Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Orang Tua Hati-hati, Anak Sedang Dalam Fase Ini Jadi Sasaran Empuk Jaringan Terorisme
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Orang Tua Hati-hati, Anak Sedang Dalam Fase Ini Jadi Sasaran Empuk Jaringan Terorisme

R. Izra
Last updated: Januari 14, 2026 8:14 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ideologi radikal tahu betul siapa yang harus dibidik. Bukan cuma orang dewasa, tapi anak-anak dan remaja yang lagi sibuk mencari identitas. Fase labil ini jadi pintu masuk paling empuk.

Prof Syamsul Ma’arif, Guru Besar UIN Walisongo, menyebut kondisi ini bukan kebetulan. Anak muda sedang butuh pengakuan, eksistensi, dan tempat merasa “dianggap”.

“Anak-anak ini potensial karena mereka sedang mencari identitas dan ruang eksistensi,” ujar Ketua FKPT Jateng periode 2020–2025, Jumat (2/12/2025) malam.

Bacaaja: Waspadai Modus Ini! Propaganda Teror Menyebar dari Medsos ke Grup Privat
Bacaaja: Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

Kelompok radikal membaca situasi itu dengan sangat jeli. Mereka tak langsung bicara ideologi keras. Yang ditawarkan lebih dulu justru rasa memiliki, solidaritas, dan peran penting di sebuah komunitas.

Narasinya dibungkus rapi dan kekinian. Isu-isu yang dekat dengan dunia anak muda diangkat, bahasanya santai, bahkan terasa membela. Perlahan, ideologi mulai disuntikkan.

Menurut Syamsul, inilah perebutan pengaruh yang sesungguhnya. Siapa yang lebih dulu diterima dan dipercaya anak, dialah yang menang.

“Ini perebutan ideologi. Siapa yang jadi rujukan, itulah yang akan diikuti,” jelas Ketua ISNU Kota Semarang itu.

Masalahnya, proses ini kini berlangsung di ruang digital yang nyaris tak terlihat. Media sosial, grup privat, sampai dunia gim jadi lahan subur. Semua berjalan tanpa tatap muka.

Kalau dulu radikalisasi butuh waktu bertahun-tahun, sekarang jauh lebih cepat. Teknologi mempercepat proses indoktrinasi.

Ahli Indonesia Knowledge Hub on Countering Terrorism and Violent Extremism (I-KHub) ini menilai, masyarakat sering terlambat menyadari.

Publik baru bereaksi saat kasus muncul. Padahal yang dibutuhkan justru pencegahan sejak awal.

Syamsul menekankan pentingnya membangun “imunitas” anak. Orang tua, sekolah, dan lingkungan harus hadir sebagai rujukan yang sehat, sebelum ideologi radikal mengambil alih peran itu.

“Jadi semuanya harus peduli dan menjadi pilar di komunitas masing-masing,” sarannya.

Jika ruang identitas anak dibiarkan kosong, kelompok radikal akan mengisinya. Dan ketika itu terjadi, ideologi berbahaya masuk tanpa terasa. Maka solusinya, ayo cegah sekarang. (bae)

You Might Also Like

Pemprov Dorong Transformasi Sampah Jadi Energi

Kulit Sawo Matang, Malah Tertarik Ideologi Ras Kulit Putih White Supremacy, Apa yang Salah?

Elektrifikasi Trans Semarang Dipuji, Agustina: Langkah Nyata Menuju Transportasi Hijau

Limbah PLTU Disulap Jadi Paving Premium, Warga Binaan Ikut Cuan

Banyak Negara Ramai-ramai Tolak Data Center, AI di Persimpangan Jalan?

TAGGED:anak mencari jatidirianak terpapar terorismejaringan teroristerorismeterorisme anak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Maryam, eks-napiter (bercadar) berfoto bersama petugas, sebelum dideportasi ke Malaysia melalui Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (3/1/2026). Bebas dari Lapas, Napiter Perempuan Asal Malaysia Langsung Dideportasi dari Semarang
Next Article Sastrawan kawakan asal Semarang, Triyanto Triwikromo. Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi bencana banjir. (grafis/wahyu)
Tumbuh

Aceh Terancam Krisis Pangan hingga 3 Tahun ke Depan, Dampak Bencana

Desember 25, 2025
Tumbuh

Energi Bersih Listrik RI Tembus Target

Januari 9, 2026
Info

Puasa Aja Belum, Pemprov Jateng Sudah Ancang-ancang Mudik Gratis

Januari 7, 2026
Tumbuh

Wagub Dorong Jateng Ngebut ke Energi Hijau

Mei 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Orang Tua Hati-hati, Anak Sedang Dalam Fase Ini Jadi Sasaran Empuk Jaringan Terorisme
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?