Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: 22 Anak di Jateng Terpapar Konten Kekerasan, Densus 88 Endus Metode Tebar Jaring di Medsos
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

22 Anak di Jateng Terpapar Konten Kekerasan, Densus 88 Endus Metode Tebar Jaring di Medsos

R. Izra
Last updated: Januari 14, 2026 8:13 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Media sosial memang seru, tapi kalau nggak diawasi, bisa jadi pintu masuk ke hal-hal yang berbahaya. Itu yang lagi disorot Densus 88 Antiteror di Jawa Tengah.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Densus 88 mendeteksi sedikitnya 22 anak di Jawa Tengah terpapar konten dan ideologi kekerasan.

Mayoritas masih berstatus pelajar SMP hingga SMA, dengan rentang usia 12 sampai 16 tahun.

Bacaaja: Geopolitik Panas Bikin Terorisme Jadi Alat Lemahkan Negara
Bacaaja: Orang Tua Hati-hati, Anak Sedang Dalam Fase Ini Jadi Sasaran Empuk Jaringan Terorisme

Paparan itu datang bukan dari satu jalur. Ibaratnya, jaringan terafiliasi dengan idelogi kekerasan ini menebar jaring di dunia maya.

Mulainya bisa dari game online, lanjut ke media sosial (medsos) seperti TikTok dan lainnya, lalu berujung masuk ke grup-grup WhatsApp tertutup yang isinya penuh konten kekerasan.

“Benang merahnya, mereka rata-rata korban bullying, masalah pola asuh, atau kekecewaan tertentu. Medsos jadi pelarian,” kata Perwira Satgaswil Jateng Densus 88, Ipda Ferry, Selasa (6/1/2026) malam.

Masuk WAG dari game sampai kolom komentar

Barang bukti saat insiden penembakan dan peledakan di SMA 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Barang bukti saat insiden penembakan dan peledakan di SMA 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Dari hasil pemantauan, 13 anak terdeteksi masuk grup ekstrem kanan, 8 anak ke ekstrem kiri, dan 1 anak bahkan masuk dua-duanya.

Nama grupnya beragam, mulai dari Qiyas, Al Kojah, sampai True Crime Community (TCC).

Cara masuknya juga kelihatan sepele. Ada yang dari chat di game online, ada yang cuma klik link di kolom komentar medsos, lalu tiba-tiba sudah gabung grup WhatsApp berisi konten ekstrem.

Padahal, anak-anak ini saling nggak kenal di dunia nyata dan belum pernah ketemu offline sama sekali.

“Kontennya mempromosikan kekerasan, ada tutorial bongkar-pasang senjata, sampai cara bikin bom,” lanjut Ferry.

Tersebar di banyak daerah

Kasus ini nggak cuma terjadi di satu kota. Anak-anak yang terpapar tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah, mulai dari Semarang, Surakarta, Pekalongan, Kebumen, Jepara, Tegal, Karanganyar, Banyumas, Demak, Banjarnegara, hingga Kabupaten Magelang.

Yang bikin miris, latar belakang keluarga mereka rata-rata ekonomi menengah ke atas. Artinya, masalah ini bukan cuma soal ekonomi, tapi juga soal pengawasan, kesehatan mental, dan ruang aman bagi anak.

Pendekatannya bukan tangkap, tapi cegah

Densus 88 menegaskan langkah yang diambil adalah deteksi dini dan pencegahan, bukan penindakan hukum.

Tim turun langsung menyambangi anak-anak tersebut, ngobrol, wawancara, sekaligus menggali kondisi psikologis mereka.

Orangtua juga dilibatkan dalam proses ini.

Selain itu, Densus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari UPTD Provinsi Jawa Tengah, Polda Jateng, Dinas PPA, psikolog, hingga Dinas Pendidikan.

Tujuannya satu: menangani persoalan ini bareng-bareng, karena akar masalahnya kompleks dan menyangkut masa depan anak.

Densus menekankan, meski berurusan dengan isu ekstremisme, hak-hak anak tetap jadi prioritas utama. (eka)

You Might Also Like

ESDM Jateng: Lereng Slamet Longsor Karena Hujan Terlalu Niat

IHSG Ambrol Purbaya Murka! Perintahkan BEI Beresin Saham Gorengan Sebelum Maret

Puan: Pembentukan Ditjen Pesantren Kado Manis HSN 2025

Enam Hari Pencarian, Dua Korban Longsor Pemalang Ditemukan

Sirene Ilegal, Strobo Imitasi, Jalanan Jadi Panggung Arogansi: Publik Teriak “Stop Tot-Tot Wuk-Wuk!”

TAGGED:anak terpapar terorismeDensus 88game onlineheadlineterorisme
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ngeri Tapi Nyata, Puluhan Anak Masuk Grup “True Crime”
Next Article Books Bos di Jl. Dorang No.7, Dadapsari, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, nyediain buku-buku impor dengan harga miring. Hidden Gem Perbukuan di Semarang, ‘Books Bos’ Sediain Buku Impor Harga Lokal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nurul, pria asal pesisir selatan Blitar, mencium sarang tawon vespa peliharaannya.

Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia

Langkah Keliru Indonesia Memasuki Perang Orang Lain

Tragedi Kaca Transparan

Ilustrasi tindak pidana suap dan korupsi. (narakita/grafis/tera)

Indonesia Juara Korupsi? IPK Anjlok: Lebih Buruk dari Timor Leste, Kalah Saing di ASEAN

Wali Kota Solo melantik pengurus DPC Gekrafs Surakarta periode 2026–2029, sekaligus peluncuran Project Solo Tourism Directory, Selasa (10/2/2026) malam di Taman Balekambang.

Respati Dorong Gekrafs Jadi Motor Ekonomi Kreatif Solo, Bukan Organisasi Seremonial

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ferry Irwandi.
Info

Drama ‘Si Paling 10 Miliar’ Tamat! Endipat Minta Maaf ke Ferry Irwandi

Desember 11, 2025
Pendidikan

Samuel Wattimena: Stop Jalan Sendiri, Yuk Kolaborasi Biar Budaya Lokal Bisa Mendunia!

Agustus 25, 2025
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif DPP PDI Perjuangan Bambang 'Pacul' Wuryanto salam komando dengan Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Fx. Hadi Rudyatmo. Foto: dok
Politik

Bambang Pacul: Pindah Partai? Nggak Kampret! Selalu PDIP, Tetap PDIP!

Agustus 26, 2025
Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau akrab disapa Pinka Haprani.
Politik

Politikus Muda Trah Soekarno, Pinka Haprani Jadi Nama Segar di Bursa Ketua PDIP Jateng

September 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 22 Anak di Jateng Terpapar Konten Kekerasan, Densus 88 Endus Metode Tebar Jaring di Medsos
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?