BACAAJA, CILACAP – Polemik PSCS Cilacap akhirnya pecah di permukaan. Klub berjuluk Hiu Selatan itu dipastikan absen dari Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026, sebuah kabar yang langsung bikin hati ribuan Laskar Nusakambangan terasa kosong. Dari masa jaya di Liga 2 sampai terjebak di level terbawah, para suporter ini nggak pernah sekalipun lepas tangan. Tapi musim ini, mereka dipaksa menonton dari pinggir tanpa klub kesayangan di lapangan.
Drama ini sebenarnya bukan kejadian instan. Akar masalahnya sudah lama kelihatan: mundurnya direktur utama, isu pemain yang terlantar, sampai proses akuisisi yang maju mundur tanpa kepastian. Harapan sempat muncul ketika Tim BBR dan kelompok suporter Laskar hendak mengambil alih, tapi menjelang deadline Liga 4, semuanya bubar karena keputusan sepihak yang nggak pernah benar-benar dijelaskan.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, akhirnya bersuara. Ia bilang pemerintah daerah sudah mencoba berbagai cara, dari memfasilitasi komunikasi internal hingga membantu mencari sponsor. Masalahnya, setiap sponsor yang didekati selalu menanyakan satu hal: kepastian kepemilikan saham. Karena itu, langkah Pemkab jadi serba terbatas.
Dalam negosiasi terakhir, kabarnya sempat ada titik terang. Saham klub disepakati bakal dilepas senilai Rp1 miliar dengan komposisi 75 persen untuk pemilik mayoritas. Tapi tak lama setelah draft ditandatangani, angka itu melonjak jadi Rp2 miliar. Kelompok yang ingin menyelamatkan PSCS akhirnya memilih mundur karena menilai ada ketidakkonsistenan dari pemegang saham mayoritas.
Syamsul mengungkapkan bahwa Pemkab sebenarnya sudah mempersiapkan dukungan strategis, termasuk rencana perbaikan stadion lewat CSR perusahaan. Tapi semuanya berhenti karena status kepemilikan yang tidak kunjung jelas. APBD juga tak bisa digerakkan sebelum aspek kepemilikan klub benar-benar final.
Meski begitu, Bupati memastikan dirinya belum berhenti bergerak. Ia mengaku masih mencari investor yang mau turun tangan menyelamatkan klub dengan komitmen yang jelas dan jangka panjang. Menurutnya, PSCS masih punya masa depan, asal pintu penyelesaian kepemilikan segera dibuka.
Absennya PSCS dari Liga 4 bukan cuma soal kehilangan satu musim pertandingan. Ini tentang eksistensi klub, identitas masyarakat Cilacap, dan sejarah panjang Hiu Selatan yang tak pantas berakhir begitu saja. Meski situasi sedang gelap, harapan suporter tetap nyala. Di tribun maupun di luar stadion, mereka percaya PSCS harus kembali—lebih kuat, lebih rapi, dan lebih siap menatap masa depan. (*)


