasi tambahan kapasitas tersebut. “Naik 6,8 persen dibanding 2024. Di 2026 kita harus gas lagi, karena ekonomi juga tumbuh,” kata Bahlil.
Energi bersih memang sudah lulus target, tapi masih harus sabar antre di tengah ramainya batu bara dan gas. Ibarat lomba lari, EBT sudah sampai garis finis, eh, ternyata garisnya ikut maju. (tebe)


