Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Gaspol Bikin 177 Koperasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Semarang Gaspol Bikin 177 Koperasi

Ketahanan pangan di Kota Semarang tengah dikebut Pemkot Semarang lewat pembangunan 177 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Pemkot mendorong hadirnya gerai pangan di setiap kelurahan agar harga lebih stabil, distribusi makin pendek, dan akses kebutuhan pokok warga semakin mudah.

T. Budianto
Last updated: November 27, 2025 4:58 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
KOPERASI MERAH PUTIH: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat mengunjungi salah satu Koperasi Merah Putih di wilayahnya, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang lagi serius banget bikin urusan perut warganya makin aman. Kali ini, Pemkot ngegas lewat program 177 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang bakal jadi “gerai pangan” di tiap kelurahan.

Konsepnya simple: pangan harus gampang dicari, gampang dibeli, dan nggak bikin kening berkerut lihat harga. Wali Kota Agustina Wilujeng yang turun langsung ngecek gudang logistik KKMP di Sampangan bilang kalau gerakan ini bukan proyek manis-manis doang.

“Udah ada 38 KKMP yang jalan, dan efeknya kerasa banget buat masyarakat,” katanya. Sampai Oktober 2025, 38 KKMP yang dulu hanya dicatat sebagai koperasi kini berubah jadi poros distribusi pangan di lingkungan masing-masing.

Dengan modal Rp448 juta dan 4.566 anggota aktif, mereka sukses nunjukin kalau ekonomi kerakyatan bukan sekadar jargon. Contohnya KKMP Gedawang, yang sudah naik kelas jadi tempat belajar bisnis dan inovasi warga.

Nggak cuma jualan beras atau minyak, tapi juga nge-branding diri sebagai “tempat nongkrong produktif”.

Kehadiran KKMP sendiri pelan-pelan bikin suasana baru di kelurahan. Harga pangan lebih stabil dan merata, lapangan kerja muncul dari level akar rumput, rantai pasok jadi lebih simple, potong jalur ribet dan warga punya rasa memiliki karena koperasinya dikelola bareng-bareng.

Strategi Pengembangan

Biar nggak cuma jadi seremoni atau proyek semusim, Pemkot Semarang nyiapin beberapa suntikan strategi, antara lain pelatihan manajemen dan peningkatan skill SDM, dukungan modal dan akses ke pembiayaan, digitalisasi sistem distribusi hingga kolaborasi dengan berbagai stakeholder biar jaringan makin luas.

Pemkot Semarang mantap mau ngejar target 177 gerai/pusat pergudangan KKMP. Fasenya sudah masuk “percepatan”, alias bukan lagi wacana. Semua bakal diintegrasikan biar tiap kelurahan punya lini distribusi yang solid.

“Keberhasilan KKMP awal ini jadi blueprint untuk kelurahan lainnya,” tegas Agustina. Dengan pendekatan komunal dan kolaboratif, Semarang mulai menegaskan posisi sebagai kota yang nggak mau lagi diganggu drama pangan.

Kalau 177 KKMP ini benar-benar jalan mulus, kayaknya warga Semarang boleh sedikit santai: urusan pangan nggak perlu lagi penuh kejutan kayak harga cabe yang bisa naik sendiri tanpa sensor. (tebe)

You Might Also Like

Sekali Jalan Angkut 800 Ton: KA Brumbung Cargo Resmi Jalan

Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat

Perpus Rasa Kafe, Pemkot Siap Bikin Warga Betah Baca

Pesantren Nggak Jalan Sendiri Lagi, Pemkot Semarang Ikut Turun Tangan

Order Seret, Pabrik Bulu Mata Purbalingga Mulai Lepas Ratusan Karyawannya

TAGGED:agustina wilujengkkmp kota semarangpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu
Next Article Jadi Langganan Bencana Alam, Jateng Masuk Prioritas DPN

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

Bayar Sampah di Semarang Sekarang Nggak Tunai Lagi

Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Ibu-Ibu Pegang Pisau Kurban, Ternyata Hukumnya Bikin Banyak Kaget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pemkot Pekalongan mengubah lahan rob jadi lahan pertanian produktif. Foto: dok.
Ekonomi

Dari Rob Jadi Lumbung Padi! Kota Pekalongan Sulap Lahan Mati Jadi Sawah Produktif

Agustus 26, 2025
Fokus

Saat Semua Serba Scroll, Gambang Semarang Pilih “Live Show”

April 21, 2026
Gedung DPRD Makassar luluh lantak dilalap si jago merah. Gedung DPRD Makassar dibakar massa saat aksi demonstrasi pada Jumat (29/8/2025) malam.
Ekonomi

Akibat Demo 25 Agustus – 1 September 2025: Bikin Ekonomi Indonesia Goyang

September 3, 2025
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau lokasi kebakaran di Jalan Pesanggrahan Raya, Kelurahan Mlatibaru, Kota Semarang, Jumat (25/7) sore.
Unik

Agustina Janjikan Rp40 Juta untuk Bangun Ulang Rumah Korban Kebakaran Tewaskan 5 Orang

Juli 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Gaspol Bikin 177 Koperasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?