Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng-Lampung Gandengan, Kerja Sama Senilai Rp 832 Miliar per Tahun Diteken
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Jateng-Lampung Gandengan, Kerja Sama Senilai Rp 832 Miliar per Tahun Diteken

Bukan cuma kopi yang cocok diseruput bareng, Jawa Tengah dan Lampung juga sepakat buat kerja bareng urusan ekonomi. Sekali teken, langsung 11 kerja sama. Nilainya? Jangan kaget, tembus Rp 832,3 miliar per tahun. Lumayan buat bukti kalau kolaborasi itu nggak cuma jargon.

T. Budianto
Last updated: Januari 7, 2026 1:20 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KERJA SAMA ANTARDAERAH: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (paling kanan) menyaksikan penandatanganan kerja sama antar SKPD kedua provinsi di Mahan Agung, Kota Bandar Lampung, Selasa (6/1/2026) malam. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng dan Pemprov Lampung resmi menandatangani sebelas kerja sama lintas sektor dengan nilai transaksi mencapai Rp832,3 miliar per tahun. Penandatanganan ini berlangsung di Mahan Agung, Kota Bandar Lampung, Selasa (6/1/2026) malam.

Momen tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Dari pendidikan sampai pangan, dari energi sampai pariwisata, semuanya masuk daftar kolaborasi.

Kerja sama yang disepakati antara lain penguatan pendidikan vokasi lewat program SMK Kembar, serta pengembangan sektor industri dan perdagangan. Dua kerja sama ini punya napas panjang, berlaku selama lima tahun ke depan.

Tak cuma itu, BUMD dari kedua provinsi juga ikut gaspol. Mulai dari pemanfaatan gas bumi dan energi terbarukan, perdagangan multi-komoditas, hingga penyediaan bahan pangan hasil pertanian dan perkebunan.

Baca juga: Realisasi Investasi Jateng Capai Rp 21,8 Triliun

Kolaborasi juga merambah dunia asosiasi dan pengusaha. Hipmi, Astindo, hingga Kadin dari dua provinsi sepakat memperkuat kerja sama di sektor pertanian, peternakan, kelautan, pariwisata, sampai suplai komoditas seperti gula, beras, singkong, udang, sapi, dan produk kerajinan.

Bahkan urusan dapur industri ikut kebagian, lewat kemitraan suplai tepung tapioka, rantai pasok gula kristal, kopi, bawang putih, dan komoditas lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, kerja sama ini bukan ajang pamer siapa lebih unggul, tapi strategi buat tumbuh bareng.

“Kerja sama ini untuk menumbuhkan ekonomi baru di masing-masing provinsi,” kata Luthfi. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari collaborative government, sejalan dengan program Presiden dalam pemerataan pembangunan nasional.

Beberapa kepala daerah dari Jawa Tengah turut hadir, seperti Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, yang ikut memaparkan potensi daerah masing-masing.

Ruang Pengembangan

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai kerja sama ini punya ruang pengembangan yang luas, dari level OPD sampai asosiasi pengusaha.

“Kami berharap ke depan ada kolaborasi yang kuat dan saling mengangkat antara Lampung dan Jawa Tengah,” ujarnya. Menurut Mirzani, Jawa Tengah selama ini juga sering jadi rujukan nasional soal investasi dan kawasan industri.

Baca juga: Jateng Jadi Provinsi Paling Cuan dari Pariwisata, Kalahkan Bali dan Jogja

“Dalam banyak pertemuan dengan pemerintah pusat, Jawa Tengah selalu dijadikan contoh,” katanya. Di luar sebelas kerja sama baru ini, kedua provinsi sejatinya sudah lebih dulu menjalin kolaborasi sejak 2025, mulai dari sektor UMKM, sosial, hingga perdagangan bahan pangan.

Sekali tanda tangan, ratusan miliar langsung jalan. Tinggal satu PR klasik: jangan cuma fotonya yang viral, tapi realisasinya juga ikut ngebut, biar kerja sama ini nggak berhenti di map merah dan meja rapat. (tebe)

You Might Also Like

PSIS Ogah Degradasi, Persela Siap Ganggu Pesta

Pemprov Serahkan 36 Hunian Tetap untuk Warga Banjarnegara

Skandal Sentoso Seal: Jan Hwa Diana Resmi Jadi Tersangka!

Banjir Parah di Mataram NTB: Ribuan Jiwa Terdampak, Mobil-mobil Hanyut hingga ke Sungai

Sawah Kebanjiran, Luthfi Jamin Stok Pangan Masih Aman

TAGGED:headlinekerja samapemprov jatengpemprov lampung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Truk Kecelakaan Belum Dievakuasi, Kemacetan Tugurejo Mengular
Next Article Manyaran Punya Taman Baru: Bocil Senang, Orang Tua Tenang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEMER MEDALI--Nava (dua dari kiri) dan koleganya pamer medali usia mengikuti Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Kesaksian Wabup Purworejo hingga Pelari Pemula: Soekarno Run 2026 Bikin Ketagihan

OMZET MENINGKAT--Kedai Bunzen Coffee di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta dipenuhi konsumen yang habis ikut Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Berkah Soekarno Run 2026: UMKM Solo Ketiban Rezeki, Dagangan Laris Sejak Subuh

PAPARAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pemaparan terkait tanggung jawab industri saat Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPR RI dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri ke Provinsi Jawa Tengah.

Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi

KOSTUM UNIK--Pelari bersayap mengikuti Soekarno Run SOC 2026 di Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae)

Peri Bersayap hingga Trio Manekin Ikut Ramaikan Soekarno Run 2026

Kota Semarang Siap Sambut 8.000 Kafilah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TERPUKUL PELEMAHAN RUPIAH - Pelaku UMKM atau pedagang kecil, sedang mengantarkan dagangan kepada pemesan, Senin (9/6/2026). Pelemahan rupiah memukul mereka, tapi memilih menahan harga agar dagangan tak semakin sepi. (dul)
Fokus

Rupiah Melemah, Nasib Pedagang Kecil Ikut Tergerus: Nahan Harga, Untung Dikit Gak Apa

Juni 9, 2026
Tips

Lagi Ngetren Makanan Kukus, Sehat Beneran atau Cuma FOMO?

Januari 12, 2026
Unik

Cosmic Journeys: Unveiling the Adventures of Space Exploration

Juni 22, 2023
Ekonomi

Semarang Nggak Mau Ada Warga Lapar

Oktober 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng-Lampung Gandengan, Kerja Sama Senilai Rp 832 Miliar per Tahun Diteken
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?