Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Partai Orba ‘Ngotot’ Pilkada Balik ke DPRD, Ini Parpol yang Merapat Masuk Barisan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Partai Orba ‘Ngotot’ Pilkada Balik ke DPRD, Ini Parpol yang Merapat Masuk Barisan

R. Izra
Last updated: Januari 6, 2026 8:44 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Golkar, partai politik yang lahir dari rahim Orde Baru (Orba) paling getol mewacanakan kepala daearh kembali dipilih DPRD. Siapa saja partai politik yang masuk barisan Golkar?

Wacana kepala daerah dipilih DPRD kembali naik ke permukaan dan langsung bikin jagat politik panas.

Ide yang sempat dikubur satu dekade lalu ini kini dihidupkan lagi oleh Partai Golkar, dengan dalih klasik: biaya politik kebangetan mahal.

Bacaaja: PDIP Masih Keukeuh: Biar Capek ke TPS, yang Penting Rakyat Ikut Milih
Bacaaja: Mendagri: Pilkada Lewat DPRD Sesuai Konstitusi, Asalkan Tetap Demokratis

Usulan tersebut disampaikan langsung Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia usai Rapimnas I Golkar 2025, Minggu (21/12/2025).

Menurut Bahlil, pemilihan kepala daerah lewat DPRD disebut sebagai bentuk pelaksanaan kedaulatan rakyat yang tetap demokratis.

“Pilkada melalui DPRD sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat, dengan menitikberatkan keterlibatan dan partisipasi publik,” kata Bahlil.

Wakil Ketua Umum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung blak-blakan. Menurutnya, pilkada langsung bikin negara dan kandidat sama-sama tekor.

Biaya penyelenggaraan, ongkos kampanye, sampai “biaya politik lain-lain” dinilai sudah nggak masuk akal.

Isu ini bukan barang baru. Tahun 2014, DPR sempat sepakat mengembalikan pilkada ke DPRD. Tapi keputusan itu dibatalkan Presiden SBY, yang menyebut pilkada tak langsung sebagai kemunduran demokrasi.

Gerindra, PAN, PKB ikut merapat

Kali ini, Golkar tak sendirian. Gerindra terang-terangan mendukung.

Sekjen Gerindra Sugiono menyebut pilkada lewat DPRD layak dipertimbangkan demi efisiensi anggaran.

“Biaya kampanye calon kepala daerah itu prohibitif. Mahal. Ini perlu dievaluasi,” ujarnya.

PAN juga satu barisan. Waketum PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan pilkada tak langsung tetap konstitusional karena UUD 1945 hanya menyebut kepala daerah harus “dipilih secara demokratis”.

Menurut PAN, frasa itu adalah open legal policy, alias bisa diatur DPR dan pemerintah.

Sementara PKB bahkan lebih ekstrem. Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar, mengusulkan gubernur dipilih presiden, sedangkan bupati dan wali kota dipilih DPR.

PDIP kasih peringatan keras

Di sisi lain, PDIP jadi salah satu penolak paling keras.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai mengubah pilkada jadi tak langsung belum tentu menyentuh akar masalah.

“Jangan bikin kebijakan berdasarkan selera politik sesaat,” katanya.

Menurut Said, alasan efisiensi anggaran adalah jumping conclusion. Solusi yang lebih masuk akal justru memperkuat penegakan hukum terhadap politik uang—bukan memangkas hak rakyat memilih pemimpinnya.

Akademisi: DPRD bukan zona steril politik uang

Kritik juga datang dari luar parlemen. Pengajar Hukum Pemilu UI Titi Anggraini mengingatkan, pilkada lewat DPRD tidak otomatis bersih dari politik uang.

Faktanya, DPRD justru termasuk aktor yang paling banyak terseret korupsi politik berdasarkan data KPK.

“Kalau alasan efisiensi, kenapa hak politik rakyat yang dipangkas?” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro. Ia menyebut usulan Golkar sebagai langkah kontra-produktif.

“Jangan buka kotak pandora yang seharusnya sudah tertutup. Fokus saja ke persoalan substantif bangsa,” tegasnya.

Balik mundur atau jalan pintas menuju otoritarianisme?

Perdebatan pilkada lewat DPRD kini makin terbuka. Di satu sisi, elite bicara efisiensi dan biaya politik. Di sisi lain, publik khawatir hak pilih rakyat kembali dipersempit.

Pertanyaannya sekarang simpel tapi krusial: Indonesia mau beresin demokrasi, atau malah muter balik? (*)

You Might Also Like

Wamenaker Kena OTT: Ketika Sinetron Integritas Berakhir dengan Plot Twist Klasik

Dari Sampah Jadi Listrik: Pemprov, Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal Teken PKS

Luthfi Minta Ulama Jadi Pendingin Suasana

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

Layer Baru Cukai Rokok, Koalisi Sipil: Ini Bukan Solusi, Tapi Jalan Mundur

TAGGED:dprdgerindragolkarheadlineorbapilkadapilkada lewat dprd
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (30/11/2025). 22 Desa Lenyap Diterjang Banjir Sumatera, Aceh Paling Parah
Next Article Sah, Rafinha Harapan Baru PSIS

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KIRAB BUDAYA - Kirab budaya dalam peringatan Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen, bikin suasana tetap meriah tanpa dentuman sound horeg.

Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Bikin Kajen Bergetar, Satukan Tradisi dan Harmoni Budaya

Latsarmil SPPI Resmi Dihentikan

Bejatnya Psikolog Gadungan, Tipu dan Cabuli Korban di Hotel Semarang

Kemarau Datang, BPBD Jateng Siaga Salurkan Air Bersih ke Warga

Sumarno Ingin Trail Run Menyebar ke Seluruh Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Enam Juta Orang Siap “Nyemut” di Tempat Wisata Jateng

Maret 18, 2026
Sepak Bola

Mahesa Jenar Berburu Samba

Desember 25, 2025
Peristiwa viral di Blora insiden pria menendang kucing. Foto: ist
Viral

Viral! Pria Tua Tendang Kucing sampai Mati di Blora, Polisi: Pelaku Diduga Lawyer

Februari 2, 2026
Wali Kota Solo, Respati Ardi, resmi membuka rangkaian perayaan Imlek 2577 yang diawali lewat event Solo Imlek Run 2026 di Balai Kota, Minggu (1/2/2026) pagi.
Info

Respati Buka Imlek Run, Solo Disulap Jadi Kota Penuh Energi Tahun Kuda Api

Februari 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Partai Orba ‘Ngotot’ Pilkada Balik ke DPRD, Ini Parpol yang Merapat Masuk Barisan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?