BACAAJA, SEMARANG– Tahun 2025 hampir kelar, laporan infrastruktur Pemkot Semarang pun dibuka. Dari urusan pompa, drainase, sampai jalanan yang (semoga) nggak bikin emosi di jam sibuk, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti membeberkan apa saja yang sudah dikerjakan dan apa yang bakal dikejar mati-matian di 2026: konektivitas dan banjir.
Lewat Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Pemkot fokus ngerjain titik-titik rawan genangan. Beberapa rumah pompa ditingkatkan kapasitasnya, mulai dari Kolonel Sugiono, Tawangmas, Plamongan Hijau, sampai tambahan pompa baru di kawasan Jalan Petudungan.
Nggak cuma pompa, saluran drainase juga ikut di-upgrade. Mulai dari kawasan MT Haryono-Petudungan, Jalan Gajah-Aspol Kabluk, Dempel-Muktiharjo Kidul, Jatisari, sampai Saluran Tanjung. Targetnya jelas: air hujan jangan lama-lama nginap di jalan.
Baca juga: Atasi Banjir Semarang, Agustina Wilujeng Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan
“Selain pompa, kami juga melakukan peningkatan drainase di sejumlah kawasan yang selama ini jadi langganan genangan,” kata Agustina, Kamis (18/12/2025).
Soal jalanan, DPU juga tancap gas. Sejumlah ruas diperbaiki buat ningkatin akses dan konektivitas, seperti RM Hadi Subeno, Payung Mas Raya Banyumanik, Jatikalangan dan Kampung Jambon di Mijen, R Soekanto Tembalang, Robyong Ngaliyan, Palebon, Damar Wulan Semarang Barat, sampai Anjasmoro dan Kaligawe-Pasar Waru. Pemeliharaan rutin jalan dan drainase juga tetap jalan biar kerusakan nggak nunggu viral dulu.
Pengawasan Rutin
Dari sisi anggaran, sampai akhir 2025 realisasi pembangunan infrastruktur sudah tembus sekitar 81 persen dari total pagu Rp384 miliar. Pemkot, kata Agustina, juga rutin melakukan pengawasan dan uji konstruksi supaya hasilnya nggak asal jadi.
Masuk 2026, fokusnya makin spesifik. Pemkot bakal ngejar konektivitas jalan ke wilayah hinterland sekaligus pengendalian banjir dan rob. Program drainase bakal dilanjutkan, plus sinkronisasi dengan proyek pemerintah pusat lewat BBWS Pemali-Juana. “Semua rencana 2026 disesuaikan dengan RPJMD 2025-2029, dengan fokus pengurangan banjir dan rob serta peningkatan kemantapan jalan,” tegasnya.
Baca juga: Semarang Harus Siap Kalau Langit Lagi “Bad Mood”
Beberapa proyek strategis juga sudah masuk radar, seperti pembangunan Jembatan Tay Kak Sie dan Jembatan Akses Pengasapan Ikan Bandarharjo. Targetnya, kemantapan jalan Kota Semarang bisa tembus di atas 93 persen, sementara kawasan terdampak banjir dan rob ditekan di bawah 3 persen.
Agustina juga ngingetin, urusan infrastruktur nggak bisa cuma ngandelin pemerintah. Warga diminta ikut andil, dari pakai jalan sesuai kelasnya sampai berhenti buang sampah ke selokan dan sungai.
Pompa sudah ditambah, drainase diperlebar, jalan ditambal. Tinggal satu PR yang belum bisa dianggarkan: kebiasaan buang sampah sembarangan. (tebe)

