Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tim Kampus SCU Terjun ke Lokasi Bencana Sumatera, Paling Banyak Terima Keluhan Soal Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tim Kampus SCU Terjun ke Lokasi Bencana Sumatera, Paling Banyak Terima Keluhan Soal Ini

R. Izra
Last updated: Januari 6, 2026 2:42 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Tim kampus SCU Semarang melayani pemeriksaan kesehatan korban bencana Sumatera.
Tim kampus SCU Semarang melayani pemeriksaan kesehatan korban bencana Sumatera.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bencana banjir dan longsor di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menyisakan dampak panjang bagi para penyintas.

Bukan cuma soal rumah dan akses jalan, tapi juga masalah kesehatan yang langsung menyerang kehidupan sehari-hari.

Tim Pengabdian Masyarakat Soegijapranata Catholic University (SCU) yang turun langsung ke lokasi menemukan satu pola besar: penyakit kulit dan ISPA jadi keluhan terbanyak.

Bacaaja: Membumikan Nilai-nilai Soegija, Rektor Ungkap Makna Rebranding Unika Soegijapranata Jadi SCU
Bacaaja: Ngobrol Santai Bareng Rektor SCU Semarang: Mahasiswa Prioritas, Rektor Terakhir

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat SCU, dr. Ratna Shintia Defi, menyebut kondisi lingkungan pascabencana menjadi faktor utama.

“Keluhan yang paling banyak kami temukan adalah penyakit kulit, seperti jamur, dermatitis iritan dan alergika, hingga skabies,” ungkap dr. Ratna dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).

Selain penyakit kulit, tim SCU juga menemukan banyak kasus ISPA, gangguan pencernaan, nyeri otot dan sendi, hingga penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, dan penyakit jantung.

Masalahnya, penyakit-penyakit ini seharusnya bisa dikontrol dengan obat rutin. Namun, kondisi darurat bikin segalanya terhenti.

“Pengobatan jadi terputus karena puskesmas lumpuh dan akses jalan tidak bisa dilewati,” lanjutnya.

Yang bikin pendampingan SCU beda, mereka nggak cuma datang bawa obat. Tim ini terdiri dari mahasiswa, alumni, dan dosen Fakultas Kedokteran, plus Center for Trauma Recovery (CTR) Fakultas Psikologi SCU.

Targetnya jelas: pulih secara fisik dan mental.

“Kami ingin menghadirkan rasa aman. Pendampingan dilakukan menyeluruh, mulai dari penanganan keluhan, pemantauan, sampai dukungan psikososial,” jelas dr. Ratna.

Trauma itu nyata

Wakil Koordinator Mahasiswa CTR FPsi SCU, Clara Ambar Pramudita, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar sangat berpengaruh pada kondisi psikologis penyintas.

“Bencana itu kejadian traumatis. Saat kebutuhan dasar terpenuhi, fungsi sosial dan psikis mereka pelan-pelan bisa pulih,” ujarnya.

Menurut Clara, kehadiran relawan dan tenaga pendamping juga memberi pesan penting bagi penyintas: mereka tidak sendirian.

Tim SCU dilepas langsung oleh Rektor SCU Robertus Setiawan Aji Nugroho pada 18 Desember 2025 dan tiba di lokasi sehari setelahnya.

Hingga 26 Desember 2025, tim telah menangani hampir 400 penyintas di berbagai wilayah terdampak, mulai dari Kecamatan Pinangsori, Tukka, Sutahuis, hingga sejumlah desa di Tapanuli Tengah.

Sebanyak 6 mahasiswa psikologi melakukan screening psikososial, asesmen kondisi mental, pendampingan stabilisasi emosi, hingga psikoedukasi lewat relaksasi dan aktivitas kreatif.

Sementara itu, 8 dokter dari FK SCU memberikan layanan kesehatan mulai dari pemeriksaan, triase, tindakan medis ringan, pemberian obat, hingga rujukan lanjutan.

SCU menegaskan pendampingan ini tidak berhenti di satu fase. Pemantauan lanjutan dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat akan terus dilakukan.

Di tengah krisis, kehadiran kampus turun langsung ke lapangan jadi pengingat: pemulihan pascabencana bukan cuma soal bangun ulang rumah, tapi juga memulihkan manusia di dalamnya. (eka)

You Might Also Like

BREAKING NEWS: 2 Aktivis Demo Pati Divonis 6 Bulan Penjara, tapi Nggak Perlu Dikurung

Kota Semarang Jadi Proyek Percontohan Program Ruang Bersama Indonesia

Ternyata Barang-barang Ini yang Buat Dadan CS Diseret Kejagung

Fakta Baru Kematian Diplomat Arya Daru: Misteri 4 Sidik Jari di Lakban

Semarang Zoo Bidik 60 Ribu Pengunjung Selama Libur Lebaran

TAGGED:penanganan korban bencanaSCU Semarangsumateratim pengabdian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Polisi menunjuk mobil pengangkut guru yang kecelakaan di Tol Ungaran. Kecelakaan Maut Rombongan Guru di Tol Ungaran, Kepala SMA Marsudirini Tewas
Next Article Ribuan Perangkat Desa se-Indonesia Kumpul di Boyolali

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Keracunan MBG Terus Terjadi! Ratusan Siswa di Berastagi Tumbang, 240 Orang Masih Dirawat

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) cum Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Sudaryono. (ist)
Hukum

Gerindra Jateng: Soal Sudewo, Tunggu KPK

Januari 20, 2026
Info

Investor Lirik Semarang, Mas Dewan RI Andhika: Revisi UU Kawasan Industri Jadi Kunci

Juli 24, 2026
Sepak Bola

Pelatih Baru Garuda, Dua Nama Dikantongi PSSI! Siapa Dia?

Desember 17, 2025
Pendidikan

Antara Takdir, Kopi, dan Cara Rizal Galih Tuntaskan S2 UGM dengan IPK Sempurna

November 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tim Kampus SCU Terjun ke Lokasi Bencana Sumatera, Paling Banyak Terima Keluhan Soal Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?