BACAAJA, PENANG – Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Krisseptiana, atau yang lebih akrab disapa Tia Hendi, jadi salah satu wajah Indonesia di ajang internasional. Ia didapuk mewakili Indonesia dalam pertemuan tingkat tinggi WHO di Penang, Malaysia, pada 26 November 2025.
Tia hadir bukan sekadar sebagai politisi daerah, tapi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Forum Nasional Kabupaten Kota Sehat Indonesia.
Bacaaja: Yellow Fun Walk: Cara Santai Wakil Ketua DPRD Jateng Ajakin Warga Hidup Sehat
Bacaaja: Konsolidasi BPR BKK Menuju BPRS, Komisi C DPRD Jateng Konsultasi ke Kemendagri
Undangan ini datang langsung dari WHO Western Pacific Region, yang berkolaborasi dengan Kantor WHO Malaysia dan Dewan Kota Pulau Penang (MBPP).
Bahas Praktik Baik “Kabupaten Kota Sehat” ala Indonesia
Di forum itu, Tia diminta sharing soal praktik baik implementasi Kabupaten/Kota Sehat di Indonesia, sejalan dengan tema kegiatan: “Kota yang Lebih Sehat, Masa Depan yang Lebih Kuat: Kepemimpinan dan Aksi di Seluruh Lembaga yang Sehat.”
Pesertanya juga bukan orang sembarangan. Hadir sejumlah pejabat publik, perwakilan masyarakat sipil, praktisi, dan akademisi dari berbagai negara di kawasan Pasifik Barat, seperti Australia, Singapura, dan Filipina.
Dalam pemaparannya, Tia menekankan bahwa bikin kota sehat itu nggak bisa cuma mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat jadi kunci.
Pengalamannya dua periode memimpin Forum Nasional Kabupaten Kota Sehat Indonesia (2022–2024 dan 2024–2026) bikin Tia cukup punya “jam terbang” untuk bicara soal ini.
“Indonesia itu terdiri dari 514 kota/kabupaten, sehingga tingkat kesehatannya pun berbeda. Maka dari itu kami dari Forum Nasional Kabupaten Kota Sehat di Indonesia selalu mengedepankan kolaborasi untuk meningkatkan komitmen penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat,” ujar Tia.
Ia juga cerita kalau Forum Nasional Kabupaten Kota Sehat dibentuk berlapis, dari pusat sampai tingkat desa, supaya semangat gotong royong benar-benar nyampe ke akar rumput.
“Forum Nasional sendiri ada dari tingkat pusat hingga ke tingkat desa untuk mendorong semangat bergerak bersama atau gotong royong, sehingga tumbuh kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi mengupayakan peningkatan kualitas kesehatan di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Ketemu Wali Kota, Pejabat Kesehatan, dan Akademisi dari Berbagai Negara
Tia Hendi nggak sendirian jadi narasumber. Sejumlah tokoh lain juga mengisi forum ini, di antaranya:
- Wali Kota Pulau Penang Rajendran P. Anthony
- Wali Kota Kuching Selatan Wee Hong Seng
- Perwakilan Departemen Kesehatan Filipina Anthony B. Cu
- Akademisi dari University of New South Wales Jinhee Kim
Tia sendiri hadir sebagai bagian dari delegasi Indonesia, didampingi:
- Sekjen Forum Nasional Kabupaten Kota Sehat Yuni Dwi Purwani
- Akademisi Universitas Hasanuddin Prof. Sukri Palutturi
Target Lebih Jauh: Kuatkan Jejaring di Kawasan Pasifik Barat
Nggak cuma soal tampil di forum internasional, Tia juga bawa pulang target jangka panjang. Ia berharap Forum Nasional Kabupaten Kota Sehat Indonesia bisa menguatkan jejaring kerja sama di kawasan Pasifik Barat.
Menurutnya, keterlibatan aktif di forum regional bikin Indonesia punya lebih banyak dukungan, terutama dari para pemangku kepentingan lintas sektor di bidang kesehatan.
“Forum ini penting karena membangun Indonesia, khususnya di sektor kesehatan, perlu keterlibatan multi sektor dan multi stakeholder,” tegas Tia.
Singkatnya, lewat forum ini, Indonesia nggak cuma belajar dari negara lain, tapi juga nunjukin bahwa praktik kota sehat ala Indonesia sudah cukup kuat buat dijadikan rujukan di level internasional. (*)


