Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 2025 Panen Piala, Pemkot Semarang Lagi On Fire
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

2025 Panen Piala, Pemkot Semarang Lagi On Fire

Kalau penghargaan bisa dipajang kayak piala turnamen, rak Pemkot Semarang mungkin sudah penuh sesak. Sepanjang 2025, Pemkot di bawah komando Wali Kota Agustina Wilujeng tampil konsisten ngumpulin apresiasi dari berbagai penjuru, nasional sampai regional. Dari urusan pelayanan publik sampai digitalisasi, Semarang kelihatan serius naik level.

T. Budianto
Last updated: Januari 2, 2026 8:14 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PENGHARGAAN KEMENDAGRI: Mendagri Tito Karnavian dan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti foto bersama para penerima penghargaan kategori Perbaikan Akses Layanan Pendidikan pada Malam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah 2025 yang digelar Kemendagri di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (1/12). (Foto: Humas Pemkot)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Tahun 2025 jadi momentum manis buat Pemerintah Kota Semarang. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng, Pemkot berhasil mengoleksi puluhan penghargaan dari kementerian, lembaga negara, media nasional, hingga institusi independen.

Isinya bukan cuma formalitas, tapi pengakuan atas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, inovasi, sampai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Agustina bilang, semua penghargaan itu bukan kerja satu-dua orang.

Ada peran perangkat daerah dan tentu saja warga Semarang yang ikut terlibat aktif. Menurutnya, apresiasi seharusnya jadi pengingat, bukan tujuan akhir. “Penghargaan bukan garis finish. Yang penting pemerintah benar-benar hadir dan terasa manfaatnya buat warga,” kata Agustina.

Baca juga: Kota Semarang Bawa Pulang Penghargaan Pendidikan dari Kemendagri

Sepanjang tahun ini, Semarang kebanjiran apresiasi di banyak sektor. Dari sisi inklusi sosial dan kepemimpinan perempuan, Kota Semarang didapuk sebagai Kota Pionir Pembangunan Inklusi Sosial oleh Setara-Inklusi. Bukan cuma itu, ada juga Anugerah Puspa Bangsa serta Women’s Inspiration Awards untuk kategori kebijakan publik dan transparansi anggaran.

Di sektor pelayanan publik dan tata kelola, prestasinya juga nggak main-main. Predikat Utama Kota Layak Anak (KLA) 2025 dari Kementerian PPPA berhasil diraih. Ditambah lagi, penghargaan Keterbukaan Informasi Publik kategori Informatif, nilai “AA” sangat memuaskan dari Arsip Nasional RI untuk pengawasan kearsipan, sampai Harmony Award dari Kementerian Agama sebagai pemerintah kota dengan kinerja terbaik pertama se-Indonesia.

Ladang Poin

Urusan inovasi dan digitalisasi juga jadi ladang poin buat Semarang. Kota ini dinobatkan sebagai pemerintah kota terbaik nasional lewat Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index Award 2025.

Status Kota Sangat Inovatif dari Innovative Government Award (IGA) 2025 Kemendagri dan CNN Indonesia Award kategori Smart City Excellence makin menegaskan citra Semarang sebagai kota yang melek teknologi.

Belum selesai. Di bidang lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan, penghargaan datang silih berganti. Mulai dari UI Green City Metric Awards, Anugerah ProKlim, Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda, sampai apresiasi untuk pengembangan UMKM, pasar tertib ukur, dan akses layanan pendidikan.

Baca juga: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Raih Penghargaan Pemimpin Perempuan Terpopuler

Ke depan, Agustina menegaskan penghargaan-penghargaan ini bakal jadi modal buat memperkuat kolaborasi lintas sektor. Targetnya jelas: kebijakan tetap konsisten, pembangunan terus jalan, dan semua warga bisa ikut merasakan hasilnya.

Intinya, 2025 buat Pemkot Semarang bukan sekadar soal numpuk piala. Tantangannya sekarang sederhana tapi krusial: jangan sampai rak penghargaan makin penuh, tapi keluhan warga malah ikut numpuk. (tebe)

You Might Also Like

Miris! Siswa SD di NTT Bundir karena Gak Bisa Beli Buku dan Pena, Surat Wasiat Bikin Nangis

Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa

Pemkot Semarang Gandeng Kejaksaan, Biar Urusan Pemerintahan Nggak Bikin Was-Was

Agro Expo 2025: Pertanian di Semarang Nggak Cuma Soal Sawah, tapi Juga Inovasi Kekinian

Hari Ketujuh Pencarian Longsor Cilacap Bawa Dua Temuan Baru

TAGGED:headlinepemkot semarangpenghargaan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi hamparan kebun sawit. Republik Sawit? Dinas Pertanian Cirebon Kaget, Tiba-tiba Ada Kebun Sawit di Cigobang
Next Article Awal Tahun, 26 Ribu Calon Haji Jateng Sudah Beresin Bipih

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden ke-6 RI, Bambang Susilo Yudhoyono (SBY).
Unik

SBY Sebut Negara Bisa Runtuh Jika Pemimpin Letakkan Diri di Atas Hukum, Sindir Siapa?

Agustus 2, 2025
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat di Borobudur. Borobudur merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Jateng.
Ekonomi

Jateng Jadi Provinsi Paling Cuan dari Pariwisata, Kalahkan Bali dan Jogja

Januari 5, 2026
Info

Tekan Sampah MBG, Pemprov Gandeng Perguruan Tinggi

April 13, 2026
PASPOR INDONESIA - Pemerintah menaikkan tarif pengajuan pelepasan kewarganegaraan Indonesia menjadi Rp5 juta atau naik lima kali lipat.
Info

Fix Gak Betah? 8.000-an Orang Lepas Status WNI, Singapura Jadi Tujuan Utama

Juli 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 2025 Panen Piala, Pemkot Semarang Lagi On Fire
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?