BACAAJA, JAKARTA – Forbes baru saja merilis daftar Indonesia’s 50 Richest 2025 dan satu nama perempuan langsung mencuri perhatian. Dari lima perempuan yang masuk daftar, hanya satu yang sukses menembus 10 besar. Nama itu adalah Marina Budiman.
Marina Budiman duduk di peringkat ke-8 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2025. Posisinya berada tepat di bawah taipan Mayapada Group, Dato Sri Tahir, dan di atas duo pemilik Avian, Wijono serta Hermanto Tanoko. Capaian ini membuat Marina jadi perempuan paling tajir di Indonesia saat ini.
Sosok Marina dikenal sebagai salah satu pendiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data yang kini jadi primadona pasar. Di usia 64 tahun, Marina masih aktif menjabat sebagai Presiden Komisaris DCII. Perusahaan ini ia dirikan pada 2011 bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia.
Jauh sebelum DCII berdiri, perjalanan Marina sudah lebih dulu ditempa di dunia teknologi dan perbankan. Ia pernah bekerja bersama Otto Toto Sugiri di Bank Bali sejak 1985. Kariernya berlanjut ke Sigma Cipta Caraka, lalu ikut mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia pada 1994.
Lonjakan kekayaan Marina datang seiring melejitnya saham DCII. Forbes memperkirakan harta bersihnya mencapai 8,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp136 triliun. Kekayaan itu bersumber dari kepemilikan sekitar 22,51 persen saham DCII.
Saham DCII sendiri jadi salah satu yang paling mahal di Bursa Efek Indonesia. Dari harga IPO Rp420 pada 2021, nilainya melonjak tajam hingga ratusan ribu rupiah per saham. Kapitalisasi pasarnya pun tembus ratusan triliun rupiah, menjadikannya raksasa baru di sektor data center.
Menariknya, bukan hanya Marina yang kecipratan lonjakan ini. Dua pendiri DCII lainnya, Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia, juga ikut melesat dalam daftar Forbes. Permintaan pusat data yang terus naik membuat trio pendiri DCII kini sama-sama bercokol di jajaran orang terkaya Indonesia. (*)

