BACAAJA, SEMARANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan sampai saat ini belum ada warga yang terinfeksi virus superflu. Sejumlah sampel yang sudah dikirim ke laboratorium rujukan nasional juga menunjukkan hasil negatif, termasuk untuk subclade K yang lagi jadi sorotan.
Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam menjelaskan, superflu sejatinya masih satu keluarga dengan flu biasa. Virus ini masuk kategori influenza tipe A, sama seperti flu musiman yang sering mampir tiap tahun.
Baca juga: Superflu Cuma Lewat Timeline, Jateng Masih Aman
“Superflu itu sebenarnya sama dengan influenza tipe A. Bedanya hanya di subclade-nya, yaitu K. Variannya tetap tipe A,” kata Hakam, Rabu (7/1/2026). Menurutnya, virus ini pertama kali terdeteksi secara global sejak Agustus 2024. Meski disebut lebih cepat menular, tingkat keparahannya tergolong rendah dan tidak menunjukkan lonjakan kasus berat.
“Data yang kami punya menunjukkan angka rawat inap dan kematian tidak tinggi. Sampai sekarang, sampel dari Semarang yang diperiksa juga tidak ada yang masuk subclade K,” jelasnya.
Tetap Waspada
Hakam meminta masyarakat tidak langsung panik setiap mendengar istilah baru. Yang lebih penting justru tetap waspada dan paham cara pencegahannya, apalagi mobilitas warga saat ini cukup tinggi, baik antar kota maupun antar negara.
Soal pencegahan, caranya juga nggak ribet dan masih sama seperti menghadapi flu biasa. Begitu badan mulai nggak enak, istirahat jadi kunci utama.
Baca juga: Superflu Lagi ‘Ganas’ di New York, UGD Sampai Kewalahan
“Kalau flu, ya istirahat di rumah dulu. Jangan ketemu banyak orang, makan yang bergizi, minum cukup air. Kalau demam boleh minum obat penurun panas. Kalau nggak membaik, baru periksa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Jadi sebelum panik duluan karena kata ‘super’, ingat: yang super itu namanya, bukan efeknya. Flu tetap flu, dan istirahat masih jadi jurus paling ampuh. (tebe)

